machhendra atmaja

22.7K posts

machhendra atmaja banner
machhendra atmaja

machhendra atmaja

@setyakie

Penggemar Seni Tradisi, Penikmat Musik, suka telur drpd ayam. Life is too short to be ordinary

Kasatriyan Swalabumi Katılım Mayıs 2009
581 Takip Edilen2.3K Takipçiler
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Airmata yang Tidak Seharusnya Jatuh Dari Seorang Warga, Mantan Diaspora, dan Kader Muhammadiyah untuk Ira Puspadewi Ada kalanya sebuah berita membuat kita berhenti sejenak, menarik napas dalam, lalu bertanya, "Mengapa seseorang yang begitu rapi jalan hidupnya harus menerima nasib seberat ini?" Itulah yang saya rasakan ketika membaca kabar vonis terhadap Ira Puspadewi, seorang perempuan yang bagi saya mewakili integritas, profesionalisme, dan dedikasi, baik sebagai pemimpin BUMN maupun sebagai kader Muhammadiyah. Saya mengenal nama Ira bukan dari kasusnya, tetapi dari rekam jejaknya. Ia bukan sekadar perempuan karier yang sukses. Ia pernah pulang dari dunia korporasi internasional, meninggalkan posisi aman dan mapan di luar negeri untuk mengabdi di tanah air. Ia memimpin Sarinah, Pos Indonesia, sampai ASDP. Dan di setiap tempat, ia membawa jejak yang sama: rapi, tertib, tanpa gaduh, dan jauh dari gaya hidup glamor pejabat. Dan yang paling membuat saya tertegun. Ira adalah kader Muhammadiyah. Tercatat resmi sebagai Wakil Bendahara II Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Muhammadiyah. Seorang muslimah yang menjaga prinsip, yang sudah terbiasa bekerja dalam sunyi, memberi dalam diam. Ketika membaca kembali kisah-kisah yang dituliskan sahabat lamanya, saya menemukan potongan-potongan kecil yang justru paling menyentuh. Ira yang naik kelas ekonomi di pesawat meski memimpin BUMN besar. Ira yang memilih menginap di hotel Amaris ketika direktur lain memilih hotel bintang lima. Ira yang malah menampung teman di rumahnya ketika sang teman sedang menghadapi masa sulit. Kita sering bicara soal integritas, tapi Ira menunjukkannya justru di saat-saat yang tak terlihat kamera. Itu yang membuat kasus yang menimpanya terasa janggal bagi banyak orang. Terlebih ketika Ketua Majelis Hakim sendiri menyatakan dissenting opinion. Bahwa apa yang dilakukan Ira adalah aksi korporasi yang sah, dilindungi Business Judgment Rule, dilakukan dengan itikad baik, dan melalui proses yang transparan. Bahkan uji tuntas dilakukan oleh tujuh lembaga, termasuk BPK, BPKP, Deloitte, dan PWC. Di titik itu, saya bertanya sendiri. Kalau seorang profesional yang mengikuti prosedur, melakukan uji tuntas, tidak mengambil keuntungan pribadi, dan bekerja dengan integritas pun tetap tersandung, apa kabar yang lain? Sebagai seorang warga negara, mantan diaspora yang dulu kembali dengan semangat ingin melihat Indonesia lebih maju, dan sebagai kader Muhammadiyah yang percaya pada nilai keadilan, kejujuran, dan kerja keras, saya merasa perlu menuliskan dukungan ini. Bukan dukungan untuk membela membabi buta. Bukan pula untuk mengintervensi proses hukum. Namun sebagai pengakuan atas manusia yang saya lihat bersih jalannya, yang saya harap mendapatkan keadilan seadil-adilnya. Seorang perempuan yang tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun manusia: teman, sahabat, dan komunitasnya. Ira telah memberi banyak pada bangsa ini. Lebih dari sebagian besar dari kita. Ia pulang ketika banyak memilih menetap di luar negeri. Ia bekerja ketika banyak memilih kenyamanan. Ia menata sistem ketika banyak memilih zona abu-abu. Dan bagi saya, seorang yang bekerja sejujur dan sekeras itu, tidak seharusnya berdiri sendirian ketika badai datang. Saya hanya bisa berharap, dan ikut mendoakan, agar proses berikutnya menghadirkan keadilan yang sebenar-benarnya. Agar suara jernih seperti pandangan Hakim Sunoto menjadi pijakan bagi upaya banding. Agar nama baik yang tercoreng dapat dipulihkan. Dan agar sejarah kelak mencatat bahwa Ira Puspadewi adalah contoh seorang muslimah profesional Indonesia yang tetap tegak meski diuji dengan keras. Sebagai warga, sebagai kader, dan sebagai sesama manusia, saya ingin mengatakan. Ira tidak sendiri. Dan kebenaran, jika memang berpihak kepadanya, semoga menemukan jalannya kembali. (Ismail Fahmi)
