shidqi maulana syifa

3K posts

shidqi maulana syifa banner
shidqi maulana syifa

shidqi maulana syifa

@shisyfa_

DiE4u @aerichandesuuuu

Jakarta Selatan, DKI Jakarta Katılım Aralık 2017
439 Takip Edilen76 Takipçiler
shidqi maulana syifa retweetledi
gussbagus F1
gussbagus F1@gussbagus_f1·
keduanya memiliki jawaban yang sama
gussbagus F1 tweet media
Indonesia
38
1.1K
5.1K
54.4K
shidqi maulana syifa retweetledi
SiraitBatakDusun™️
SiraitBatakDusun™️@bachrum_achmadi·
Giliran KAI ada kecelakaan, itupun krn taksi, Dirut KAI diminta mundur oleh DPR. Ehh…pas MBG byk anak sekolah yg keracunan, kpl BGN malah tambah foya2 pake anggaran dibiarkan DPR. Bangke ga tuh! 🤣🤣🤣
Indonesia
113
17K
47.2K
345.2K
shidqi maulana syifa retweetledi
BEBEL
BEBEL@pasifisstate·
Nah inilah putra terbaik bangsa kalo ngeroko
Indonesia
1.2K
13.9K
50.6K
1.4M
shidqi maulana syifa retweetledi
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
INI BERITANYA KOK BELUM RAME YA DI MEDIA GEDE? AKU CEK GOOGLE PUN HANYA MEDIA LOKAL YANG NGOMONGIN INI??? 💚
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
265
6.1K
21.4K
474.8K
shidqi maulana syifa retweetledi
(bukan) Nini Tulalit
Greget sampai hari belum viral2 juga kasus ini 🤬 Bantu up, teman2, biar aparat sigap bertindak utk menangkap pelaku.
(bukan) Nini Tulalit tweet media(bukan) Nini Tulalit tweet media(bukan) Nini Tulalit tweet media
Indonesia
65
5.8K
9.3K
148.9K
shidqi maulana syifa retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh > Beredar anggaran sepatu utk Sekolah Rakyat dr Kemensos Rp27M, per pasang: ~Rp700rb. > Beredar jg foto yg nunjukin Mensos kasih sepatu merk lokal > Dikritik keras krn mahal, apalagi klo liat fotonya, harusnya gak segitu harganya. Byk dugaan jd lahan mark up (1/2)
Reynaldi Daud@reynaldi_daud

Hello, X! Perkenalkan aku Reynaldi. Owner dari brand Stradenine, brand lokal asli Surabaya. Hari ini nama Stradenine mendadak ramai diperbincangkan terkait berita yang beredar. Maka dari itu ada beberapa hal yang kami perlu luruskan.

Indonesia
78
1.2K
4.4K
330K
shidqi maulana syifa retweetledi
Bring Me The Horizon
Bring Me The Horizon@bmthofficial·
when it rains it fucking pours
English
24
902
4.5K
95.3K
shidqi maulana syifa retweetledi
K.Wijono
K.Wijono@KWijono·
BREAKING: SKANDAL HUKUM INDRAMAYU! KAKI TERDAKWA DIPATAHKAN POLISI, JPU TAKUT HADIRKAN SAKSI KUNCI! 😱 "Saya bukan pembunuh, kaki saya sengaja dipatahkan biar mengaku!" Itulah teriakan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan 1 keluarga di Paoman, Indramayu. Sambil merangkul wartawan—karena kakinya sudah hancur—Ririn membongkar konspirasi keji yang menghentakkan nurani. YANG MEMBUAT BANYAK ORSNG TERBELALAK: 1. Sadisnya "Pengakuan" Palsu Polres Indramayu diduga mematahkan kaki Ririn agar mengaku sebagai pembunuh. Padahal saat pembantaian terjadi, Ririn TIDAK ADA DI TKP. Sidik jarinya ada karena ia bertamu sebelum & sesudah kejadian—bukan saat eksekusi. 2. JPU Kabarkan Ketakutan Saksi kunci, Priyo Bagus Setiawan, keburu buka suara: Pelaku sesungguhnya adalah Hardi & Yoga, otaknya Aman Yani (motif utang Rp120 juta). Namun Jaksa Penuntut Umum TIDAK MAU menghadirkan Priyo di persidangan. Alasannya? Takut kebongkar bahwa Ririn hanyalah korban salah tangkap! 3. Ironi Mencari Keadilan Ririn sampai merangkak ke wartawan karena suaranya berusaha dibungkam. Kakinya patah, jiwanya terluka, tapi semangatnya membakar. Ia berani melawan meski tubuhnya hancur. 4. Ancaman Besar: Jika pria tak bersalah ini dipenjara, maka pembunuh asli masih bebas. Bayangkan, keluarga korban pun tak dapat keadilan sejati. PERTANYAAN BESARNYA UNTUK POLRES INDRAMAYU & JPU: "Jika dakwaan Anda benar dan bukti kuat, kenapa takut menghadirkan saksi kunci? Hadirkan Priyo! Biar terang benderang!" Ririn bukan pembunuh. Dia hanya tamu yang salah waktu. Dan kakinya dibayar dengan harga yang terlalu mahal. Jangan biarkan orang tak bersalah membusuk di penjara sementara para pembunuh sejati tersenyum bebas! Indramayu butuh jawaban, bukan luka lagi!
Indonesia
461
7.1K
11.8K
228.1K
shidqi maulana syifa retweetledi
Kangkung
Kangkung@pedas__manis·
Anggota DPR plenger yang mendesak Dirut KAI mundur ini namanya : Firnando Hadityo Ganinduto Fraksi Golkar Komisi VI Dapil Jawa Tengah I Dirut KAI di suruh mundur tapi dia gak punya nyali mendesak mundur: •Kepala BGN atas ribuan kasus keracunan MBG & pemberian insentif meskipun SPPG tutup ••Dirut BNI atas kelalaian pengawasan KCP Aek Nabara •••Menteri Perdagangan & Menteri Perindustrian atas naiknya harga plastik gila-gila an Pliss lah, jangan sampe satu-satunya BUMN profesional bagus ini dirusakin politikus. Ini jelas-jelas kecelakaan KAI gara-gara taksi ijo itu. Apa jangan-jangan karena investornya si stafsus itu jadi pada gak berani nyalahin taksi tsb?
@buywle

