shelmuy

13.1K posts

shelmuy banner
shelmuy

shelmuy

@shlavaa

Jangan DM, DM eror

she/her Katılım Ekim 2017
2.8K Takip Edilen2.4K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
📎thread bacaanku
Indonesia
1
0
0
0
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
gue ada dititik hidup tuh yaudah dr anak kecil, sekolah, kerja, merit dan bekeluarga dan bersiap mati (menjalani kehidupan selanjutnya yang lain), tapi waktu cepet banget berjalan ortu udah makin tua, aku juga makin dewasa even beberapa orang bilang ini itungannya masih muda
Indonesia
0
0
0
13
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
aku gatau harus apa atas hidupku semoga Allah menunjukkan jalan selalu dan memberikan keberkahan, Aamiin
Indonesia
0
0
0
4
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
apa tadi aku telpun seluruh anak kos mendengar isi pembicaraanku yg penting penting itu karena jendela kubuka dan akses suara dari KM juga jelas
Indonesia
0
0
1
17
shelmuy retweetledi
jia🍓
jia🍓@keshikiayame·
Kebangun. Baca ini, semakin yakin kalo true love itu ada. Mencintai kekurangan dan kelebihan❤️ Mewek bgt bacanya😭
jia🍓 tweet media
Indonesia
17
136
1.2K
33.6K
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
baru aja ngtwt tadi pagi di mall lain ada mba-mba schedule sore/malemnya ke dp ya namanya libur bonus jadi everyonee healing and chillin' dp still worth it tapi liat timing either datang segasik jam buka, atau nghindari jam makan yg urge bgt di duhur/magrib, masih enak👍🏻
sel@stressedgurl1

semua orang ke dp kh inii?

Indonesia
0
0
0
28
shelmuy retweetledi
nadyahendra
nadyahendra@dya_nadyahendra·
@LittleScrett_ Bukan masalah pop mie atau apalah, she's simply just too tired and need a break. Every mother feel like this at some point. Dear ibunya, gpp nangis aja, udh legaan baru kembali bertugas menjadi ibu lagi. We understand, you already do your best.
Indonesia
0
31
1.1K
21.4K
shelmuy retweetledi
Loki
Loki@Itsneverbeus·
@tanyarlfes Sejujurnya tukang pijat berani overclaim karna mereka gak pernah dituntut malpraktek. Karna sejak awal gak ada yg bisa dikasuskan dalam konteks "pengobatan tradisional". Enak kan? Terima uang mau, minta bertanggungjawab gak mau... Wkwkwk
Indonesia
2
6
56
2.4K
shelmuy retweetledi
EnergyUp
EnergyUp@EnergyUp_·
A HARVARD psychologist says: “if you’ve achieved nothing by 25, you’ve avoided the most destructive illusion of youth”
EnergyUp tweet media
English
417
3.8K
83.8K
4.7M
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
definisi kalau sama orang lain, ga akan coba coba, atau masih ada insekuritas dari diriku jadi aku lebih prepareful kalau siapin semua sendiri dan nentuin waktuku
Indonesia
0
0
0
6
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
ternyata aku bisa kalau nekat jalan jalan sendiri
Indonesia
0
0
0
12
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
lagi nunggu waiting list di golden geisha jujur seru dengerin obrolan orang lain yg full schedule jam sekian makan di tentrem, nanti abis itu nonton di dp mall dan makan susitei, lanjut nongkrong di gm terus nyempetin ke rumah/kos buat makan pisang goreng
Indonesia
1
0
1
44
shelmuy retweetledi
Kucing Terbang
Kucing Terbang@sampahsushi69·
@tanyarlfes Lah lu mikirin adek lu, elu sendiri gimana kocak? Kalau lu islam nih yak, Yg harusnya tanggung jawab keluarga itu anak laki2 kalau bapaknya dah gak bisa. Bukan anak perempuan, anak perempuan sampe nikah itu tanggung jawab bapaknya sama sodara laki2nya. Gk ush kasian gt anjay
Indonesia
2
4
79
5K
shelmuy retweetledi
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
Dulu gue menganggap fenomena marriage is scary, anak anak itu berisik, setiap orang berlomba lomba untuk cepat, kesenjangan sosial, etc. Tapi pas Lihat sendiri, jarang ada. disekitarku, lebih banyak orang yang bahagia ketimbang bersedih, sumpek, dan semacamnya 💚
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
200
118
1.5K
60K
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
@tanyarlfes alhamdulillah nder gapapa rezki suami juga rezki istri
Indonesia
0
0
0
149
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 sekarang lagi "belajar" manja dan dikit2 minta tolong suami. Anehnya dia malah seneng kalo direpotin istrinya. Trus jajan pake duit suami ternyata enak bgt yaa, dia baik, ga pake diungkit2 kaya ortu ngasih ke aku yg sering diungkit2 🥺🥺
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
164
383
7K
104.3K
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
@amicgos iya kak kakak jaga kesehatan juga ya
Indonesia
0
0
0
4
an
an@amicgos·
@shlavaa Kamu masih butuh istirahat ga sih itu
Indonesia
1
0
0
13
shelmuy
shelmuy@shlavaa·
bangun siang, masih ngantuk banget badan capek
Indonesia
1
0
0
31
shelmuy retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
134
4.2K
16.9K
1.1M
shelmuy retweetledi
The Cats 𝕏
The Cats 𝕏@TheCatsX·
How it starts: How it ends:
The Cats 𝕏 tweet mediaThe Cats 𝕏 tweet media
English
9
510
2.4K
66.7K
PEDJOEANG
PEDJOEANG@risainnn·
@tanyarlfes klo budget lu banyak dan mau ambil samsung, ambil serie A, jangan S
Indonesia
1
0
0
300
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
minta tolong kasih +-nya juga ya kalo bisa. makasih 💚
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
38
0
48
9.3K