sincerely01 retweetledi
sincerely01
556 posts

sincerely01
@sincerely_001
penjaga senja orang tua
Indonesia Katılım Aralık 2022
68 Takip Edilen1 Takipçiler
sincerely01 retweetledi

Di saat mendebarkan tadi, Hendra Setiawan sudah terlihat lepas jaket dan celana panjang.
Tapi kemudian diingatkan bahwa statusnya sekarang adalah pelatih.
Lagipula kan di badminton gak bisa ganti pemain di tengah pertandingan.
Akhirnya Hendra duduk lagi.
#ThomasCup
#ThomasUberCup
#ThomasUberCup2026
Indonesia
sincerely01 retweetledi

mau jajan WeTV harian/bulanan yg bisa dihubungi lewat DM, karna lagi males buka WA #zonauang
Indonesia

@kaylevinz @worksfess mungkin iya. karna di online juga sudah isi bbrp informasi dan upload berkas. jadi kemarin ke polres udah ngga dimintai berkas printout apapun
Indonesia

@sincerely_001 @worksfess Oalaa jdi onlen biar ga ngisi form berlembar lembar itu kak?
Indonesia

@kaylevinz @worksfess kalo kondisinya rame harusnya perlu kak. tapi kemarin kebetulan aku pas sepi, jadi sama resepsionisnya lsng disuruh masuk aja dan bilang mau ambil skck
Indonesia

@sincerely_001 @worksfess Perlu minta surat antrian didepan gasi kak klo uda isi onlen.
Indonesia
sincerely01 retweetledi

Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Indonesia
sincerely01 retweetledi
sincerely01 retweetledi

Sahur membuktikan kita bisa bangun di sepertiga malam bahkan untuk solat subuh,
Tarawih membuktikan bahwa
kita mampu berdiri lebih lama dalam ibadah,
Puasa membuktikan bahwa kita bisa punya kendali atas diri sendiri,
Membaca Al-Qur'an membuktikan
bahwa waktu selalu ada, hanya saja kita terlalu sibuk prioritaskan dunia,
ternyata Ramadhan bukan sekedar bulan peningkatan iman yang sementara, Bulan ini adalah bukti bahwa kita sebenernya mampu melakukannya setiap hari, kalau kita mau.
Indonesia
sincerely01 retweetledi

Aku belajar dari Sal Priadi dari lagu ini untuk berusaha mendoakan, memaafkan, dan meminta maaf setulus-tulusnya. Setiap malam, agar tenang, agar lelap. Dan barangkali rezekimu mengalir bukan karena kamu sibuk bekerja siang dan malam, tapi karena kamu selalu lapang menerima apapun yang terjadi di hidupmu, tanpa balas dendam dan memilih untuk selalu mendoakan hal baik, memaafkan dan selalu meminta maaf.

Indonesia

@sincerely_001 aku ngga tau ganti atau belum ketentuannya tapi cuma bisa sekali ganti, karena akun pertamaku dari bulan Mei tahun lalu sampai sekarang juga ngga bisa ganti lagi id-nya
Indonesia
sincerely01 retweetledi














