Ili ♡𝄒

5.4K posts

Ili ♡𝄒

Ili ♡𝄒

@siulgic

sukak koleksi sukak juga jualan 🍊

Katılım Eylül 2017
74 Takip Edilen45 Takipçiler
Ili ♡𝄒 retweetledi
pangess
pangess@obliterasi·
indeed😭😔 that’s why kl lagi terpuruk-terpuruknya ak akan menghamburkan duid buat jajan smua makanan ygg ak suka (ty mom dad sudah mngerti dan maklum kalau uang jajan anaknya lari k perut semua) and avoid contact with others totally works jugaa (krn takut spread negative energy)
pangess tweet media
togel sejati@ANJlNK

Dari surat maryam kita belajar.. Cara Allah menghibur Maryam saat sedih itu dengan makanlah makanan yg baik dengan minuman yang menenangkan. bukan dengan menyuruh bersabar ataupun ikhlas. qs maryam : 26

Indonesia
35
5.2K
20.9K
403.7K
Ili ♡𝄒 retweetledi
JM News Network
JM News Network@JMNewsNetwork_·
🚨 After being kicked out of the group due to her open support for Palestine, Manon removed Katseye from her Instagram bio.
JM News Network tweet mediaJM News Network tweet mediaJM News Network tweet media
English
12
4K
50.7K
2.4M
Ili ♡𝄒 retweetledi
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
26
3.9K
21.3K
386.6K
Ili ♡𝄒 retweetledi
Rama
Rama@dntyk·
Lo gak butuh meditasi, journaling, atau self-help book. Lo cuma butuh matiin data seluler selama 2 minggu. Studi PNAS Nexus (2025), 460 partisipan: fokus naik, mental health membaik, well-being meningkat. Alasannya simpel = tanpa infinite scroll, lo otomatis ngobrol lebih banyak, gerak lebih sering, keluar rumah lebih rutin. Siapa yang berani coba?
Rama tweet mediaRama tweet media
Indonesia
37
992
4.5K
67K
Ili ♡𝄒 retweetledi
Seekor Lebah
Seekor Lebah@AzzamAlghifar14·
Guys ini tuh lebih serem dari sekadar HP ilang 😟 HP bisa dibeli lagi… tapi identitas digital itu kayak “kunci hidup” kita Begitu HP jatuh ke tangan orang lain, mereka bukan cuma pegang device… tapi bisa akses akun, OTP, bahkan pinjaman atas nama kita Makanya kejadian kayak gini bisa muncul… tiba tiba ada pinjaman cair padahal kita gak pernah ngajuin 😰 Ini bukan hal sepele guys… karena efeknya bisa panjang banget, bukan cuma rugi duit tapi juga ribet urusan ke depannya Pelajaran pentingnya di sini… Selalu pasang pengaman berlapis (PIN, sidik jari, verifikasi tambahan), dan kalau HP hilang langsung gerak cepet: blokir nomor, logout akun, amankan email Jangan nunggu “nanti aja”… karena di dunia digital, 1–2 jam aja bisa kejadian banyak hal Intinya guys, jaga HP itu bukan cuma jaga barang… tapi jaga identitas diri kita juga 🔐💭
Seekor Lebah tweet media
Indonesia
45
2.5K
9.4K
753.9K
Ili ♡𝄒 retweetledi
Reen
Reen@heretheunsaid·
tapi bener deh, makin dewasa, makin sadar kalau hidup itu isinya cuma acceptance. accepting anything. dan ternyata susah, ya untuk semindful itu.
Indonesia
148
26.7K
61.1K
793.5K
Ili ♡𝄒
Ili ♡𝄒@siulgic·
tawarin cardi dengan ld besar
Indonesia
12
0
0
414
Ili ♡𝄒 retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Dari Novel Negeri 5 Menara: Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan Berlelah-lelah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
Ridho Azhar@ridhoharryazhar

Unpopular opinion tentang merantau.

