
everyone's brother
5.2K posts



🫡

Komunikasi Terpusat di Teddy Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya menjadi saluran komunikasi utama ke Presiden Prabowo Subianto. Orang-orang dekat Prabowo dan para menteri mengeluhkan kemacetan komunikasi. Simak selengkapnya Program Bocor Alus Politik di Channel Youtube Tempodotco dan Spotify #BocorAlusPolitik #PodcastBAP #PodcastTempo




Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menolak permohonan perubahan syarat pendidikan minimal calon presiden dan wakil presiden dari lulusan SMA menjadi sarjana (S1). Putusan ini dibacakan Ketua MK Suhartoyo dalam sidang perkara nomor 154/PUU-XXIII/2025, Senin (29/9). Permohonan diajukan Hanter Oriko Siregar, mahasiswa Universitas Nasional, yang sebelumnya juga pernah mengajukan gugatan serupa. Ia meminta syarat pendidikan minimal S1 tidak hanya untuk capres-cawapres, tetapi juga calon kepala daerah dan anggota legislatif. Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur menjelaskan, syarat minimal SMA atau sederajat merupakan kebijakan hukum terbuka pembentuk undang-undang dan tetap konstitusional. Menurut MK, aturan tersebut tidak melanggar prinsip konstitusi dan justru menjaga hak politik warga negara agar tidak terbatasi. Dengan putusan ini, syarat pendidikan minimal tamat SMA atau sederajat tetap berlaku untuk capres-cawapres, calon kepala daerah, hingga anggota DPR, DPD, dan DPRD. 📸: Dok. Antara. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #newsupdate #update #news #oneliner #mahkamahkonstitusi #mk #dpr #capres #cawapres #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan


@kozirama Padahal katanya es orson pake air mentah, baksonya pake boraks, ciloknya pake daging tikus, dan gulalinya dibuat pake tangan yg abis garuk pantat.

Diduga Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rocmawan, menyampaikan hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dan Sidokkes Polres Cimahi masih melakukan perawatan terhadap 235 siswa-siswi yang diduga mengalami keracunan akibat mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Untuk menangani kasus ini, para korban telah ditempatkan di beberapa fasilitas kesehatan. Di antaranya: Posko Puskesmas Cililin 24 orang, RSUD Cililin 9 orang, Posko Kesehatan Cililin 182 orang, dan RSIA Anugerah 20 orang, dengan total 235 orang dalam perawatan. Selain itu, 107 orang berobat jalan, sehingga total sebanyak 342 orang. Rata-rata korban mengalami mual, muntah, pusing, diare, sesak napas, demam, sakit perut, dan lemas. Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, MTs, SMP, hingga SMK di Kabupaten Bandung Barat. Menurut Hendra, saat ini Tim Dokkes Polres Cimahi, Dinas Kesehatan KBB, dan Tim Reserse Polres Cimahi tengah melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain pengambilan sampel bahan baku, menu makanan yang dikonsumsi, hingga muntahan korban, guna memastikan penyebab keracunan. Kasus ini terus menjadi fokus aparat dan pihak kesehatan untuk memastikan keamanan dan keselamatan para siswa. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rocmawan, Selasa (23/9). (Ens) #BeritaElshinta