Tanda² 😹

Indonesia
112
2.7K
6.5K
498.6K
shidqi maulana syifa retweetledi
Vikir Van Baskerville
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl·
Sekarang aku yakin kalau ada kecelakaan kereta di Indonesia mostly bukan salah KAI. Sejak isu kereta naik ini banyak berita dan video lewat: 1. Taksi, truk dan sepeda motor nerobos palang pintu perlintasan. 2. Ada orang jalan dengan santainya ketika kereta lewat. 3. Bocah ngeganjel rel. Ini bukan ketidakprofesionalan KAI, ini ketololan warga. Pure tolol aja warga kita.
Indonesia
261
4.1K
12.9K
957.5K
shidqi maulana syifa retweetledi
Lambe #RESIN6
Lambe #RESIN6@LambeResing·
VCARB JADI KUNING! Racing Bulls merilis special livery #MiamiGP, dengan warna kuning yang terinspirasi dari Red Bull Summer Edition Sudachi Lime. Racing Bulls rasa VR46 Racing Team rekk 🟡
Lambe #RESIN6 tweet mediaLambe #RESIN6 tweet mediaLambe #RESIN6 tweet mediaLambe #RESIN6 tweet media
Indonesia
30
49
611
21.3K
shidqi maulana syifa retweetledi
Vikir Van Baskerville
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl·
LAH setelah diatur kang parkir malah ngga macet 🤣🤣🤣
Indonesia
2.1K
11.1K
76.2K
3.1M
shidqi maulana syifa retweetledi
Faizal
Faizal@zalkad·
Lagi viral di Thailand, Cerita lucu penuh plot twist tentang kucing,😂 Simak aja credit IG @ cicibangkokk Aslinya dari akun orang Thailand @ The ภาระ Setelah Twit serius saatnya twit tidak serius untuk sore hari ini. #zalkadthelounge #kucing
Faizal tweet mediaFaizal tweet mediaFaizal tweet mediaFaizal tweet media
Indonesia
178
3.5K
8.8K
525.9K
shidqi maulana syifa retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
363
5.3K
9.1K
481.8K
shidqi maulana syifa
Ada niatan mau langganan google drive yang 30gb karena 15gb udah mulai penuh pas banget di akhir bulan mau isi kuota malah di kasih free 200gb google one makasih ya @triindonesia tapi pls dong jang 28 hari banget 30 kek hehe
Indonesia
2
0
0
383
shidqi maulana syifa retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 halo semua, mohon bantuannya untuk sebar ini yaa.. temen aku ayahnya diancam penjara 8 tahun dan dituduh merugikan negara 54,5 M padahal ayahnya sudah MENANG DI PENGADILAN 4X!! TANAHNYA MILIK AYAHNYA TETAPI DIA DAN SATU KELUARGA DIANCAM, DISADAP, DAN DIGELEDAH!!
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
134
10.9K
23K
298K
shidqi maulana syifa retweetledi
☔📜/🥃🔍
☔📜/🥃🔍@shakashaka2love·
TIGA MENIT CUY........ BERARTI EVEN KAI PUN MEMANG GABAKAL BISA NYAMPEIN INFONYA KE KAJJ KARENA UDAH KADUNG DALAM PERJALANAN DGN KECEPATAN TINGGI DAN KARENA GASEMPET, JDERRRR. KERETA DARI BEKTIM GABISA MAJU KARENA KEHALANG MOBIL (KECELAKAAN #1). DRIVER BAJINGGGANNNNNNNN.
ruka@kohadaruka

semoga kalian mengerti apa yang gua katakan🙏🏼

Indonesia
54
5.7K
38.3K
927K
shidqi maulana syifa retweetledi
ruka
ruka@kohadaruka·
semoga kalian mengerti apa yang gua katakan🙏🏼
Indonesia
82
1.4K
10K
1.5M
shidqi maulana syifa retweetledi
NyxNara
NyxNara@NaraSenyap·
Sempat terekam Kamera Penumpang KRL di stasiun Bekasi Timur yg turun dari kereta untuk melihat Insiden KRL yg menabrak taksi ijo di jalur depan, Nampak Gerbong KRL terdorong maju kedepan. 📹Istimewa
Indonesia
137
3.5K
21.7K
983.6K