Indonesia
28
1K
4.1K
115.6K
Ili ♡𝄒 retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Eh lo pernah gak denger quote gini: “detachment is where your rizq begins”? Awal-awal gue baca, gue langsung ngerasa kok ga nyambung banget. Gimana sih bisa kita detach dari seseorang malah berhubungan sama rezeki kita? cont-
Indonesia
53
1.6K
9.4K
238.3K
Ili ♡𝄒 retweetledi
Sena
Sena@cresceqnt·
Halo warga twt, Sebelum tweets ini hilang, saya mau menjelaskan lebih detail tentang beliau. Saya adalah sender yang membuat tweets itu tadi pagi sebanyak 2x namun kena hapus. Saya jelaskan sekali lagi disini ya tentang Clara Shinta dan boss saya DA. A Thread
Sena tweet media
Indonesia
514
3.9K
18.2K
0
Ili ♡𝄒 retweetledi
Asaaa 🌼
Asaaa 🌼@asawavy·
Cowokku non perokok. Hidup minus, membayar utang bank keluarganya yang sekarang udah gak kerja. Sandwich gen, cowok Bugis yg bergelut dengan panaik, freelance yang gajinya gak pasti. Tapi, gajian pertama dia yang nyentuh UMR dipakai buat traktir aku sushi yang 100k+ itu. Cowokku gak perlu rokok untuk cari ide, semangat, kuat, tahan banting, dan jadi Ultraman. HE HAS HIS BOOK, BRAIN, BRAVE, AND RESPONSIBILITY TO BE AN ULTRAMAN ❤️
Asaaa 🌼 tweet media
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera

Cewe beli sushi 100k jadi tai Cowo beli rokok 20k, jadi ide, semangat, kuat, tahan banting, jadi ultramen

Indonesia
532
6K
64.3K
2.3M
Ili ♡𝄒 retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Gue suka banget sama statement ini nih: Sebenarnya pekerjaan yang lagi lo tekunin sekarang itu adalah hadiah terbaik yang Allah kasih khusus buat lo. Makanya lo ditakdirin berada di posisi ini, meskipun dari sananya bukan bidang atau pilihan lo sama sekali. Lanjut...
Indonesia
248
15.9K
55.7K
1.3M
Ili ♡𝄒 retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Gue kemarin baca novel Crazy Rich Asians. Ada ucapan dari Eleanor Young yang nyantol di kepala: Bahwa momentum itu lebih menentukan jadi/tidaknya sebuah hubungan ke pernikahan. Dari sekadar besaran rasa cinta itu sendiri. Misal, pas sekolah / kuliah suka banget banget sama seseorang. Tp lu ga siap mental, pikiran, ekonomi, dsb. Pokoknya ga ready aja. Segimanapun berdua saling suka, kalau momentumnya ga pas, ya bisa aja bubar. Misal, pacaran tp jadi posesif atau suka berantem krn blm siap utk difficult conversation. Tp kalo udh nemu momentumnya, misal udah stabil kerjaannya, udah lebih dewasa, dsb, maka lu bs aja nikah sama seseorang yang cinta-nya "just ok", ga harus menggebu2 kayak pas first love jaman muda dulu.
Abid@abid0588

Unpopular opinion about Love ?

Indonesia
233
5.2K
27.9K
1.2M
Ili ♡𝄒 retweetledi
🐈 ☭ 🔻
🐈 ☭ 🔻@Puspen_PKI·
indonesia enggk merdeka dengan perlawanan, kita merdeka dengan bayar. 4.3 milyar gulden sekitar 17T saat itu atau sekitar 255T sekrang. baru lunas di 2002. banyak yg bilang, inilah alasan indonesia miskin sampai sekarang. krn kita gk memulai negara dari 0. tapi, mulai dari minus 255T. bayangkan, dari 1949 sampai 2002, butuh 53 tahun buat lunas. kalian tau gak sebesar apa 255T itu? sejumlah 9 bulan MBG :))
neohistoria Indonesia@neohistoria_id

Unpopular opinion tentang Sejarah yang bisa bikin kamu kayak begini:

Indonesia
313
8.5K
31.2K
1.3M
Ili ♡𝄒 retweetledi
Mas Agung 🇵🇸
Mas Agung 🇵🇸@gajelaslonyet·
4 tahun lalu gua kerja pegang project grabfood. Ada Tukang Ketoprak deket rumah gua, liat gua balik kerja pake lanyard grab pas gua lg beli balik kerja. Dia tanya “Masnya kerja di grab” Gua jawab ajah “Iya Pak” dia minta tolong daftarin grabfood biar rame Ketopraknya.
ً@prinkasusa

give me your tiny wholesome lore

Indonesia
902
8K
55.8K
2M
Ili ♡𝄒 retweetledi
Mas Agung 🇵🇸
Mas Agung 🇵🇸@gajelaslonyet·
Bapak itu kalo habis balik kampung ke Cirebon ke Jkt. Sampe sekarang gua selalu dibawain oleh-oleh, dia atau Istrinya yang kerumah kirim oleh-oleh. Mempermudah yang ada di Bumi, maka kau akan dipermudah dengan yang ada di Langit ☺️
Indonesia
159
3.8K
27.7K
321.4K
Ili ♡𝄒 retweetledi
Ashira Zamita
Ashira Zamita@ashirazamita·
a reminder for us about rizq. 🤍
Ashira Zamita tweet media
English
20
11.3K
32.6K
385.1K