strangers

34K posts

strangers banner
strangers

strangers

@sick4twc

🐒

black hole Katılım Nisan 2012
595 Takip Edilen855 Takipçiler
strangers retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, update terbaru dari drama motor listrik BGN dan jawaban resminya justru bikin lebih banyak pertanyaan dari sebelumnya. Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya bicara langsung ke Menkeu Purbaya. Dan jawabannya cuma dua kata: Sudah terlanjur. Sekali lagi Sudah terlanjut Tunggu dulu. Kita recap dulu dari awal. BGN beli 21.801 unit motor listrik merek Emmo untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR. Menkeu Purbaya sudah blokir anggaran ini di 2025. Komisi IX DPR bilang tidak pernah dikonsultasi dan kalau dikonsultasi pasti ditolak. Kantor distributor motornya bahkan belum selesai dibangun. Dan sekarang penjelasan resminya adalah: Itu anggaran tahun lalu. Sudah terlanjur keluar. Mari kita bedah satu per satu. Pertama anggaran tahun lalu. Purbaya sendiri mengakui dia sudah blokir pengadaan motor ini di tahun 2025. Artinya secara resmi anggaran itu harusnya tidak bisa keluar. Tapi ternyata keluar juga. Sebagian. Kalau anggaran sudah diblokir bagaimana bisa terlanjur keluar? Siapa yang otorisasi pengeluarannya? Mekanisme kontrolnya di mana? Kedua sudah terlanjur Ini bukan jawaban dari institusi negara yang mengelola uang rakyat senilai triliunan rupiah. Ini jawaban orang yang lupa matiin kompor sebelum pergi. Sudah terlanjur bukan penjelasan tata kelola. Itu pengakuan bahwa ada proses yang berjalan tanpa kontrol yang memadai. Ketiga merek Emmo. Motor listrik yang dibeli adalah merek Emmo yang desain industrinya baru didaftarkan di 2025. Merek baru. Pengalaman di lapangan belum terbukti. Dan ini dipilih untuk program nasional skala 21.000 unit lebih. Proses seleksinya seperti apa? Siapa yang evaluasi kesiapan teknisnya? Kenapa merek baru yang belum teruji? Keempat motornya masih di gudang. 21.801 unit motor listrik. Sudah dibeli. Sudah dibayar atau dalam proses pembayaran. Tapi semuanya masih parkir di gudang distributor menunggu proses administrasi BMN. Artinya uang sudah keluar. Motor sudah ada. Tapi belum dipakai. Dan program MBG berjalan tanpa motor-motor itu selama ini. Lalu untuk apa beli sekarang kalau belum bisa dipakai? Dan ini yang paling gue garisbawahi: Narasi resmi sekarang adalah: Jumlah 70.000 unit itu tidak benar. Realisasinya cuma 21.801 unit. Oke. Tapi "cuma" 21.801 unit itu bukan angka kecil. Itu ribuan unit motor dari merek baru yang dibeli tanpa persetujuan DPR, setelah Kemenkeu blokir, dengan distributor yang kantornya belum selesai dibangun. Dan penjelasan resminya adalah sudah terlanjur. DPR memanggil BGN hari Senin 13 April. Dan gue harap Komisi IX tidak puas dengan jawaban sudah terlanjur di depan mereka. Yang perlu dijawab dengan konkret: siapa yang otorisasi pengeluaran anggaran yang sudah diblokir Kemenkeu? Bagaimana proses seleksi merek Emmo dilakukan? Berapa total nilai pengadaan ini? Dan siapa yang bertanggung jawab kalau motor ini ternyata tidak bisa beroperasi dengan baik di lapangan? Sumber: Tribun News
Lambe Saham tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu. BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR. Tanpa persetujuan Kemenkeu. Dan kantornya distributor motor itu belum jadi. Baca lagi. Kantornya belum jadi. Tapi motornya sudah ada di Indonesia. Kronologi yang perlu lo tahu: 2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini. Secara resmi. Diblokir. 2026 BGN tetap beli. 21.000 unit. Sudah masuk ke Indonesia. Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi. Tidak pernah dapat laporan. Tidak pernah diminta persetujuan. Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris. Dan ini yang paling bikin gue speechless. Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah: kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun. Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana. Terjemahannya: motor sudah dibeli, distributor sudah ditunjuk, l okasi SPPG sudah disiapkan semua sebelum kantornya selesai dibangun. Something fishy, kata Charles. Dan gue setuju. Pertanyaan yang harus dijawab: Satu siapa yang beli? BGN beli 21.000 unit motor listrik. Dari merek apa? Importir mana? Harganya berapa per unit? Total anggarannya berapa? Dua dari anggaran mana? Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026? Ada pos anggaran yang tidak terpantau? Tiga siapa distributornya? Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang. Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis? SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa? Untuk koordinasi antar lokasi? Oke, mungkin. Tapi 21.000 unit? Tanpa laporan ke DPR? Ini bukan soal motor listriknya. Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun. Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama? Dan ini yang paling menyakitkan: Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya. Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen. Dan yang rugi? Sama seperti biasa. Rakyat yang bayar pajak. Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan. Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR. Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan. Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.

