Ryos

118.7K posts

Ryos banner
Ryos

Ryos

@siKuruy

Surga Neraka itu urusan Allah yg PENTING jalani perintah-Nya jauhi larangan-Nya #forzainter #Shanks

Katılım Temmuz 2013
263 Takip Edilen355 Takipçiler
Ryos
Ryos@siKuruy·
@tanyarlfes Tolak lg. Pdhl sdh 2x gagal. Ada misi nihhh...
Indonesia
0
0
0
28
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
tanyarl masalahnya aku emang gasuka terima tamu, temen deketku aja ga kuajak. ini malah nawarin diri 3 hari berturut2😭 dan mereka datang ga sendiri. aku baru setahun di kantor itu cbgai cpns, mereka para p3k yg mau dateng.
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
40
6
171
25.7K
Ryos retweetledi
GIBOLofficial
GIBOLofficial@GIBOLofficial·
Piala Dunia paling waduhh!! - Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama yang menolak memberikan akomodasi di dalam negerinya kepada tim nasional yang telah lolos kualifikasi turnamen. - Pemerintah AS secara resmi telah memberi tahu FIFA bahwa mereka tidak menginginkan tim Iran berada di wilayahnya sepanjang turnamen, meskipun ketiga pertandingan grup Iran dijadwalkan dimainkan di dalam perbatasan mereka sendiri. - Tim Nasional Iran akan menjalankan seluruh pemusatan latihan (camp) Piala Dunia, sesi latihan, dan akomodasi mereka di Tijuana, Meksiko. - Pada hari pertandingan, mereka akan menyeberangi perbatasan untuk bertanding di Los Angeles atau Seattle, dan kembali ke Meksiko pada malam yang sama. Tidak ada camp tetap di AS, tidak ada hotel, bahkan tidak ada satu pun menginap semalam. - Tidak ada tim nasional dalam sejarah sepak bola yang pernah menghadapi tantangan logistik seperti ini di Piala Dunia.
Football Critix@footballcritix

🚨 DÜNYA KUPASI TARİHİNDE GÖRÜLMEMİŞ OLAY! ▪️ ABD, turnuvaya katılım hakkı kazanan bir milli takımın ülkede konaklamasını reddeden ilk Dünya Kupası ev sahibi oldu. ▪️ ABD yönetimi, İran'ın üç grup maçı da kendi sınırları içinde oynanacak olmasına rağmen, turnuva boyunca takımı topraklarında istemediğini FIFA'ya resmen bildirdi. ▪️ İran Milli Takımı tüm Dünya Kupası kampını, antrenmanlarını ve konaklamasını Meksika'nın Tijuana şehrinde yapacak. ▪️ Maç günleri sınırı geçerek Los Angeles veya Seattle'da sahaya çıkacaklar ve aynı gece Meksika'ya geri dönecekler. ABD'de sabit kamp yok, otel yok, tek bir gece konaklamak bile yok. ▪️ Futbol tarihinde hiçbir milli takım, bir Dünya Kupası'nda böyle bir lojistik zorlukla mücadele etmemişti.

Indonesia
98
296
1.3K
176.2K
Ryos retweetledi
Ajie
Ajie@ajiehatadji·
Setelah 10 tahun berkarir di akademik, satu hal yg bisa saya garisbawahi yg menjadi salah satu masalah dasar pendidikan tinggi di Indonesia: Etika Akademik. Dari mulai perjokian tes masuk-skripsi di mahasiswa hingga ghost writing, jurnal predator, cherrypicking data di dosen.
Indra Charismiadji@icharis

🚨 Skandal ISPPD bukan sekadar aib akademik. Ini kotak pandora wajah riset Indonesia. Jika benar ada dugaan pemalsuan identitas dan fabrikasi data riset oleh oknum peneliti Indonesia di forum internasional, maka pertanyaannya bukan hanya: siapa pelakunya? Pertanyaan yang lebih besar: sistem riset seperti apa yang melahirkan mentalitas mengejar panggung, sertifikat, hibah, dan angka kredit—tetapi lupa pada kebenaran ilmiah? Pasal 31 ayat 5 UUD 1945 memerintahkan negara memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan sekadar laporan riset. Bukan sekadar publikasi. Bukan sekadar konferensi. Bukan sekadar administrasi. Riset harus melahirkan ilmu, teknologi, inovasi, dan kedaulatan bangsa. Vietnam sudah mengekspor mobil listrik ke Indonesia. Kita masih sibuk menggali isi perut Ibu Pertiwi dan mengimpor BBM dari negara tanpa sumur minyak seperti Singapura. Inilah saatnya reformasi total ekosistem riset: pendanaan, tenure track, integritas akademik, pelaporan, regulasi, dan budaya ilmiah. Bangsa besar tidak dibangun oleh riset di atas kertas. Baca artikel lengkap: kedaipena.com/skandal-isppd-… #SkandalISPPD #RisetIndonesia #UUD1945 #PendidikanTinggi #IntegritasAkademik #IndonesiaEmas2045 #ReformasiRiset #IlmuPengetahuan #Teknologi #Kampus

Indonesia
3
63
223
5.4K
Ryos
Ryos@siKuruy·
@intinyadeh Ibarat kasus crazy rich KW begitu juga mereka ini, bio di medsos pamernya ngeri... Tahunya hasil kejahatan 🤣
Indonesia
0
0
12
3.3K
Ryos retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh abis dilaporin ke EO konferensi Denmark kemarin, Prihantini jg email ke EO, nyertain bbrp screenshot, blg ada boikot ke dia dr peneliti Indo lain. Jd pihak EO mutusin akan ttp reimburse travel grant Prihantini (tadinya mau dicancel). Investigasi dr EO masih lanjut.
wind 🍉🏒@thetaintedsrrw

Prihantini tetap mencoba mempertahankan travel grantnya dgn mengirim screenshot2 kepada pihak organizer seolah2 ada boycot personal dari kami, walaupun sudah mengakui dan minta maaf secara publik melalui akun instagram baru mereka. Berikut email yang kami dapatkan dari organizer.

