Sabitlenmiş Tweet
Sogi Indra Dhuaja
49.1K posts

Sogi Indra Dhuaja
@sisogi
A part of @kis951fm @ID_AyahASI @podkesmasasia // Contact: @HekaIrawan 081317700900
Jakarta, Indonesia Katılım Haziran 2009
510 Takip Edilen206.3K Takipçiler
Sogi Indra Dhuaja retweetledi

Buat para suami (atau calon suami), tolong dampingi istri ketika istri hamil, melahirkan, dan pasca melahirkan.
Kenapa?
Tanyarlfes@tanyarlfes
💚 This picture showing a baby’s head coming out of the cervix. Buat perempuan yg pernah melahirkan cerita dong how it feels. Share your story🤗🫶🏽✨
Indonesia

@kozirama OMG! Odit barusan cerita! Gak sabar pengen nyobaaa..
Indonesia
Sogi Indra Dhuaja retweetledi
Sogi Indra Dhuaja retweetledi
Sogi Indra Dhuaja retweetledi

@NobiAyahGwen @podkesmasasia @podkesmas Aaaa mau posting di IG story lupaa.. Nice to bump into you Nobiii!
See you around yaa..
English
Sogi Indra Dhuaja retweetledi

Happy memory layak masuk linimasa @sisogi
Great to see you again, always happy talking to and with you
Time flies by so fast
Masih sama cuma nambah uban aja kita
Sukses terus dengan @podkesmasasia @podkesmas semoga makin sering dan banyak job live podcast kaya kemarin

Indonesia

@sisogi Parkir susah ya kakak Sogi, lebih baik naik online atau mungkin lewat gofood atau grabfood🙏🙏🙏
Indonesia

@adhityamulya 🤣🤣🤣
Eki Ekuitas (tambahkan nama keluarga; Eki Ekuitas Tirtadiredja)
Lala Laba (tambahkan marga di sini; Lala Laba Nasution)
Indonesia




Temenku lagi liburan di Amsterdam, diajakin pacarnya (bule) antri kue yang cuma dijual pas holidays season, namanya Olliebollen.
Ceritanya dia udah ngantri 2 jam dingin2 kena salju, pilek, keanginan dll, pas sampe gilirannya :
“Anyeeeengg odading ieu mah kehed!”
🤣🤣🤣🤣
Cimenyan, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
Sogi Indra Dhuaja retweetledi

pasca bencana juga begini..donasi susu formula melimpah, begitu ga ada donasi, anak udah suka, padahal ga perlu, akhirnya harus beli terus..itu kenapa dukungan menyusui perlu diupayakan dalam situasi normal dan bencana
Ahmad Arif@aik_arif
Survei kami di perkampungan Marind-Anim, Merauke menunjukkan, mi instan sudah jadi pangan pokok kedua setelah beras. Dan itu harus dibeli. Hampir seluruh penghasilan mrk dr leles dahan dan meramu dr hutan utk membeli nasi kosong dan mi instan. Hasilnya: gizi buruk dan kemiskinan
Indonesia






















