teteh ji
309 posts


Day 1 ikutan jadi cenblu Kalau udah gini, selanjutnya diapain lagi ini gaes? Langsung gajian kek orang-orang kah?


Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menjadi korban penculikan yang berujung maut. Pelaku sempat meminta uang tebusan sebesar Rp 200 juta kepada keluarga korban, namun korban ditemukan meninggal dunia sebelum tuntutan tersebut dipenuhi. Korban dilaporkan hilang pada Senin (1/6) saat bermain di depan rumah. Menurut keluarga, pelaku diduga telah berada di sekitar lokasi sejak siang hari dengan mengenakan atribut ojek online sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Korban yang gemar memancing diduga mengikuti ajakan pelaku untuk pergi memancing. Malam harinya, keluarga menemukan pesan berisi permintaan tebusan Rp 200 juta yang ditulis di selembar kardus. Keluarga diminta menyerahkan uang sebelum pukul 22.00 WITA, namun tuntutan itu belum sempat dipenuhi. Pada Selasa (2/6), Polda Kalimantan Timur dan Polres Kutai Timur berhasil menangkap pelaku di Balikpapan Barat. Polisi menduga motif penculikan berkaitan dengan ekonomi karena pelaku mengetahui orang tua korban memiliki sejumlah uang dan berniat menjadikan korban sebagai alat untuk meminta tebusan. Berdasarkan keterangan pelaku, polisi kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di sebuah parit berair di kawasan Bukit Pelangi, Sangatta. Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat mati lemas karena air masuk ke saluran pernapasan. Penyidik juga menemukan indikasi adanya kekerasan sebelum korban dibuang. 📸: Dok. kumparan, Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | videonews | R176 | E164 | V200 #bicarafaktalewatberita #kumparan

Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menjadi korban penculikan yang berujung maut. Pelaku sempat meminta uang tebusan sebesar Rp 200 juta kepada keluarga korban, namun korban ditemukan meninggal dunia sebelum tuntutan tersebut dipenuhi. Korban dilaporkan hilang pada Senin (1/6) saat bermain di depan rumah. Menurut keluarga, pelaku diduga telah berada di sekitar lokasi sejak siang hari dengan mengenakan atribut ojek online sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Korban yang gemar memancing diduga mengikuti ajakan pelaku untuk pergi memancing. Malam harinya, keluarga menemukan pesan berisi permintaan tebusan Rp 200 juta yang ditulis di selembar kardus. Keluarga diminta menyerahkan uang sebelum pukul 22.00 WITA, namun tuntutan itu belum sempat dipenuhi. Pada Selasa (2/6), Polda Kalimantan Timur dan Polres Kutai Timur berhasil menangkap pelaku di Balikpapan Barat. Polisi menduga motif penculikan berkaitan dengan ekonomi karena pelaku mengetahui orang tua korban memiliki sejumlah uang dan berniat menjadikan korban sebagai alat untuk meminta tebusan. Berdasarkan keterangan pelaku, polisi kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di sebuah parit berair di kawasan Bukit Pelangi, Sangatta. Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat mati lemas karena air masuk ke saluran pernapasan. Penyidik juga menemukan indikasi adanya kekerasan sebelum korban dibuang. 📸: Dok. kumparan, Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | videonews | R176 | E164 | V200 #bicarafaktalewatberita #kumparan


Prabowo ke Siswa Korban Bullying: Presiden Pun Sering Diejek cnnindonesia.com/nasional/20260…

Anggota Polisi Tampar Badut Pengamen di Tuban, Kini Pelaku Minta Maaf Baca di surabaya.kompas.com/read/2026/06/0…