Indonesia
11
136
600
61K
Ryos retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Strategi Rifaldy Prihantini cs: Diliat dari track recordnya, mereka klo submit judul tuh total tim mereka bisa 5 judul, 7 judul, atau kalo ga salah yang Denmark kemarin ampe 20 judul gak sih?? Buat apa? MEMPERBESAR PELUANG KETERIMA atay lolos travel grant. Misal undian, klo cuman 1 kan peluangnya lebih kecil dibanding masukin 2 atau 5, apalagi 20. Pertanyaannya: Risetnya kapan? Sumber data dapat dari mana? Peneliti umumnya kalo dia ngerjain sendiri/penulis pertama, setahun paling 2-3 kali conference. Kecuali klo profesor, punya mahasiswa banyak, ya mahasisnwanya yang kerjain dibawah bimbingannya. Itu juga profesornya nama terakhir. Itupun ga sesering mereka loh Prof pergi conference.😭 Klo ini kan mereka aja muter2 first authornya gada mahasiswa. Banyak yang sebagai nama pertama dalam 1 conference bisa 3 judul. Belum conference mereka keknya sebulan bisa sekali or dua kali. Ajarin lah pake jurus apa? Mana tau kan bisa junjitsu.
Ardianto Satriawan tweet mediaArdianto Satriawan tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Update: Katanya Rifaldy dan Prihantini cs mau ada kongres terdekat di Korea Selatan 29 Mei ini??! Trus jumlah papernya banyak, Rifaldy 3 judul, Prihantini 3, Shannaz 1. Mantab betul..

Indonesia
38
201
837
31.9K
Ryos retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
"Pak TU kampus" "Gimana Mutia?" "Saya mau apply beasiswa, saya kesulitan bayar UKT" "Minta surat keterangan tidak mampu ke RT ya" "Baik Pak" *** "Pak RT, saya mau minta surat keterangan tidak mampu" "Kamu bukannya Mutia, anaknya Pak Solihin, dosen di kampus itu?" "Iya Pak" "Lah, penghasilannya bukannya lumayan?" "Bapak lagi tugas belajar Pak, jadi dapetnya cuma gaji pokok doang." "Oh gitu, ini saya kasih surat pengantar, sekarang yang ngeluarin SKTM Dinas Sosial." *** "Pak Dinas Sosial, minta SKTM." "Ada surat keterangan dari RT sama slip gaji terakhir orang tua?" "Ini Pak." "Lah, ini gaji Bapak kamu gede?" "Tapi Bapak baru mulai Tugas Belajar Pak, jadi yang di situ tunjangan sama sertifikasi masih lengkap." "Wah, saya gak bisa ngeluarin SKTM kalau gitu, soalnya di sini penghasilan Bapak masih di atas syarat." "Waduh, terus gimana ini Pak?" "Coba ke bank sama Bapak, siapa tahu bisa ada pinjaman" *** "Bu CS Bank, saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya" "Baik Pak, saya cek dulu" "Pak Solihin, setelah kita cek penghasilan, kita gak bisa kasih pinjaman." "Kenapa Bu?" "Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi." "Waduh, terus gimana ini Bu?" *** "Pak TU kampus, saya gak bisa dapet SKTM Pak" "Udah coba pinjam bank?" "Gak bisa Pak, penghasilan Bapak saya gak cukup." "Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus" *** "Mas, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?" "Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun" "Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?" "Iya Mbak" "Waduh, itu biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya" *** "Pak TU kampus, gak bisa Pak, saya gak kuat bayarnya" "Kamu cuti dulu aja Mut. Kerja part time gitu." "Bisa ya Pak? Gimana prosedurnya?" "Kamu bayar 50% UKT, jadi 6.25 juta." "Hah?" *** "Mas pinjol, kayanya saya terpaksa pinjem deh, gak ada jalan lain" "Siap, ini saya transfer ya." "Kalau gagal bayar gitu gimana?" "Ada dendanya sama nanti kecatat di BI Checking." *** "Mutia, ini utangnya gak dibayar?" "Wah Pak Debt Collector, Bapak saya butuh bayar UKT buat Tugas Belajar S3 sama banyak perlu lain, gimana?" "Gak bisa bayar sekarang?" "Iya, gimana?" "Ya udah, ini dendanya saya catat ya, ini udah numpuk dari semester 3 sampai lulus" *** "Ini CV kamu bagus banget, aktif di organisasi" "Iya, makasih Bu rekruter." "IPK kamu juga bagus, skill set kamu juga sesuai sama yang dibutuhin user kita." "Terima kasih." "Oke, kita finalisasi paperwork dulu ya sebelum offer." *** "Halo, ini HRD perusahaan X, mohon maaf banget, setelah kita cek, BI checkingnya jelek. Kami gak bisa terima." "Tapi kan saya butuh kerjaan buat bayar utang UKT?" "Iya tapi perusahaan kami aturannya begitu. Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Gimana saya bisa perbaiki kredit kalau saya gak ada penghasilan?" "Coba ke perusahaan lain." *** "Halo, ini HRD perusahaan Y, setelah kita cek, BI checkingnya jelek. Kami gak bisa terima." "Tapi kan saya butuh kerjaan buat bayar utang UKT?" "Iya tapi perusahaan kami aturannya begitu. Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Gimana saya bisa perbaiki kredit kalau saya gak ada penghasilan?" "Coba ke perusahaan lain." *** "Halo, ini HRD perusahaan Z, setelah kita cek, BI checkingnya jelek. Kami gak bisa terima." "Tapi kan saya butuh kerjaan buat bayar utang UKT?" "Iya tapi perusahaan kami aturannya begitu. Mungkin bisa diperbaiki dulu kreditnya." "Gimana saya bisa perbaiki kredit kalau saya gak ada penghasilan?" "Coba ke perusahaan lain." *** "Mutia, kamu udah dapet kerja belum?" "Pak Harjo! Tumben nelpon saya? Makasih udah dibimbing skripsi Pak, saya belum dapet kerja." "Saya lagi butuh orang buat kerja di lab, kamu sekalian S2 aja di sini." "Terus bayar UKT sama biaya hidupnya gimana Pak?" "Ya kamu nanti sekalian bantu proyek saya, ada lah dikit-dikit." "Oh, boleh Pak." "Nanti kalau udah lulus saya rekomendasikan jadi dosen sekalian." *** "Selamat Mutia, udah lulus S2!" "Terima kasih Prof. Harjo!" "Kamu jadi mau jadi dosen kan? Saya bisa tulis rekomendasi." "Ya Pak." *** "Bu Mutia, dipanggil ke ruangan Pak Dekan." "Ada apa ya Mbak Admin?" "Ada yang mau diobrolin katanya." "Jam berapa mbak?" "Jam 1, habis makan siang." *** "Ada apa Pak Dekan?" "Bu Mutia kan udah 5 tahun jadi dosen di sini kan ya?" "Iya Pak." "Udah Lektor juga kan ya? Tapi ijazah masih S2 ya?" "Iya Pak." "Biar karir Bu Mutia lancar, kami minta untuk Tugas Belajar S3." "Wah, kalau nggak gimana Pak? Saya lagi banyak pengeluaran. Mana utang waktu S1 belum kebayar semua." "Nanti karir Bu Mutia stuck di situ." "Oh gitu, oke Pak." *** "Mbak Admin, kalau saya mau daftar S3 di univ sini aja, syaratnya apa aja?" "Kok gak ke luar negeri aja Bu?" "Anak saya baru masuk kuliah, di jurusan sebelah, adiknya mau masuk SMA." "Wah udah gede." "Iya, saya dulu nikah muda dan punya anak cepet." "Oh gitu, saya cek dulu ya syarat-syaratnya Bu, nanti saya hubungi." *** "Bu Mutia, syaratnya ini Bu: Ijazah sama Transkrip S1 dan S2, Hasil tes TPA, Hasil tes TOEFL, sama Proposal Penelitian." "Tes TPA sama TOEFL saya udah kadaluarsa, harus tes lagi?" "Iya Bu. Oh ya, nanti juga ada tes lagi dari jurusan." "Bentar, saya ngajar di jurusan Farmasi ini, punya beberapa paper di jurnal internasional di bidang ini juga, masih harus dites kemampuannya?" "Iya Bu, memang aturannya begitu." "..." *** "Mbak Admin, ini saya udah dapat tes TPA dan TOEFL saya, ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "Hah? Kok gitu, bukannya ini saya melaksanakan tugas secara profesional? Kok jadi uang saya pribadi yang keluar?" "Memang aturannya begitu Bu." "Uang pendaftaran ke universitas juga nggak ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "..." *** "Pak Dekan, saya kan udah urus pendaftaran S3 ke sini, untuk biaya UKT per semesternya gimana?" "Sekitar 15 juta per semester Bu." "Wah, saya gak kuat harus bayar segitu." "Bu Mutia cari beasiswa aja, ada LPDP atau BPI." "Bentar, ini saya kan melaksanakan tugas secara profesional kan Pak? Atas perintah Fakultas?" "Iya Bu." "Tapi saya disuruh cari pendanaan sendiri? Antara bayar sendiri atau beasiswa cari sendiri?" "Iya Bu. Memang begitu. Saya dulu juga begitu." "..." *** "Prof. Harjo, bisa jadi promotor S3 saya?" "Bisa Bu Mutia, tapi saya lagi minim funding beberapa semester ke depan. Hampir semua guru besar di fakultas kita lagi susah Bu." "Oh gitu Prof, kalau tanpa funding, gimana?" "Bu Mutia harus biayain penelitian sendiri." "Maksudnya?" "Beli mencit, reagen, bahan kimia, sama alat-alatnya secara mandiri Bu." "Bentar, jadi selain harus bayar UKT, saya juga harus bayar penelitiannya?" "Iya Bu." "Kan ini saya bertugas secara profesional kan Prof? Ada surat dari Fakultas loh saya disuruh Tugas Belajar, kok pakai uang pribadi?" "Saya dulu juga gitu Bu. Memang begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari lembaga beasiswa yang di-apply kemarin." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya dari LPDP sama BPI. Dibuka aja Bu." "..." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Dua-duanya nggak keterima Mbak, padahal saya juga PNS Dosen." "Waduh, jadi gimana Bu?" "Terpaksa bayar UKT pakai uang pribadi." "..." *** "Mbak Keuangan Fakultas, ini kok gaji saya tinggal gaji pokok PNS doang? Ini gaji pokoknya mana di bawah UMK pula." "Bentar saya cek ya Bu Mutia." "Tolong ya mbak, itu semua tunjangan sama serdos jadi ilang semua, saya lagi perlu biayain anak-anak saya." "Bu Mutia mulai tugas belajar semester ini?" "Iya Mbak." "Oh pantes, memang gitu aturannya Bu, selama tugas belajar yang diberikan hanya gaji pokok PNS." "Hah, kok gitu? Saya kan mengerjakan tugas ini atas perintah Fakultas?" "Memang aturannya begitu Bu." "..." *** "Halo Pak TU Kampus jurusan sebelah? Ini kok anak saya dapat UKT maksimum?" "Iya Bu, kan Ibu PNS." "Gak bisa daftar KIPK gitu?" "PNS gak bisa Bu. Pejabat dikbud bilang gitu kemarin." "Tapi gaji saya tinggal gaji pokok doang karena Tugas Belajar. Jadi di bawah UMK." "Wah, saya gak bisa bantu Bu. Memang aturannya begitu." "..." *** "Prof. Harjo, Alhamdulillah ini paper penelitian kita accepted di jurnal Q1." "Alhamdulillah. Ya udah, urus