Ismail Fahmi tweet mediaIsmail Fahmi tweet media
Indonesia
152
1.7K
3.7K
177.9K
machhendra atmaja
machhendra atmaja@setyakie·
@merapi_uncover Tp terkadang hal tersebut terjadi krn kendaraan sebelumnya uda salah parkir, dia menyesuaikan. (Asumsi dr pengalaman pribadi)
Indonesia
0
0
0
38
Merapi Uncover
Merapi Uncover@merapi_uncover·
Mobil Parkir Menyita Dua Lajur di Pakuwon Mall Jogja, Warganet Soroti Etika Pengemudi YOGYAKARTA — Sebuah mobil terlihat parkir tidak sesuai garis di area parkir bawah tanah (LG) Pakuwon Mall Yogyakarta, pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 13.14 WIB. Dalam foto yang beredar, kendaraan berwarna hitam itu tampak berhenti tepat di antara dua petak parkir, sehingga memakan dua slot sekaligus. Kejadian ini sontak mengundang perhatian dan komentar dari pengunjung mal lain yang merasa terganggu. “Mobilnya parkir kurang pas, nyerong di tengah dua garis. Padahal parkiran lagi ramai,” tulis seorang warga yang melaporkan kejadian tersebut. Perilaku parkir seperti ini kerap dikeluhkan pengunjung pusat perbelanjaan karena mengurangi ketersediaan tempat parkir, terutama di jam-jam sibuk. Petugas parkir Pakuwon Mall belum memberikan keterangan resmi, namun diimbau agar para pengunjung lebih memperhatikan posisi parkir kendaraan demi kenyamanan bersama dan kelancaran lalu lintas di area parkir tertutup.
Merapi Uncover tweet media
Indonesia
16
3
30
22.2K
machhendra atmaja
machhendra atmaja@setyakie·
@fajarnugros @grok Nyoba juga.. @Grok, baca dan analisa semua Twit² ku Nama : Jenis Kelamin : Usia : Pencapaian : Hobi : Pekerjaan : Masa Depan / Harapan : Traits : Buku Favorit : 5 (saja) Hal yang Disukai : 5 (saja) Hal yang Tidak Disukai : Zodiak :
Indonesia
1
0
0
85
Fajar Nugros
Fajar Nugros@fajarnugros·
Ikutan ah.. @Grok, baca dan analisa semua Twit² ku Nama : Jenis Kelamin : Usia : Pencapaian : Hobi : Pekerjaan : Masa Depan / Harapan : Traits : Buku Favorit : 5 (saja) Hal yang Disukai : 5 (saja) Hal yang Tidak Disukai : Zodiak : 😁😁😁
Indonesia
6
0
13
13.8K
Deara
Deara@tictacijo·
@setyakie @OnefootballM Federasi lu ga ngapa ngapain tolol, kenapa takut bener nyalahin anak raja satu itu?
Indonesia
1
0
0
79
machhendra atmaja
machhendra atmaja@setyakie·
Hanya di era STY kita yang rangking 150 ngerasa pede minta tanding ulang lawan Argentina. Hanya era STY kita ngerasa rangking is just a number. Dan baru di Era Kluivert kita disadarkan bahwa ga usah punya mimpi jauh kl hanya rngking 119
Indonesia
1
2
4
259
machhendra atmaja
machhendra atmaja@setyakie·
Dari kasus STY dan Kluivert ini paling tidak jadi pelajaran bahwa.. yang namanya Judi itu dilarang :)
Indonesia
0
0
1
98
machhendra atmaja
machhendra atmaja@setyakie·
Kita paham seandainya STY saat itu tidak diganti, belum tentu sukses juga.. tp paling tidak kita hanya akan kecewa satu kali. Kini kita hrus menanggung 3 kali kecewa dan penyesalan. 1. Ketika dia diganti, 2. Kualitas tidak jauh lebih baik, 3. Ya... Tidak lolos. :)
Indonesia
1
2
2
305
machhendra atmaja
machhendra atmaja@setyakie·
Apakah Twitter eh.. X.. halah, atau... X masih semenarik Twitter dl?
Indonesia
0
0
0
134
machhendra atmaja retweetledi
Merapi Uncover
Merapi Uncover@merapi_uncover·
[video]suasana apel KOKAM Nasional siang ini di Stadion Tridadi Sleman Yogyakarta (Fh_mftah)
Indonesia
8
8
57
18.9K
machhendra atmaja retweetledi
Haedar Nashir
Haedar Nashir@HaedarNs·
Memberikan amanat dalam Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang digelar pada Ahad (20/7) di Stadion Tridadi, Sleman, Yogyakarta.
Indonesia
10
43
280
10.1K
machhendra atmaja retweetledi
Racha Julian Chairurrizal
Racha Julian Chairurrizal@rachajulian_·
semoga kita tidak menjadi orang yg memperlakukan orang sebagaimana kita tidak ingin diperlakukan.
Indonesia
0
6
8
383
machhendra atmaja
machhendra atmaja@setyakie·
A journey is best measured in friends rather than miles.” – Tim Cahill
machhendra atmaja tweet media
English
0
0
2
123
machhendra atmaja
machhendra atmaja@setyakie·
"Life is not measured by time. It is measured by moments." Armin Houman
machhendra atmaja tweet media
English
0
0
0
75