Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ

8.8K posts

Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ banner
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ

Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ

@sheivh

Fan Artist Multifan┃NCP/CP┃리디 MTL┃#레드캔디 #배드애플┃#어바등 (#해무 · #째무)¹┃#전독시(#중독 · #상수)²┃🚫 Antis/18↓ DNI┃【¹】❌🔁 Multiship, Please mind your landmines!┃다CP·지뢰배려

【²】🐟🦑 +👤📚 | FUBM🆗 | 🕰️🌺 Katılım Şubat 2025
798 Takip Edilen755 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ
✦ Art Thread / Portfolio ✦ — See reply ↓ 𝘂𝗻𝗱𝗲𝗿 𝘁𝗵𝗶𝘀 ↓ pinned tweet, Format👇 ╰┈➤ 𝗙𝗮𝗻𝗱𝗼𝗺 [ ORV / EBD / 1ˢᵗBL / ..] ‖╰┈➤ Art ‖╰┈➤ Animation ‖╰┈➤ Meme ‖╰┈➤ Fanmerch / Craft
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ@sheivh

[ 2024 - 2025 ] 4 representative works I started my journey as "Shei" just to share Red Candy art in 2024. In the beginning of same year, I also started reading both ORV and Eobadeung. In early 2025, I started drawing EBD and then in July, I got Apple'd. 4 titles I love dearly

English
2
2
4
1.3K
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ
pas tadi gw lagi ngeplay 'Separuh Aku', terus autoplay ke 'Kisah Cintaku' tiba tiba keinget dulu gw pernah bikin meme JD dari lagu itu HAHAHA
Indonesia
1
0
1
12
Fragment
Fragment@YourGayCousin51·
@sheivh Kaka dapet second hand immune system kah?
Français
0
0
0
9
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ retweetledi
하내
하내@Light1nth3Dark·
#어바등 구원자님
하내 tweet media
한국어
1
414
2.6K
25.4K
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ
Posisiku masih cuma bisa tiduran, tp tadi abis baca fic JD that checks out all my fav tropes. Kalau sejam lagi uda membaik, aku mau pindahin laptop ke tempat tidur buat gambar sebisanya
Indonesia
0
0
2
47
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ retweetledi
페사
페사@pesa21·
중혁독자
페사 tweet media
한국어
1
568
4.1K
23.4K
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ
Gw udah posisi kleyengan harus tiduran saking lemesnya, ternyata dokternya hari ini full (sebelum dapet rujukan, proses di puskesmasnya kelamaan). Sampai di faskes TL ternyata ada slot dokter sp 3 hari lagi, itupun belum bisa booking krn error code di aplikasi J/KN
Indonesia
0
0
0
36
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue harus lebih banyak disorot dan ini bukan kasus kecil. Rp28 miliar dana umat dikumpulkan selama 40 tahun raib. Pelakunya mantan kepala cabang bank BUMN sendiri. Kasusnya: Paroki Aek Nabara di Sumatera Utara menjadi korban penggelapan dana sebesar Rp28 miliar oleh mantan kepala cabang BNI bernama Andi Hakim Febriansyah. Uang itu bukan uang biasa. Itu dana yang dikumpulkan umat selama 40 tahun untuk pembangunan gereja, kebutuhan kesehatan, dan pendidikan jemaat. Empat dekade tabungan kolektif. Habis dalam satu pengkhianatan. Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya penggelapannya: Bendahara gereja menyampaikan sesuatu yang menurut gue adalah inti dari seluruh masalah ini: Deposito berjangka yang resmi bisa dicairkan tanpa tanda tangan saya, tanpa kehadiran saya, tanpa berhadapan dengan teller. Lalu di mana pengawasan BNI? Ini bukan pertanyaan retorika. Ini pertanyaan teknis yang serius. Dalam sistem perbankan yang sehat pencairan deposito berjangka membutuhkan verifikasi ketat. Ada prosedur. Ada tanda tangan. Ada konfirmasi kehadiran. Kalau semua itu bisa dilewati oleh seorang kepala cabang itu bukan hanya soal oknum. Itu soal lubang sistemik dalam pengawasan internal bank. Dan respons bank yang dikritisi: Paroki Aek Nabara menyatakan BNI kurang kooperatif dalam menangani kasus ini. Pihak gereja bahkan harus datang ke bank dan meminta pertanggungjawaban secara langsung setelah kasus ini sudah jelas melibatkan pegawai bank yang datang atas nama BNI, bukan atas nama pribadi. AHF adalah wajah BNI bukan AHF sebagai pribadi. Karena itulah kami percaya. Dan ini adalah poin hukum yang sangat kuat. Ketika seseorang datang dalam kapasitas jabatannya sebagai kepala cabang bank BUMN kepercayaan yang diberikan bukan kepada individu itu. Kepercayaan diberikan kepada institusi yang dia wakili. Kalau institusinya kemudian cuci tangan dengan mengatakan itu oknum itu adalah respons yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab. Ini bukan pertama kalinya: Kasus penggelapan oleh oknum pegawai bank BUMN bukan fenomena baru di Indonesia. Dan polanya hampir selalu sama: pelaku adalah orang dalam yang dipercaya, korban adalah nasabah yang percaya pada nama besar institusinya, dan respons institusi hampir selalu lambat dan defensif. Yang berbeda dari kasus ini adalah skalanya Rp28 miliar dari komunitas yang mengumpulkan uang selama 40 tahun dan korbannya adalah umat yang mempercayakan tabungan hidup mereka kepada bank negara. Yang perlu dituntut secara konkret: Satu BNI harus menjelaskan secara transparan bagaimana deposito berjangka bisa dicairkan tanpa prosedur verifikasi yang seharusnya berjalan. Dua Kalau ada lubang sistemik dalam pengawasan internal itu bukan hanya tanggung jawab pelaku. Itu tanggung jawab manajemen dan sistem audit internal bank. Tiga Korban berhak mendapat kompensasi dari institusi bukan hanya menunggu proses pidana terhadap individu pelaku yang mungkin butuh bertahun-tahun. Empat OJK sebagai regulator perbankan perlu memberikan penjelasan publik apakah ada kelalaian pengawasan dari sisi regulasi. Kalau bank BUMN tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang beroperasi atas nama bank lalu untuk apa ada bank negara?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
153
4.2K
7.8K
244.5K
Shei ᴼᴿⱽ⸍ᴱᴮᴰ⸍ᴿᶜᴮᴬ retweetledi
줏
@JPQaA5·
#orv 꿍싯 꿍싯
한국어
1
153
956
5.6K