administrasinya ya." "Saya harus bayar APC Prof." "Berapa?" "USD 3000 Prof. Open Access berbayar. Kalau gak gitu, nunggu review aja bisa 1.5 tahun." "Waduh, hibah penelitian kita cuma sanggup bayar 10% dari itu." "Sisanya gimana?" "Kamu bayar sendiri." "Hah?" "Memang begitu. Saya dulu juga gitu" "..." *** "Prof. Harjo, biar saya lulus, saya butuh berapa paper jurnal Q1?" "Perlu empat Bu Mutia. Baru satu yang kemarin kan ya?" "Iya Prof." "Berarti yang tiga lagi sama kaya kemarin lagi? Biaya penelitian dan APC jurnal dari saya semua?" "Iya, terpaksa begitu, kita lagi krisis funding." "..." *** "Selamat ya Bu Mutia, sudah berhasil defense." "Terima kasih atas bimbingannya selama ini Prof. Harjo." "Saya minta maaf gak bisa bantu banyak ya Bu Mutia." "..." *** "Pak Dekan, saya mau resign." "Hah, kan baru lulus S3 Bu?" "Saya dapat offer di LN Pak, saya kelilit utang ratusan juta karena biayain penelitian, APC jurnal, kuliah anak pertama saya, sama sekolah adiknya." "Gak bisa Bu, kalau tugas belajar ada perjanjian harus mengabdi 2n+1." "Maksudnya?" "Kan Bu Mutia kemarin Tugas Belajar 4 tahun, berarti harus tetap di sini selama 9 tahun ke depan." "Hah?" *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat." "..." "Kenapa Bu?" "Kok saya dapat hukuman disiplin sedang? Kan saya lulus S3 kemarin 4 tahun? Udah perpanjang dari yang harusnya 3 tahun." "Ijazah Ibu bulan apa keluarnya?" "Oktober Mbak." "Waktu mulai S3 bulan apa?" "Agustus Mbak." "Berarti Ibu itungannya lulus 4 tahun 2 bulan Bu, lebih dari batas waktu." "Kan saya defense Juli? Sisanya cuma nunggu jadwal wisuda?" "Memang aturannya begitu Bu. Di Permendikbudnya ada Bu." "..." *** "Mbak Keuangan Fakultas, ini bener take home pay saya cuma segini?" "Bentar Bu saya cek." "Kok gak jauh beda sama pas waktu saya tugas belajar?" "Ini potongan karena hukuman disiplin sedang Bu." "Berapa lama bakal segitu?" "Setahun Bu. Aturannya memang begitu." "..." *** "Mbak Admin, saya mau mengajukan naik jadi Lektor Kepala, saya hitung kum saya sepertinya sudah cukup." "Ini formulirnya ya Bu, diisi selengkap-lengkapnya." "Oke Mbak." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat. Permohonan naik jabatan fungsional jadi Lektor Kepalanya ditolak Bu." "Hah, kok bisa?" "Ini ada empat jurnal internasional yang Ibu publikasikan selama S3." "Masalahnya apa?" "Gak bisa dihitung Bu. Publikasi selama tugas belajar gak bisa dipakai." "Berarti saya perlu penelitian dan publikasi empat jurnal internasional lagi dari awal, buat menggantikan kum dari itu semua?" "Iya Bu. Aturannya memang begitu." "..." *** "Mbak Admin Lembaga Penelitian Kampus, ada bukaan proposal riset gak? Saya gak kuat lagi kalau harus bayar pakai uang pribadi." "Ini ada beberapa Bu, mungkin bisa dicoba." "Bentar ya Mbak, saya baca-baca dulu." "Oke Bu." "Mbak, ini principal investigator risetnya harus minimal Lektor Kepala atau Guru Besar?" "Iya Bu." "Jadi, untuk jadi Lektor Kepala saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya perlu jadi Lektor Kepala?" "Iya Bu. Aturan proposalnya memang begitu." "..." *** "Halo Bu Mutia, ini Admin Lembaga Penelitian Kampus." "Oh ya, gimana Mbak?" "Ini ada bukaan proposal yang gak ada minimal jabatan fungsionalnya Bu." "Wah mantab, bentar ya saya baca-baca." "Ya Bu." "Mbak, ini memang gak boleh ada komponen honor penelitian? Sama sekali?" "Iya Bu. Termasuk Ibu juga gak boleh menggaji tenaga Ibu sendiri selama riset, karena sudah termasuk di tupoksi Ibu sebagai dosen." "Hah? Lalu honor peneliti juga gak bisa? Saya gak bisa bayar asisten mahasiswa saya dari hibah?" "Gak bisa Bu, aturannya memang gitu." "..." *** "Prof. Harjo, saya mau konsultasi sebentar." "Ah, Bu Mutia, masuk Bu silakan." "Dulu waktu Prof bimbing saya S2 kan bisa ada sedikit honor, gimana caranya Prof? Ini semua hibah penelitian gak ada yang bisa bayar saya dan mahasiswa." "Oh, gampang itu, saya dulu masukin komponen 'jasa konsultasi' ke pihak ketiga. Pihak ketiganya yang bayar Ibu dulu." "Wow, kok saya gak kepikiran. Pihak ketiganya siapa Prof?" "PT. Riset Luar Biasa, punya istri saya, jadi saya gak perlu bayar fee pinjam nama." "..." *** "Halo, Bu Dewi, ini Mutia." "Mutia muridnya suami saya dulu?" "Iya Bu, semoga sehat semua ya sekeluarga. Kalau saya mau pinjam nama PT. Riset Luar Biasa buat komponen jasa penelitian bisa Bu?" "Oh bisa banget, sebentar saya kirimkan ketentuan dan fee-nya." "Ini total dana hibahnya kecil sih Bu, cuma 100 jutaan, soalnya buat dosen peneliti pemula." "Oh gitu, kamu masukin aja 'jasa konsultasi' ke kita 30 juta. Nanti kita potong 10 juta buat fee, yang 20 juta bebas kamu pakai buat honor asisten." "Fee-nya 10 juta sendiri?" "Iya, aturan perusahaan kami memang begitu. Waktu suami saya minjem nama seniornya dulu dia juga gitu." "..." *** "Halo Bu Mutia, ini dari Admin Lembaga Penelitian Kampus." "Oh ya, ada apa Mbak?" "Mengingatkan minggu depan waktunya monitoring dan evaluasi perkembangan riset dari proposal Ibu yang kita terima kemarin." "Hah? Kan dananya belum turun? Tim kami belum juga beli reagen dan alat, apalagi mulai risetnya." "Biasanya yang lain udah nalangin dulu Bu pakai dana pribadi. Dana nanti turunnya tengah tahun." "Tengah tahun? Sekarang aja udah April dan paper publikasinya harus udah terbit di Desember?