π 🍉

10.5K posts

π 🍉 banner
π 🍉

π 🍉

@serenacoff

pelan-pelan pak supirrr

Kota Surabaya, Jawa Timur Katılım Aralık 2022
203 Takip Edilen167 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
π 🍉
π 🍉@serenacoff·
Tetep jadi orang baik ya nov, walaupun ga mendapatkan feedback baik. Berbuat baik krn Allah, bukan krn manusia ya. Semangat!
Indonesia
0
0
2
0
π 🍉 retweetledi
Sora 🐼
Sora 🐼@RafayelSunda·
W pernah ngetik di WA sayangnya gada arsip dah intinya tuh menurut w "Orang-orang militer akan selalu membenci kelompok akademik karena pendidikan mengarahkan mu pada kebebasan dan perlawanan. Sedangkan mereka menyukai kepatuhan dan tunduk pada kekuasan"
Meutia Faradilla@meutiafaradilla

Beneran kan. Of course he wouldn't say anything. He hates academician. He hates it to his bone. He doesn't care at all about our educational system. Not an ounce.

Indonesia
50
10.4K
28.4K
302.3K
π 🍉 retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
BREAKING: Mahasiswa demo di Kementerian Pendidikan desak program MBG dihentikan
Indonesia
322
14.1K
42.6K
599.1K
π 🍉 retweetledi
Avelino Guido
Avelino Guido@AvelinoGuido28·
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya. Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah. Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu

Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…

Indonesia
156
10.1K
23.4K
750.3K
π 🍉 retweetledi
𝗝𝗮𝘅
𝗝𝗮𝘅@JackVardan·
Guys, rekomendasi akun-akun petani muda dong yang sering share info pertanian di X ini. 🙏
Indonesia
62
125
1.1K
48.7K
π 🍉 retweetledi
cozy 🕷️
cozy 🕷️@cozyaltruis·
Tidak menjilat yang diatas, tidak menginjak yang dibawah. Berangkat -> absen -> kerja -> istirahat -> kerja -> pulang Karena penjilat di tempat kerja adalah orang yang paling menjijikan.
Indonesia
46
658
1.9K
26.5K
π 🍉 retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
kalian gini juga ga?
gara tweet media
Indonesia
719
12.5K
55.1K
766.5K
π 🍉 retweetledi
welly si terwelu nggateli
pentingnya kerja sesuai ongkos🙏🏻
welly si terwelu nggateli tweet media
Indonesia
19
7.2K
13.9K
175.6K
π 🍉
π 🍉@serenacoff·
Puskesmas klo tgl merah tetep buka ngak
Indonesia
0
0
0
19
π 🍉 retweetledi
✶
@mendadaknih·
Ternyata ga pernah cerita sama siapapun itu ngaruh banget sama cara kita ngomong ya, jadinya kalo ngomong belibet & susah ngejelasin
Indonesia
789
13.7K
64.6K
1M
π 🍉 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
π 🍉
π 🍉@serenacoff·
Ada ga ya komunitas jalan2 sehat yg setiap bulan jalan2 ke alam. Aku baru nemu komunitas itu di jogja 😔. Ada ga ya komunitas kyk gitu tuu di surabaya?
Indonesia
0
0
0
57
π 🍉 retweetledi
౨ৎ elan | 🆓 tag
౨ৎ elan | 🆓 tag@saturbron·
hal yang harusnya murah: 1. pendidikan 2. BUAH BUAHANNNN
Indonesia
1K
39K
128.9K
1.1M
π 🍉 retweetledi
sukalima
sukalima@sukalima15455·
@tobetruue Semua waspada ya. Pemerintah lagi kalap, anggaran mau habis padahal program2 mahal, minyak dunia naik. Di depan bilang baik2 aja padahal lagi pake segala cara buat nambah income. Krisis di depan mata, pemerintah ga bisa diandalkan lagi, selamatkan diri masing2, bantu org terdekat
Indonesia
34
3.3K
11K
201.9K
π 🍉
π 🍉@serenacoff·
@mayylnt Aku duwe rekomendasi bisa diambil/dikirim hari H
Indonesia
1
0
0
31
Meee
Meee@mayylnt·
orgil mana yg besok pagi akad nyari mahar yg di pigura jam segini???? 😭😭😭😭
Meee tweet media
Indonesia
3
0
0
54