Sultan
3.9K posts

Sultan
@sevenpri
Tantangan adalah apa yang membuat hidup menarik dan mengatasinya adalah apa yang membuat hidup bermakna
Indonesia Katılım Eylül 2009
3.3K Takip Edilen1.7K Takipçiler

Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing.
Indonesia
Sultan retweetledi
Sultan retweetledi
Sultan retweetledi

Suatu hari di Negeri AlengkaJenaka.
Bapak Patih Fafafufu mengadakan kunjungan kerja ke daerah terpencil di ujung Timur negeri.
Daerah yang harus dia majukan, sesuai titah Raja Wawawowo kepada beliau.
Dalam acara itu beliau langsung menemui warga di sana untuk menanyakan kondisi di lapangan. Namanya juga meninjau kan.
"Bu, selama ini apa yang masih jadi masalah di daerah sini? Saya akan bantu selesaikan"
"Ada DUA masalah besar buat kami, Pak Fafa"
"Apa itu, Bu?"
"Yang pertama, Puskesmas di sini sudah lama sekali tidak ada dokter dan perawatnya, kami jadi kesulitan untuk berobat. Terpaksa harus jalan kaki 4 jam untuk ke puskesmas yang ada dokternya"
Sigap pak Fafafufu meraih HP di kantongnya dan menelpon seseorang. Tampak beliau meminta dokter dan perawat ke salah satu menteri. Nadanya sangat tegas dan mendesak.
Tak lama dia berkata ke Ibu tadi,
"Beres, Bu. Masalah ini sudah saya atasi langsung. BESOK saya pastikan dokter dan perawat akan datang bertugas di sini."
(Ibu itu cuma terperangah dan takjub)
"Lalu masalah kedua apa, Bu", pak Patih Fafafufu semakin PD.
"Ini, Pak. Masalah besar kami yang satunya. Di sini tidak ada sinyal HP sama sekali untuk semua operator"

Indonesia
Sultan retweetledi
Sultan retweetledi

@abu_waras Ayo tuntut Anies dan Roy tunjukin ijazah asli hasil scan, berani gak?
Indonesia
Sultan retweetledi

Subuh 1945, ia justru mengirim telegram saat semua raja lain masih menunggu arah. Di meja istananya, keputusan itu langsung memotong masa depan keluarganya sendiri.
Namanya Sultan Syarif Kasim II. Raja terakhir Siak Sri Indrapura.
Isi pesannya singkat.
Tidak ada syarat.
Tidak ada negosiasi.
Kesultanan Siak berdiri penuh di belakang Republik Indonesia.
Beberapa hari kemudian, ia tidak berhenti di kata-kata.
Ia membuka kas kerajaan.
13 juta gulden keluar. Jumlah yang, jika dihitung hari ini, setara lebih dari Rp1 triliun.
Belum selesai.
Mahkota emas dilepas. Pedang bertatahkan berlian ikut diserahkan. Perhiasan kerajaan menyusul. Saat itu, Republik bahkan belum punya kas negara yang jelas.
Di titik ini, pilihannya sebenarnya masih terbuka. Ia bisa seperti Yogyakarta.
Tetap berkuasa...
Mendapat status istimewa !
Ia tidak memilih itu
Siak dilebur penuh ke dalam NKRI.
Tanpa syarat !
Tanpa kursi !
Tanpa jaminan masa depan politik !
Bersamaan dengan itu,
wilayahnya ikut masuk. Termasuk kawasan yang kelak dikenal sebagai Blok Minas. Salah satu ladang minyak terbesar Indonesia.
Negara tumbuh...
Devisa mengalir...
Hidupnya justru mengecil 😢
Ia meninggalkan istana. Pindah-pindah antara Jakarta, Aceh, lalu kembali ke Siak.
Tidak ada jabatan...
Tidak ada protokol...
Catatan tentang masa tuanya selalu sama : sederhana !
23 April 1968, ia wafat di RS Caltex, Rumbai.
Bukan di istana..
Bukan sebagai raja..
Tiga puluh tahun kemudian, negara baru memberi gelar.
Pahlawan Nasional, 1998.
Dan satu hal yang jarang disebut di awal cerita :
Ia tidak kehilangan tahta karena direbut.
Ia yang menyerahkannya sendiri !