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu." "..." *** "Bu Mutia, saya minta tolong boleh." "Minta tolong apa Prof. Harjo?" "Ini minta review 2 paper ini, request dari 2 jurnal internasional tempat Bu Mutia publikasi pas S3 kemarin." "Oh, iya Prof. Ada honornya?" "Gak ada. Dari jurnalnya memang gak ngasih honor buat review." "Jadi dari APC USD 2000 yang dibayar sama penulis kemarin itu, gak ada sepeser pun yang masuk ke reviewernya?" "Iya, dianggap udah tupoksi akademisi. Memang gitu aturannya." "..." *** "Bu Mutia, ini dari Lembaga Penelitian Kampus." "Oh iya, gimana?" "Mau menagih luaran paper Bu. Sekarang kan bulan Desember, jadi harus sudah terbit." "Wah, saya masih belum dapat jawaban review dari jurnalnya, saya udah submit November kemarin." "Berarti belum terbit ya Bu?" "Belum." "Wah, kalau begitu ini dari lembaga hibahnya ada sanksi Bu." "Hah? Apa sanksinya?" "Ibu di-blacklist dari mengajukan riset lewat hibah ini selama 5 tahun ke depan. Mohon maaf ya Bu, aturannya memang begitu." "..." *** "Hamid! Kok pulang gak ngabar-ngabarin Nak? Tasya gak ikut?" "Iya Mah, kan awal Ramadhan. Mau sekalian ziarah ke makam Papah. Tasya gak dapet cuti Mah, sama kan susah bawa Nana, masih 1 tahun." "Oh gitu. Ya udah, masuk aja dulu, kan udah malem. Besok aja ziarahnya. Pas banget tadi Mamah tadi masak ayam goreng crispy." "Ya Mah." *** "Masakan Mamah gak berubah, tetep paling enak sedunia. Gimana mah kondisi kampus?" "Ya gitu lah. Apa yang mau diharapkan? Udah capek Mamah juga." "Kok gitu, kenapa Mah? Rasanya pembimbing Hamid dulu baik-baik aja." "Pembimbing Hamid dulu siapa?" "Prof. Tejo Mah" "Prof. Tejo dari jurusan Teknik Lingkungan?" "Ya kan Hamid emang kuliah di Teknik Lingkungan, Mamah gimana sih." "Rasanya dia gak pernah dapet hibah riset, kok dia udah Prof aja. Terus berkecukupan bener hidupnya, gak kayak kita, utang sana sini." "Oh itu, jadi gini cara dia Mah" "..." "..." "Oh gitu?" "Iya Mah." *** "Mbak Admin Jurusan, jadwal kuliah saya semester ini bisa dibuat Senin sama Jumat doang?" "Bisa Bu Mutia. Tapi bakal padat Senin sama Jumatnya." "Gak apa, saya harus ngerjain konsultansi di perusahaan anak saya tiap Selasa sampai Kamis. Kalau gak gitu gak cukup penghasilan saya buat nutup utang." "Di Jakarta Bu?" "Iya, makanya gak bisa commuting, saya harus menginap di rumah anak saya." "Absennya gimana Bu?" "Kamu bisa 'atur'?" "Oh, 'atur'? Kaya biasanya dosen lain ya Bu?" "Iya." "Siap. Aman Bu." *** "Halo, Dea?" "Ya Bu Mutia?" "Beasiswa S2 kamu kan ada kewajiban asistensi, kamu isi kelas Topik Pilihan Farmasi saya Jumat besok ya, kerjaan saya di sini belum selesai." "Siap Bu. Untuk bimbingan tesis Senin Ibu ada?" "Belum tahu, kontak saya aja nanti." "Ya Bu." *** "Ini kelas TPF kita yang ngisi emang Kak Dea terus? Gue jarang masuk, tapi sekalinya masuk kok Kak Dea lagi?" "Gak tahu nih, Bu Mutia cuma masuk pas pengenalan silabus aja. Sisanya Kak Dea." "Oh gitu, sibuk kayanya, jadi anggap aja dosen kita Bu Dea ya, asistennya Kak Mutia." "Iya, wkwkwk." *** "Untuk UAS TPF kalian, buat makalah ya. Ini tugas individu ya, bukan kelompok. Ini formatnya." "Baik Bu Mutia. Untuk penilaiannya gimana Bu?" "Kalau kalian sekedar nulis sampai selesai, nilainya C. Kalau berhasil sampai terbit di SINTA 6, C+. Terbit di SINTA 5, B-. SINTA 4, B. SINTA 3, B+, SINTA 2, A-. Yang paling tinggi SINTA 1, nilainya A." "Berarti harus terbit di jurnal nasional Bu?" "Iya, cantumkan saja nama saya jadi corresponding author di belakang nama kalian. Biasanya reviewernya udah pada tahu nama saya, kemungkinan diterimanya besar." "Baik Bu." *** "Enak ya kuliah Bu Mutia." "Iya, tugasnya cuma 1 makalah doang, sisanya diceramahin asisten." "Recommended lah buat kuliah pilihan." "Pantes aja isinya 50-an mahasiswa terus, penuh." