Sabitlenmiş Tweet
Caelilla
42K posts

Caelilla retweetledi
Caelilla retweetledi

Hi, korban rape di sini! 👋
Mau coba jawab dari POV victim yah di sini
Maunya emang segampang ini. Tapi kondisiku waktu itu di drug-rape. Badan lemah krn induce drug, bangun2 badan lemes dan sakit sampe (maaf) boker darah. Dan aku mencoba mencerna apa yg sebenernya pelaku lakuin waktu aku lagi gak sadar diri.
Apa yg ada di dalam pikiranku pertama kali tau yg dilakuin pelaku adalah MARAH. Pengennya ngamuk.
Tapi yg kurasain malah lebih banyak BLAMING ke diri sendiri. Kok bisa sih? Km kan cowo kok bisa diperkosa? Km cowo kok gak bisa ngelawan? Km cowo harusnya bisa dong ngelindungin diri?
Selanjutnya yg aku rasain adl MALU. Malu krn aku bisa segampang itu kena bujuk rayu, apalagi malu krn aku gak bisa proteksi diri. Ditambah lebih banyak mempertanyakan kok bisa dikasih drug waktu itu? Kapan aku nelennya?
Campur perasaan blaming dan malu itu yg bikin mengisolasi diri. Ngomong sama org terdekat pun takut dan malu. Apalagi kalo sampe lapor ke polisi 🥲
IT TAKE YEARS buat menyadari bahwa yg dilakuin pelaku waktu itu adl “rape”. Bahwa yg aku lakuin waktu itu tidak atas consent ku. Krn aku dimanfaatkan waktu aku dlm posisi gak sadar.
So yeah, ketika badan km dijajah bukan atas izin km, yg km rasain lebih banyak malu dan blaming ke diri sendiri. Jijik bahkan sama diri sendiri. Mau ngomong sama org lain juga rasanya gak ada gunanya.
It takes a lot of courage (and a lot of anti-depressant from my psychiatrist) buat akhirnya bisa menerima dan bisa terbuka akan hal ini 🙂
Unit Gawat Djodoh@Marimar_Aauw
Jika diperkosa. Sesudahnya jangan langsung cebok. Pakai lagi celana dalamnya dan langsung pergi ke kantor polisi.
Indonesia
Caelilla retweetledi
Caelilla retweetledi

Seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16), warga Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan.
Ayah korban, Sugeng Riyanto (53), menceritakan bahwa putranya dikeroyok segerombolan orang di Lapangan Gadung Mlaten, Pandak. Ia belum bisa memastikan identitas para pelaku.
"Awalnya, Selasa (14/4/2026) kira-kira jam 21.00 WIB itu, anak saya masih di rumah. Itu dia masih bermain sama keponakannya. Terus sekitar jam 21.30 WIB, saya posisi sudah tidur karena capek kerja," ungkapnya di rumah, Senin (20/4/2026).
Sugeng menuturkan, seorang teman datang menjemput Ilham dengan sepeda motor. Korban kemudian dibawa ke belakang salah satu SMA di Bambanglipuro, sebelum akhirnya dijemput lagi oleh dua orang lain dengan motor Scoopy. Kakak kelas korban yang curiga sempat membuntuti hingga ke Lapangan Gadung Mlaten.
"Setelah sampai di situ, ternyata sudah ditunggu banyak orang. Sekitar hampir 10 orang di situ. Anak saya itu cuma disuruh duduk dan ditanya apa ikut geng tertentu, dia jawab tidak," jelas Sugeng.
Namun, korban langsung dipukul menggunakan selang, paralon, hingga gunting. Lebih miris lagi, ia sempat disundut r*kok dan digilas sepeda motor berulang kali.
"Pada akhirnya, ketika sudah tidak sadar, anak saya mau dipotong telinganya. Kebetulan, gunting itu disahut sama teman anak saya yang tadi buntutin," tambahnya.
Setelah korban pingsan, gerombolan tersebut bubar. Rekan korban segera membawa Ilham ke Rumah Sakit Saras Adyatma. Ia dirawat selama dua hari, namun tidak menunjukkan perkembangan. "Biayanya mahal, per hari bisa sampai Rp10 juta. Karena tidak ada perkembangan, terus dipindah ke Rumah Sakit PKU Jogja," kata Sugeng. (Nei)

Indonesia

Caelilla retweetledi

Upsiiiii @BNI, daripada bayar buzzeRp, mending duitnya untuk sponsori kami roadshow "edukasi musikal cegah kekerasan seksual" ke sekolah2 & kampus2 deh. Lebih bermanfaat & nama baik kembali 😎

Indonesia

Caelilla retweetledi

@seocael Engga menghalangi semangat buat bawa pulang Adek.
Indonesia




