sepen ~

52.8K posts

sepen ~ banner
sepen ~

sepen ~

@sepenm_

berbahagialah ✨ link https://t.co/EPYsPKnN7G

Katılım Ocak 2011
804 Takip Edilen1.2K Takipçiler
sepen ~
sepen ~@sepenm_·
apakah aku akan mencoba kondangan sendiri? lihat aja nanti wkwk
Indonesia
0
0
2
27
sepen ~
sepen ~@sepenm_·
@senathriya @sunnyyyland kalau bilang money laundry keknya orang² menuru ke itu deh. Taoi gaa tau bener apa engga 🤣
Indonesia
0
0
0
75
Sena
Sena@senathriya·
Bisnis laundry yang gencar buka lapak di Jogja, lama-lama jumlahnya melebihi dapur MBG bjirr, lahan kosong dikit jadi coffeeshop, gelato, pastry😂
Merapi Uncover@merapi_uncover

Bikin Salfok! Kucing Oranye Raksasa "Rebahan" di Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta YOGYAKARTA – Pengguna jalan di sekitar Jalan Abu Bakar Ali, Kotabaru, Yogyakarta mendadak dihebohkan dengan pemandangan yang tak biasa pada Rabu (15/4) sore. Seekor kucing oranye berukuran raksasa terlihat sedang "santai" rebahan di atas sebuah mobil bak terbuka yang melintas di kawasan padat jadwal tersebut. Kehadiran kucing "anabul" raksasa ini sontak mencuri perhatian para pengendara motor dan pejalan kaki. Banyak warga yang langsung mengeluarkan ponsel mereka untuk mengabadikan momen unik tersebut. Bukan Kucing Sungguhan Meski terlihat sangat realistis dengan bulu halus dan ekspresi wajah yang sedang tertidur pulas, kucing ini bukanlah hewan asli. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 15:19 WIB, kucing tersebut merupakan sebuah instalasi boneka atau maket raksasa yang sedang dibawa menggunakan truk bak terbuka. Di sisi samping kendaraan, terlihat spanduk bertuliskan "COMING SOON", yang mengisyaratkan bahwa kucing oranye ini merupakan bagian dari kampanye promosi atau teaser untuk sebuah acara atau produk yang akan segera hadir di Kota Pelajar. Respon Warga Kehadiran instalasi kreatif ini membawa keceriaan tersendiri di tengah kemacetan sore haru ini "Kaget banget pas lagi nunggu lampu merah, tiba-tiba ada kucing segede mobil lewat. Lucu banget, mukanya kayak kucing lagi mager beneran," ujar salah satu pengendara motor, Rian. Meskipun sempat membuat arus lalu lintas sedikit melambat karena banyak warga yang ingin mengambil foto, namun secara keseluruhan situasi tetap kondusif. Para petugas di sekitar lokasi pun tampak ikut memantau jalannya arus kendaraan agar tetap lancar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai siapa pemilik atau maksud di balik parade kucing raksasa tersebut. Namun yang pasti, si "Majikan Oranye" ini sukses menjadi bintang jalanan di Yogyakarta hari ini. ( awanrs )

Indonesia
30
80
877
81.5K
sepen ~
sepen ~@sepenm_·
@tanyarlfes nder bisa diprotes gaa sih, sayang gt kek 😭
Indonesia
0
0
0
11
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 h+7 after married, sejuah ini gw as gen z 9/10 sm mas2 milenial. Tp jujur ga kuat bgt setiap chatan😭 ini pure dijodohin jd masih gaenakan😭.. doain langgeng ya guys huhu🤍 btw kicau mania🦜🦜
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
1.3K
690
19.1K
657.6K
sepen ~ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
712
11.5K
25.6K
982.6K
sepen ~ retweetledi
uni lulu
uni lulu@sakhansaaa·
Bismillah… lamaraaaan🤍🥹 doain yaa semuanya AAA makasih banyakkkk!
Indonesia
268
495
10.2K
160.6K
sepen ~
sepen ~@sepenm_·
@tiitaimoet semangat mbaa tita, semoga Allah selalu melindungi yaa mbaaa 🫶
Indonesia
1
0
1
13
tiita
tiita@tiitaimoet·
Semoga ini cuma kecemasan dan ketakutan sesaat🥺. Izinkan hamba selalu dalam penjagaan dan perlindunganMu Tuhan🤲. Karena perjuangan di MHCU sardjito adalah perjuangan yang teramat berat...😢
Indonesia
3
0
4
83
Qman
Qman@Qman7353·
@sepenm_ Sudah, makasih sangat membantu👍
Indonesia
1
0
0
4
sepen ~
sepen ~@sepenm_·
penampakan palm sugar latte dengan harga 1 RUPIAH 🫶
sepen ~ tweet media
Indonesia
3
0
3
79
sepen ~
sepen ~@sepenm_·
ayok besok minggu kondangan gaes 😭
Indonesia
1
0
2
62
dicky gunawan
dicky gunawan@Dicky_gunawan09·
@sepenm_ Waaahh thanks informasinya kak 😊
Cikupa, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
0
0
7
sepen ~
sepen ~@sepenm_·
entah mata ini engga merem karena kopi atau karena sakit
Indonesia
1
0
3
49
sepen ~
sepen ~@sepenm_·
tugu pertama setelah balik lg ke Jogja 🤣
sepen ~ tweet media
Indonesia
1
0
6
118