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat." "Apa isinya?" "Penghargaan jurnal nasional terbanyak sekampus tahun ini." "Oh, mantab. Lumayan juga dua semester ngajar TPF." "Apa hubungannya Bu?" "Ada 2 semester kali 50 mahasiswa bikin makalah jurnal nasional, semua nyantumin nama saya." "..." "Pastikan semester depan saya ngajar TPF lagi." *** "Halo, Bu Mutia, ini Dea." "Kenapa Dea?" "Ini honor asisten gak masuk dari jadwal yang seharusnya Bu." "Oh, iya, biasanya memang telat 3 bulan." "Honor asisten yang cuma 500 ribu per semester itu selalu telat Bu? Walaupun dari 15 pertemuan, 13 di antaranya saya yang ngajar?" "Iya, memang begitu. Dari jaman saya mahasiswa dulu juga gitu." *** "Erna, lu apa kabar?" "Widih, tumben kontak gue Mut. Gimana nih?" "Lu masih jadi dosen di Malaysia?" "Masih lah, ogah gue balik, apalagi denger cerita elu. Di sini segalanya difasilitasi, mau APC jurnal puluhan juta juga dibayarin kampus." "Wih, coba kampus gue kaya gitu ya." "Lu bisa catut nama gue aja jadi co-author, entar gue reimburse-in ke kampus sini." "Wah menarik, ya udah, eksekusi ya." *** "Puput, pembimbing lu dulu Bu Mutia bukan?" "Iya, kenapa gitu?" "Ini kok skripsi gue tiba-tiba terbit jadi jurnal internasional ya? Cuma diterjemahin ke bahasa Inggris. Datanya sama persis." "Bagus dong, masalahnya apa?" "Nama pertamanya Bu Mutia. Gue jadi nama kedua." "Lah, kan emang gitu, gue dulu juga gitu." "Temen kita yang lain gimana?" "Si Fani bimbingannya Prof. Harjo juga gitu dulu." "Oh, berarti normal ya." "Kayanya sih gitu. Semua orang juga gitu." "Iya sih, toh kita udah lulus ini, gak ngaruh juga." *** "Selamat Bu Mutia, dapet penghargaan lagi, jurnal internasional terbanyak." "Makasih Prof. Harjo." "Kok bisa 12 jurnal internasional dalam setahun? Gila, fundingnya dari mana?" "Saya bikin 4 systematic literature review, 4 survey paper, sama 3 review konsep Prof. Kan sama aja mau paper riset atau review, yang kampus tahu mah sama-sama Q1. Yang paper riset cuma 1, dari bimbingan saya, itu juga semua mahasiswanya yang danain." "Oh gitu, modal baca sama nulis doang ya." "Iya, gak perlu keluar duit ratusan juta buat mencit, reagen, bahan kimia, sama alat." "Mantab, APC jurnalnya dari mana?" "Ada co-author saya di Malaysia, dia bisa claim reimburse buat APC sampai ratusan juta, tinggal catut namanya." "Oh, mantab. Saya dulu juga gitu." *** "Halo, Mutia?" "Oh Bu Dewi, ada apa ya?" "Ini kan awal tahun, waktunya ngajuin proposal hibah riset lagi, minat pinjam nama PT. Riset Luar Biasa?" "Oh, nggak Bu. Saya udah punya sendiri Bu, punya si Hamid anak saya. Jadi saya gak perlu bayar fee peminjaman." "Oh gitu, kalau perlu lagi kontak saya ya." "Siap Bu." *** "Selamat Prof. Mutia udah pengukuhan guru besar." "Makasih Mbak Keuangan Fakultas. Ini hasil dari publikasi jurnal nasional dan internasional rutin mbak. Cuma mau cek, ini Take Home Pay-nya memang bener segini?" "Iya Bu." "Besar sekali, beda banget sama saya beberapa tahun lalu." "Iya Bu, memang aturan penggajiannya begitu." "Jadi antara Guru Besar dan Dosen Muda itu selisihnya kaya langit dan bumi?" "Iya Bu, memang begitu aturan kampus kita." *** "Halo, Prof. Mutia, Pak Dekan kan mau pensiun, gantikan beliau ya semester depan. Cuma Prof yang memenuhi syarat di fakultas sana." "Oh baik Bu Rektor." "Nanti akan ada tunjangan struktural lagi di atas tunjangan guru besar." "Wah, terima kasih Bu. Memang beda sekali ya Bu jaman dosen muda sama sekarang." "Iya, saya dulu juga gitu." *** "Mbak Admin, bisa panggil Bu Lala?" "Ada keperluan apa ya Bu Dekan?" "Ada yang mau saya obrolkan." "Jam berapa Bu?" "Jam 1, habis makan siang." *** "Ada apa Bu Dekan?" "Bu Lala kan udah 5 tahun jadi dosen di sini kan ya?" "Iya Bu." "Udah Lektor juga kan ya? Tapi ijazah masih S2 ya?" "Iya Bu." "Biar karir Bu Lala lancar, kami minta untuk Tugas Belajar S3." "Wah, kalau nggak gimana Bu? Saya lagi banyak pengeluaran. Mana utang waktu S1 belum kebayar semua." "Nanti karir Bu Lala stuck di situ." "Oh gitu, baik Bu." *** "Mamah, Debi baru keterima nih di PTN favorit." "Waduhh, mama harus mulai Tugas Belajar nak." "Kenapa gitu?" "Penghasilan mama tinggal gaji pokok doang. Semua tunjangan distop." "Terus gimana Debi bayar UKT Mah?" "Coba kamu ke TU Kampus." *** "Pak TU kampus" "Gimana Debi?" "Saya mau apply beasiswa, saya kesulitan bayar UKT" "Minta surat keterangan tidak mampu ke RT ya" "Baik Pak"
Indonesia
952
5K
18.8K
1.7M
Ryos retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Kenapa banyak perempuan merasa ingin punya anak? Apakah ada "naluri maternal" bawaan? Artikel ini dari Prof. Rob Brooks (ahli evolusi) menjelaskan fakta ilmiah yang mengejutkan 👇 💐Maternal instinct and biology: evolution ensures we want sex, not babies💐 🌱 Evolusi tidak menciptakan keinginan bawaan untuk punya bayi. Yang diciptakan evolusi adalah dorongan seks yang kuat. Karena orang yang suka seks lebih mungkin punya keturunan. 🌱 Sebelum ada kontrasepsi, seks = kemungkinan besar hamil. Jadi evolusi cukup "memaksa" kita suka seks saja, tidak perlu ada gen khusus "ingin punya anak". 🌱 "Biological clock" atau baby fever di usia 30-an belum terbukti sepenuhnya biologis. Bisa sangat dipengaruhi budaya, sosial, dan tekanan lingkungan. 🌱 Kontrasepsi modern mengubah segalanya. Sekarang kita bisa pisahkan seks dari reproduksi. Makanya banyak orang aktif secara seksual tapi memilih childfree. 🌱 Yang benar-benar kuat secara biologis adalah naluri merawat (nurturing instinct) setelah bayi lahir. Hormon oxytocin dilepaskan saat melahirkan & menyusui, menciptakan ikatan kuat dan dorongan untuk merawat anak. jadi... ya... "Maternal instinct" itu ada dua: - Ingin hamil/punya anak → lebih banyak dipengaruhi budaya & pilihan pribadi - Naluri merawat anak → ini yang kuat secara biologis Nature vs Nurture memang kompleks..... artikel: @ConversationIDN theconversation.com/maternal-insti…