Indonesia
Sultan retweetledi

Sebuah video percakapan hangat antara Mr. Komang dan seorang wisatawan bernama Peter mendadak viral.
Dalam dialog tersebut, Mr. Komang menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk melepas beban duniawi dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Peter tampak terkesan dengan penjelasan logis mengenai filosofi gerakan ibadah tersebut.
Aksi Mr. Komang ini pun banjir pujian warganet karena dinilai berhasil memperkenalkan wajah Islam yang damai sekaligus mempererat toleransi antarbudaya di Pulau Dewata.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Bali #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Indonesia
Sultan retweetledi

Teman2 terimakasih atas video & poster pernyataan dukungannya. Saya sejujurnya penakut. Ini juga membuat sy takut karena siapa sih yg tdk takut berhadapan dengan kekuatan negara sendiri. Namun, saya memilih melawan. Apapun konsekuensinya. Kebetulan negara kita mendukung z10n15. Sekalian kita melawan pro-z10n15. Terus bangkit melawan imperalis!
Indonesia
Sultan retweetledi

Orang G@blok emang pasti nyari alasan buat nyerang..
Sehat² selalu ya pak JK..
Jusuf Kalla: Selama 75 tahun Haji Kalla Berdiri, Tidak Pernah Terlambat Bayar Kredit
Jusuf Kalla menjelaskan soal kredit sebesar Rp30 triliun di Bank Himbara (bank BUMN). Menurut dia, kredit hingga 30 triliun di bank himbara itu artinya dia dipercaya. Karena perbankan tidak sembarang memberi kredit hingga Rp30 triliun.
“Saya cuma 30 T. Sementara konglomerat lainnya bisa lebih 100 T. Kenapa saya yang diserang. Selama 75 tahun perusahaan Haji Kalla, tidak pernah terlambat bayar kredit walaupun satu hari. Coba tanya ke bank-bank itu...”
“Justru dari kredit 30 Triliun, tiap tahun saya bayar bunga 3 Triliun sebagai pemasukan, keuntungan ke Bank...”
“Tidak ada kaitannya sama uang negara. yang saya pinjam adalah uang rakyat, uang nasabah yang dibisniskan bank lewat kredit. Untuk apa saya pakai uang Rp30 Triliun itu ? Untuk pembangunan, saya bangun PLTU di Sulawesi dan Sumatera, bantu pemerintah sediakan listrik ke rakyat...”
“Okelah sekarang kalian mau menjatuhkan saya lewat kredit, saya kembalikan semua uangnya, saya tutup kreditnya, saya hentikan PLTU. Sumatera dan Sulawesi gelap”. Jadi jangan macam-macam, jatuhkan saya lewat kredit itu”
Kredit saya paling besar untuk investasi green energi, hampir 1.500 Mega watt, yang lainnya hanya 25 Mega, 10 Mega, sudah bangga. Saya bangga bisa menerangi Nusantara, bisa menjadi cahaya bagi rakyat. Bisa memberi pendapatan kepada bank lewat bunga 3 T per tahun.”
“Terpentingnya, di semua PLTU yang saya bangun tidak ada orang asing yang bekerja. Hanya satu, konsultannya, itu dari Kanada, tugasnya hanya datang ke Indonesia beberapa hari lakukan penilaian standar global..”
“Apa yang saya lakukan, semua untuk rakyat, untuk menerangi rakyat. Kasih tau semua para Termul-Termul itu...”.
~ha

Indonesia
Sultan retweetledi

Sultan retweetledi

@muttle9 @BivitriS @feriamsari Swasembada Beras ≠ Swasembada Pangan.
Menurut Feri: Data swasembada beras pun masih perlu diuji kebenaran datanya apalagi data swasembada bahan pangan lainnya
Indonesia

@BivitriS @feriamsari Saya lapor ke Mendiktisaintek bukan karena kritiknya, tapi minimal sbg dosen PTN menyesatkan masyarakat dgn tudingan bahwa "data swasembada palsu, presiden membohongi publik secara terang2an" TANPA BUKTI samasekali!
Minimal ceroboh, apalagi jika sengaja
x.com/muttle9/status…
d'animosity@muttle9
@regar_op0sisi @prabowo @kementan Mendiktisaintek @Brian_Yuliarto @Kemdiktisaintek Ini ada satu lagi dosen PTN yang meresahkan masyarakat dgn mengklaim data2 pemerintah terkait swasembada beras adalah bohong. Mohon klarifikasi..
Indonesia

ASN = Aparatur Sipil NEGARA. Mengabdi ke negara buat mengurusi warganya. Mrk bukan abdi pemerintah, apalagi presiden. Bongkar pikiran negara=pemerintah. Bongkar feodalisme. Presiden bukan raja. Ini republik.
Dungu banget yg nyerang2 @feriamsari krn dia ASN.
Indonesia
Sultan retweetledi

Low gas. Fast blocks. Real throughput.
EVOZ Layer 1 is engineered for the next economy not just the next hype cycle.
#BuildOnEvoz

English
Sultan retweetledi

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)




Indonesia

Security is the foundation of trust.
Decentralized systems rely on participation and validation.
#EVOZ #Security #Blockchain

English






