ody
95 posts


@siriussmurphy aku ada loker wfh kak jadi admin. dm aku aja buat detail jobdesknya
Indonesia

@siriussmurphy Kakakk, kantorku lagi open intern minat kah? Coba dm atau wa yaa aku kasih link glintsnya
Indonesia

@su39014 @wickedbunnies @tb_siswadi jajan diluar juga ga bener pak, tetep aja perempuan dijadiin OBJEK pemuas nafsu, disamain pula sama kambing, perempuan dan laki-laki sama sama individu yg harus dipandang sebagai manusia seutuhnya bukan sebagai objek/barang/benda dll
Indonesia

@wickedbunnies @tb_siswadi Kan ada alternatif kedua, tapi gak bagus juga , bisa jajan , melalui on line kayak nya masih ada , istilahnya beli sate kambing, terus dimakan selesai
Kalo miara kambing perlu biaya untuk pakan nya
Indonesia

Lagi rame kasus grup wa mahasiswa UI mau berpendapat dari sisi medis khususnya psikologi, karena saya bukan polisi moral 😆
Kenapa banyak cowok bisa nyaman ngomongin perempuan secara objektifikasi di grup privat?
Karena ada yang namanya “disinhibisi online”.
Saat merasa aman, anonim, dan “cuma di grup”, otak kita jadi lebih berani ngeluarin sisi yang biasanya ditahan.
Ditambah lagi efek peer pressure.
Di otak, ini berkaitan dengan sistem reward:
• Dapet respon “haha”, “anjir”, “setuju”
• Dianggap lucu, dianggap bagian dari circle
• Dopamin naik.
Lama-lama, perilaku itu “dipelajari” sebagai sesuatu yang menyenangkan dan normal.
Masalahnya?
Kalau terus diulang, ini bisa mengarah ke desensitisasi.
Empati ke perempuan turun.
Perempuan gak lagi dilihat sebagai manusia utuh… tapi jadi objek.
Ini bukan hal sepele.
Dalam banyak studi psikologi, objektifikasi yang terus-menerus bisa jadi pintu awal ke:
• Pelecehan verbal
• Pelecehan seksual
• Bahkan kekerasan seksual
Jadi ini bukan cuma “becandaan cowok”.
Ini soal pola pikir yang dibentuk pelan-pelan… sampai batasnya jadi kabur.
Makanya penting banget buat sadar:
Kalau kalian cuma bisa bonding dengan cara merendahkan orang lain, itu bukan bonding.
Itu conditioning.
Dan kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma ke orang lain…
Tapi ke cara otak memandang manusia..
Indonesia
ody retweetledi
ody retweetledi
ody retweetledi

Ini adalah penghinaan besar bagi Andrie Yunus. Sebab pengadilan sesama militer seperti inilah yang turut dikritiknya sebagai penyelubungan masalah & pembiasan keadilan.
Namun, kasusnya justru diselesaikan dengan cara yang dikecam Andrie sendiri.
tempo.co@tempodotco
Sahroni: Kasus Andrie Yunus Ditangani TNI Tak Langgar Hukum
Indonesia

jujur sedih bgt dah liat realita kehidupan di indo, temen gw bilang "gue mau jd antropolog, tp antropolog ga dihargai disini" SAME GURL, gw belajar soshum KARENA SUKA tp disini FASILITAS & WADAHNYA GAADA, gw pgn kuliah PURE CARI ILMU tanpa harus MILIH antara passion dan duit...
Trystanto@Trystanto2
Kalau kamu ekonominya sulit dan ga mau ambil STEM karena masalah biaya atau minat dan memilih jurusan Soshum, tolong hanya pilih antara jurusan Hukum, Manajemen, atau Akuntansi. Sisanya yang lain ga worth it untuk dapat kerja cepat abis lulus (apalagi jurusan 2 huruf di FISIPOL)
Indonesia
ody retweetledi

Tweet model kayak gini muncul gara-gara pemerintah menanamkan doktrin bahwa ijazah itu cuma berfungsi untuk cari duit. Bangsatnya, doktrin tersebut gak dibarengi dengan upaya mensinkronisasi antara jurusan di kampus dengan ketersediaan lapangan kerja yang relevan.
Trystanto@Trystanto2
Kalau kamu ekonominya sulit dan ga mau ambil STEM karena masalah biaya atau minat dan memilih jurusan Soshum, tolong hanya pilih antara jurusan Hukum, Manajemen, atau Akuntansi. Sisanya yang lain ga worth it untuk dapat kerja cepat abis lulus (apalagi jurusan 2 huruf di FISIPOL)
Indonesia
ody retweetledi
ody retweetledi
ody retweetledi
ody retweetledi
ody retweetledi
ody retweetledi
ody retweetledi