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
8
34
70
47K
Ryos retweetledi
ame
ame@taurosze·
“Apoteker Menggugat!” — Aksi teman sejawat Apoteker dan mahasiswa farmasi di Makassar memanas! 🔥 Ratusan orang turun ke depan gedung Balai POM untuk menolak keras PERBPOM No. 5 Tahun 2026 yang dinilai menghina profesi farmasi dan meminggirkan peran apoteker dalam sistem kesehatan. Mereka tegas: “Tidak ada tawar menawar — batalkan dan cabut!” Menurut kamu, sudah seharusnya regulasi melindungi profesi kesehatan, bukan? 👇 📍Makassar
ame tweet media
Indonesia
7
84
140
17K
Ryos retweetledi
Penggemar | Man United 🔴
Penggemar | Man United 🔴@dimasandi07·
Selain Manchester United, salah satu pekerjaan tersulit di dunia adalah menjadi pelatih atau manajer Real Madrid. ⚪️ Ini diakui sendiri oleh Sir Alex Ferguson dalam buku autobiografinya. 📖 Jadi, Carlos Queroz, sosok yang jadi asisten manajer di United ditawari kursi sebagai pelatih kepala Real Madrid pada 2003. SAF tahu tawaran ini akan sangat sulit ditolak oleh Queroz, apalagi dia bakal naik jabatan langsung di klub sebesar Real Madrid. Di sisi lain, SAF juga sadar pekerjaan di Real Madrid sangat berat. Oleh karena itu, Fergie mengingatkan Queroz bahwa kemungkinan ia tidak akan bertahan lama di Los Merengues. Benar saja, Queroz hanya sanggup satu musim saja di Real Madrid. Musim 2003/04 memang cukup berat bagi Madrid, karena kalah saing dari Valencia di La Liga dan tersisih di perempat final Liga Champions. Padahal, Madrid diperkuat oleh deretan pemain bintang Los Galacticos Jilid I seperti Ronaldo, Raul, Zinedine Zidane, Luis Figo, Roberto Carlos, Iker Casillas, hingga David Beckham yang datang bareng Queroz di musim yang sama. Bahkan, Queroz pernah curhat ke SAF bahwa dia ingin segera berhenti dari kursi pelatih Real Madrid. Dia benar-benar kerepotan selama di Santiago Bernabeu. Tapi, SAF memintanya untuk selesaikan satu musim penuh. Menariknya, SAF tidak mencari pengganti Queroz pada musim 2003/04. Kala itu, ia dibantu oleh Jim Ryan dan Mike Phelan. Pintu Queroz untuk kembali pulang ke United tetap terbuka. Akhirnya, musim 2004/05 Queroz kembali jadi asisten manajer Manchester United dan bertahan di sana sampai akhir musim 2007/08 sebelum hijrah jadi pelatih Timnas Portugal. FYI, sebenarnya tadi mau bikin konten lanjutan soal on this day pensiunnya SAF. Tapi malah nemu materi ini, jadi saya rasa lebih menarik dan pas momennya ketika ruang ganti Real Madrid lagi gaduh. 😀
Penggemar | Man United 🔴 tweet mediaPenggemar | Man United 🔴 tweet mediaPenggemar | Man United 🔴 tweet media
Indonesia
21
160
943
50K
Ryos retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
(Konten 18+) ⚡⚡Kenapa Islam Melarang "Spill" Masalah Rumah Tangga di Sosmed. Terus kalau ada masalah kita minta tolong ke siapa?⚡⚡ • Dalam studi Islam, pasangan diibaratkan "Libas" (pakaian). Pakaian itu melindungi kulit dari panas dan menutupi bagian yang tidak layak dilihat orang lain. Mengumbar masalah sama saja dengan melepas pakaian itu di depan umum. • Bahkan sekadar posting di second accound atau close friend pun, sangat tdk dianjurkan. • Berpikir cuma teman dekat yang tahu, padahal kita nggak pernah tahu siapa yang benar-benar bisa jaga rahasia. Sekali screenshot menyebar, selesai sudah. • atau malah close friends nggak tahu detailnya, tapi mereka jadi punya asumsi negatif tentang pasanganmu. 📌 Dampak oversharing? Labeling Permanent: Kamu mungkin besok sudah baikan lagi sama pasangan, tapi orang yang kamu ceritain akan tetap ingat keburukan pasanganmu selamanya. Mereka bakal melabeli pasanganmu sebagai "suami buruk" atau "istri jahat" meski dia sudah berubah. • Ajang "Adu Nasib":  Bukannya dapat solusi, kadang orang yang kita ajak curhat malah adu nasib (Ah itu mah mending, kalau gue dulu jaman jokowi..."), yang akhirnya bikin kamu merasa masalahmu kecil atau malah makin emosi.  