Indonesia
694
3K
5.7K
250.3K
strangers retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
nah🥺
gara tweet media
235
16.5K
59.6K
536K
strangers retweetledi
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
Memang semua salah pemerintah. Korsel merdekanya cuma jarak 2 hari. Mirip lah sama indonesia, sama2 miskin masih ngerintis. Tahun 1980an tinggi cowok korsel cuma 160an, mirip juga lah sama di indonesia. Tapi di tahun 2000an ini, rata2 tinggi cowoknya udah mulai di 170-180 cm. Alasan terbesarnya apa? Ya karena ekonomi mereka membaik, mereka bisa afford makanan bergizi, supplemen bahkan ngasih growth hormone injection biar anak-anak mereka bisa tumbuh maksimal. Indonesia ngga kekurangan resep makanan enak dan bergizi. Kalo korsel punya bulgogi, kita punya sate ayam. Tapi masalahnya berapa banyak dari kita yg bisa makan sate ayam sebungkus sendiri? Atau makan telor sekali makan 3 biji? 🥺
nadhifibr@nadhifibr

tergantung tempat tinggal juga sih. coba ke daerah “orang kaya”, kayaknya bakal lebih sering nemu cowo 170-180+ dibanding 165. sebaliknya coba ke daerah “orang kurang kaya”, kayaknya bakal lebih sering ketemu cowo di bawah 165.

Indonesia
54
2K
6.4K
178.7K
strangers retweetledi
Boy Candra
Boy Candra@dsuperboy·
Orang-orang mengkritisi program pemerintah kok dibilang iri. Itu kepala apa isinya.
Indonesia
162
4.4K
12.1K
133.4K
strangers retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu. BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR. Tanpa persetujuan Kemenkeu. Dan kantornya distributor motor itu belum jadi. Baca lagi. Kantornya belum jadi. Tapi motornya sudah ada di Indonesia. Kronologi yang perlu lo tahu: 2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini. Secara resmi. Diblokir. 2026 BGN tetap beli. 21.000 unit. Sudah masuk ke Indonesia. Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi. Tidak pernah dapat laporan. Tidak pernah diminta persetujuan. Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris. Dan ini yang paling bikin gue speechless. Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah: kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun. Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana. Terjemahannya: motor sudah dibeli, distributor sudah ditunjuk, l okasi SPPG sudah disiapkan semua sebelum kantornya selesai dibangun. Something fishy, kata Charles. Dan gue setuju. Pertanyaan yang harus dijawab: Satu siapa yang beli? BGN beli 21.000 unit motor listrik. Dari merek apa? Importir mana? Harganya berapa per unit? Total anggarannya berapa? Dua dari anggaran mana? Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026? Ada pos anggaran yang tidak terpantau? Tiga siapa distributornya? Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang. Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis? SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa? Untuk koordinasi antar lokasi? Oke, mungkin. Tapi 21.000 unit? Tanpa laporan ke DPR? Ini bukan soal motor listriknya. Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun. Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama? Dan ini yang paling menyakitkan: Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya. Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen. Dan yang rugi? Sama seperti biasa. Rakyat yang bayar pajak. Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan. Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR. Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan. Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2K
15.1K
30K
1.1M
strangers retweetledi
Hafizha 𐚁
Hafizha 𐚁@hafizha_anisa·
Siapa sih yang nyuci otak kalian pada bilang nih progam "sebetulnya tidak salah, niatnya baiklah apalah" Ahli Gizi beneran dari jaman kampanye dah bilang, nih progam kagak nyambung buat tujuannya menurunkan angka stunting. Kalo mau buat anak sekolah noh ada PMT-AS
Rahmaut | 🇵🇸| 光燃瑪@rahmaut