Guys gw mau cerita tentang sesuatu yang jarang dibahas secara serius.
BJ Habibie menjabat presiden cuma 17 bulan.
Dan banyak orang mengenang dia cuma sebagai ilmuwan pesawat terbang yang romantis sama Ainun.
Padahal dia melakukan sesuatu yang secara ekonomi hampir tidak masuk akal.
Waktu Habibie naik jadi presiden Mei 1998 kondisi Indonesia sudah dalam kondisi kritis total.
Rupiah di angka Rp16.800 per dolar.
Seperempat rakyat Indonesia di bawah garis kemiskinan.
Bank-bank kolaps.
Orang antri panjang untuk tarik uang karena takut banknya tutup besok.
Perusahaan-perusahaan bangkrut karena utang dolarnya tiba-tiba membengkak seiring rupiah jatuh.
Dan dunia internasional tidak percaya sama Indonesia sama sekali.
Dalam 17 bulan Habibie balik rupiah dari Rp16.800 ke Rp7.000-an.
Hampir setengahnya.
Dalam waktu kurang dari dua tahun.
Gimana caranya?
Pertama dia beresin perbankan duluan.
Karena dia paham tidak ada kepercayaan ekonomi yang bisa dibangun kalau sistemnya sakit.
Bank-bank yang masih bisa diselamatkan direstrukturisasi.
Yang sudah terlalu parah ditutup.
Dan dari proses ini lahir Bank Mandiri gabungan empat bank pemerintah bermasalah yang sekarang jadi salah satu bank terbesar Indonesia.
BCA juga diselamatkan di era ini sebelum akhirnya dibeli konsorsium yang di dalamnya ada Grup Djarum.
Kedua dia pisahkan Bank Indonesia dari pemerintah. Ini krusial.
Karena selama BI masih bisa disetir presiden investor asing tidak akan percaya bahwa kebijakan moneter Indonesia itu serius dan independen.
Habibie undangkan itu tahun 1999.
Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia bank sentral benar-benar independen secara hukum.
Ketiga dia negosiasi dengan IMF dan dapat pinjaman 43 miliar dolar.
Tapi yang menarik dia tidak sepenuhnya nurut sama IMF.
IMF minta subsidi BBM dan listrik dicabut. Habibie menolak tegas.
Alasannya sederhana di tengah krisis yang sudah sepedas ini, kalau subsidi dicabut sekarang yang hancur adalah daya beli rakyat paling bawah. Dan tanpa daya beli ekonomi tidak akan pulih dari akar rumput.
Itu keputusan yang butuh nyali. Karena menolak syarat IMF waktu itu bukan hal yang gampang secara politik.
Keempat dia stabilkan politik.
Karena investor asing tidak akan masuk ke negara yang kondisi politiknya kacau. Habibie bebasan pers. Izinkan pemilu 1999. Lahirkan undang-undang partai politik yang mengakhiri monopoli Golkar selama 32 tahun.
Dan kelima dia selamatkan sektor swasta strategis. Astra hampir kolaps waktu itu karena beban utang dolar yang membengkak. Sinar Mas juga sama. Habibie intervensi lewat BPPN dan program restrukturisasi utang. Perusahaan-perusahaan itu berhasil diselamatkan dan sekarang masih jadi pemain besar di ekonomi Indonesia.
Dan utang IMF yang dia ambil itu lunas lebih cepat dari jadwal. Dilunasi di era SBY tahun 2006.
Gw cerita ini bukan untuk nostalgia.
Tapi karena sekarang rupiah lagi di Rp17.000-an. Defisit APBN hampir jebol. Harga minyak naik karena perang Iran. Dan banyak orang bingung mau pegang apa.
Habibie membuktikan bahwa kondisi yang kelihatannya tidak mungkin diperbaiki bisa diperbaiki. Tapi dengan syarat keputusannya diambil berdasarkan data dan logika. Bukan gengsi. Bukan pencitraan. Bukan ketakutan dikritik.
Dan yang paling penting dia tahu mana yang harus diselesaikan duluan sebelum yang lain.

Indonesia