hal diatas sesuai dg :  ​إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا ​"Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istri yang mendatangi suaminya, kemudian dia menyebarkan rahasianya." (HR. Muslim, No. 1437) 📌 Jika Terjadi Deadlock, Harus ke Siapa? • ​Islam tidak menyuruh kita diam sampai gila sendiri, tidak. Jika masalah sudah Deadlock (buntu), jalur komunikasinya harus dialihkan ke pihak yang tepat, bukan ke publik. • Libatkan Hakam (penengah/ mediator) Keluarga: Pilih satu orang dari pihakmu dan satu dari pihak pasangan. Cari yang "kepala dingin", bukan yang hobi membela keluarga sendiri secara membabi buta. • Ulama/Ahli di Bidangnya : Carilah Orang yang punya ilmu luas sehingga nasihatnya berdasarkan dalil, bukan sekadar "menurut saya". Baik tokoh agama, Dokter, atau Ahli Hukum jika masalahnya perkara hukum spt KDRT/ Perselingkuham. Dalil Mencari Penengah (Mediator): ​وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَا إِن يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ​"Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang penengah (hakam) dari keluarga laki-laki dan seorang penengah dari keluarga perempuan. Jika kedua penengah itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu..." (QS. An-Nisa: 35) Masalah rumah tangga itu seperti luka di badan. Kalau kamu tunjukkan ke dokter (hakam), lukanya diobati. Kalau kamu tunjukkan ke semua orang di pasar, lukanya malah kena debu, infeksi, dan makin parah.
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
28
420
1.5K
152.5K
Ryos retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Kok bisa lolos ke conferencenya? Emng ga dibaca? Conferencenya abal? FYI katanya conferencenya bergengsi dan bukan abal ya gais. Kenapa bisa lolos? Saya highlight 3 alasan utama: 1. Karena yang disubmit buat diseleksi itu HANYA ABSTRAK. Ya paling 200-300 kata aja. Bukan riset keseluruhannya. Jadi kalo bisa nulis abstrak wahh itu menang banyak. 2. Karena BLIND REVIEW. Jadi reviewer Gak tau siapa yang nulis abstrak ini. Semuanya. Gada nama2nya, gada instansinya. Niatnya biar OBJEKTIF. Dan mereka juga asumsi peniliti2 yanh submit itu semuanya punya INTEGRITAS. Tapi juga jadi loophole ternyata. 3. Ya karena paper tim ini abstraknya WAH banget, datanya dari mancanegara dan pakai metode terbaru yang WAH. Jadi terlihat outstanding dibanding abstrak2 paper lain. Bisa baca pejelasan Mba W.O.D.D dibawah:
Ardianto Satriawan tweet mediaArdianto Satriawan tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
35
1K
4K
280.3K
Ryos retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Kesel banget!! Kaya gini-gini berisiko bikin submit penelitian dari Indonesia jadi lebih susah untuk konferensi ilmiah di luar negeri, apalagi yang ditarget pemalsuan riset itu banyak yang konferensi kedokteran 😭😭😭
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
23
155
463
8.8K
Ryos retweetledi
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
PLOT TWIST Dari akun Thread mamatseduniaa - Sahnaz Vivinda Putri diduga adalah adik kandung Rifaldy Fajar - Elfiany Syafruddin diduga adalah ibu kandung Rifaldy Fajar Artinya ini ajak keluarga jalan2 ke luar negeri pakai grant gitu? Terus ayahnya Rifaldy Fajar? Diduga POLISI
M. Ridha Intifadha tweet mediaM. Ridha Intifadha tweet mediaM. Ridha Intifadha tweet media
Indonesia
63
972
3.1K
203.5K
Ryos retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Bahkan kuliah Doktor di IPB, pun. tak bisa menyelamatkan otak dungu nya. Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA., S1: Bachelor of Engineering (B.Eng.) dari National Defense Academy, Jepang S2: Magister Manajemen (M.M.) dari Universitas Gadjah Mada S2: Master of Business Administration (MBA) dari Swiss Business School S3: Manajemen Bisnis dari Universitas IPB
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
128
152
417
43K
Ryos retweetledi
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Di momen menjelang Idul Adha ini, kalau kalian butuh stock foto masjid istiqlal, feel free to use foto² ini capt. Silahkan kalau mau dipake untuk story ataupun ucapan/postingan. Yg penting jangan dijual aja 🤣 Gue akan seneng kalau ini bisa bermanfaat buat kalian capt 🫡
Kapten Haddock tweet mediaKapten Haddock tweet mediaKapten Haddock tweet media
Indonesia
46
38
351
21.5K
Ryos retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Jadi.. kalian udah tau belum tentang keunikan sambal matah? Sambal kebanggaan dari Bali ini punya pesona tersendiri lho, karena sesuai dengan namanya yang berarti "mentah", cara membuatnya sama sekali tidak diulek atau dihaluskan. Semua bahan segarnya cukup diiris tipis saja, mulai dari bawang merah, cabai rawit, serai, hingga daun jeruk purut. Setelah semua irisan terkumpul, bahan-bahan tadi tinggal dibumbui dengan sedikit terasi, garam, dan perasan jeruk nipis, lalu sentuhan akhirnya disiram dengan minyak kelapa yang dipanaskan. Sensasi perpaduan rasa pedas, gurih, dan segar yang sangat aromatik ini dijamin bikin makan tambah lahap, apalagi kalau disajikan bareng ayam betutu, ikan bakar, atau rezim pemerintahan. dok : ummi naira
Indonesia
7
13
48
2K