Sebetulnya, jika tatacaranya benar, program ini tidak salah. Contoh: Menyasar sekolah yg memang muridnya super miskin dan miskin. Untuk yg “mau” bisa memberdayakan penjual/kantin yg sudah ada. Nutritionist berlaku sebagai pengawas dan monitoring gizi. Tapi sayangnya, ini jadi bancakan

Indonesia
14
2.1K
3.5K
60.3K
strangers retweetledi
Mawa Kresna
Mawa Kresna@mawakresna·
Jurnalis detik nyamperin dealer pusat motor EMMO yang dapat proyek 1,2 triliun dari BGN untuk proyek MBG, eh baru dan proses dibangun. Klaimnya sudah 50 jaringan, padahal pusatnya aja baru dibangun. Kalau nggak kena @KPK_RI sih keterlaluan.
Indonesia
274
8.3K
16.1K
262.9K
strangers retweetledi
A. Bobby
A. Bobby@fraviato·
Logika kebalik balik ya gini. Jalan rusak, akses susah dijangkau bukannya dibenerin malah buat beli motor......listrik. Ngomongin serius, hayuk. Secara spare part, perawatan batere, yg di kota besar aja masih engap2an kek presiden lo kalo lg ngomong panjang. Itu baru di kota, belom di daerah 3T. Itu motor per unit harganya Rp42 juta. Satu motor bisa buat 4,000+ porsi MBG (kalo memang itu beneran jadi prioritas ya) Motor listrik Rp42 juta dipake buat melakukan pekerjaan yang motor bensin Rp18-20 juta kayak Supra/Revo aja bisa. Efisiensi tai kucing. Kalo emang mau malak & korupsi di siang bolong mah bilang aja gapapa. Dipenjaranya masih 3 tahun lagi ini.
Tekarok 007@tekarok007

Penyebaran MBG di daerah 3T memang jadi tujuan asli pogram ini. Namun, tantangan tersulititu adalah akses ke sekolah di pelosok yang medannya sulit dijangkau mobil. Untuk itu butuh dukungan kendaraan logistik yang tangguh. Motor listik jadi solusinya yang tepat: dapat melintasi medan yang sempit dan berat yang susah dilalui mobil seperti video di bawah ini. Selain itu juga ramah lingkungandan hemat biaya operasional karena tidak memakai BBM. Motor listrik itu cuma investasi satu kali yang jadi aset negara untuk mendukung distribusi MBG di daerah 3T. Jadi, ini bukan soal "motor vs makanan anak." Tanpa adanya dukungan kendaraan logistik yang memadai , impian MBG untuk menjangkau daerah 3T akan sirna. Ketika pemerintah sudah menemukan solusi masalah kendaraan logistik untuk mengantar MBG agar sampai ke sekolah di pelosok, malah yang diributin solusi kendaraan itu. Entah maunya apaan dah?

Indonesia
68
3.2K
6.5K
118.7K
strangers retweetledi
strangers retweetledi
Joyful Garden 🌿🫑
Joyful Garden 🌿🫑@rince_life·
Pak. Kapan mungut pajak tambahan ke pejabat dan pengusaha tambang?... kenapa harus ke RAKYAT MULU YG JUALAN UNTUNG JUGA GA SEBERAPA !!! NEGARA ZALIM!!! PEJABAT ZALIM!!! PEMIMPIN ZALIM!!
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
124
8.5K
20K
321.6K
strangers retweetledi
Shela ‘Oxfara’ Sundawa
Judul programnya makan bergizi gratis, anggaran buat beli motor 42 juta sebanyak 31.000!!! Giliran buat anggaran makanan anak2nya malah cuman 10.000 / anak. Dimana logikanya?
Indonesia
477
12.3K
26.2K
409.9K
strangers retweetledi
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Nadiem Makarim yang jelas jelas beli laptop buat anak sekolah aja masuk pidana. Ini harusnya kena juga kalau mau fair perlakuannya...
Ken Hans tweet media
Indonesia
1.2K
17.5K
52.9K
856K