
domms mc f
42.8K posts

domms mc f
@sidomie
kerja sambil bisnis, mndrong kenaikan jml kelas mngh,sports enthusiast; (lpooldian, milanisti, mavsffl), tennis, food enthusiast,rang awak, happily married










The Berggren sisters of Ace of Base photographed in 1993.

Di tengah Rupiah yang jeblokblok, ada salah satu sektor yang harusnya panen: Pariwisata. Tarik turis Malaysia dan SG buat ke sini. Kasih flight langsung ke Bandung, banyakin flight ke tempat2 healing selain Bali. Ajak mereka ngabisin uangnya buat belanja baju + makanan di kita.



Di Sushi Tengoku dulu awal tahun 2000, walau mahal, saya dan 'geng' rutin ke sini buat melepas stress, biasanya setelah menabung uang makan sebulan. Makan enak, sambil ketawa-tawa, euphoria, makanya kami selalu pilih tatami room di lantai atas. Sekian tahun kami rutin sana, pramusaji kami selalu sama: mbak Rosa, dan mbak Rosa ini layanannya sangat personal dan luar biasa. Dia kenal makanan favorit kami, dan tak jarang kami diberi menu compliment untuk sharing. Saat @fabiko dulu pengen banget bawa pulang Chawan Mushi pun, padahal menu ini tak bisa untuk take-away, dengan senang hati mbak Rosa membungkuskan menu ini komplit dengan mangkuknya! Terakhir kami cek, mbak Rosa nya sudah pensiun, tapi figur ini bakalan selalu kami kenang karena pengalaman-pengalaman tersebut. Apa yang mbak Rosa lakukan ini bagian dari Service Design di dunia hospitality, tujuannya memberikan nilai tambah buat layanan yang dijual -- dengan hal yang biayanya nyaris nol: perhatian. Notes kecil, senyum, sapaan, panggilan nama pribadi, hal-hal kecil tapi seringkali jadi faktor penguat transformasi dari tamu jadi repeat customers. Kalian pernah punya pengalaman layanan berkesan juga padahal gesture nya sangat simple? Di mana?




