padill

13.7K posts

padill banner
padill

padill

@skywanorange

agak random tapi mostly #seventeen

Katılım Şubat 2020
1.2K Takip Edilen1.3K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
padill
padill@skywanorange·
padill tweet media
ZXX
0
0
0
2.3K
padill retweetledi
✶
@mendadaknih·
kangen ga sih rasanya naksir orang beneran like having sparks all over your stomach when you look at them in real life and smile silly without you realize trs punya semangat buat menjalani hari karena lo bakal ketemu dia tiap hari
Indonesia
1.1K
21.6K
64.7K
850.9K
padill
padill@skywanorange·
knp cengeng bgt ya aku hari ini
Indonesia
0
0
0
3
padill
padill@skywanorange·
gw literally ngetik ini sambil nangis
Indonesia
0
0
0
3
padill
padill@skywanorange·
gmw balik kos, mau makan masakan mama tiap hari☹️
Indonesia
1
0
0
4
padill retweetledi
Kumis 🌼🩵 VtuberID
ngeliat cerita ini dan selalu bilang "Ibu Kartini" but in reality she was only 25 years old when she died..... 🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺 oh she was just a baby, she must have been so scared......
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻

English
52
6.2K
32K
856.3K
padill retweetledi
Woodsy Corner.
Woodsy Corner.@muncorner·
🍎 kenapa ya minta tolong ke orang tuh rasanya degrading dan memalukan banget? ini ada penjelasannya ga sih? dan adakah dr kalian yang merasa demikian jg?
Indonesia
277
1.6K
13.3K
278.7K
padill
padill@skywanorange·
bismillah besok day 1 cutting sugar
Indonesia
0
0
0
13
padill retweetledi
Aurelia V
Aurelia V@senjatanuklir·
Dari dulu selalu nekenin ke temen-temen cewe, “Look who your boyfriend is friends with”. Birds of a feather flock together. Cowo bisa aja akting baik & ksatria depan lu (ada maunya), tp liat kualitas temennya & kalian bisa nilai seperti apa dia.
Indonesia
235
17.8K
49.4K
734K
padill retweetledi
k
k@CYAN1DEALMOND·
hidup perempuan yang melawan tapi gue pengen juga hidup aman tanpa terus terusan melawan
Indonesia
31
38.6K
81K
808.2K
padill
padill@skywanorange·
ifu mie makwa memang top tier di lidah gwa👅👅
Filipino
0
0
0
10
padill retweetledi
ajay
ajay@ajuytelkomsel·
info loker dong nggak kerja gapapa penting gajian
Indonesia
265
15K
44.6K
678.4K
padill retweetledi
💭 baseconvo
💭 baseconvo@baseconvo·
💭 ini kita disuruh gimana btw
Indonesia
958
12.8K
37.7K
943.4K
padill
padill@skywanorange·
HP KU MATIII
Indonesia
0
0
0
5
padill retweetledi
NATA 🐈‍⬛️
NATA 🐈‍⬛️@TOGERD·
Reproduksi Wanita: - Mengandung - Keguguran, kuret - Mengandung lagi - Melahirkan - Menyusui - Masih disuruh KB yang beresiko "Sudah sepatutnya" Lelaki: - Crot - Vaksetomi "HARAM"
Indonesia
210
13.7K
59.7K
719.5K