Haii, aku lagi butuh responden nih 🙏
Kriterianya:
- Memiliki anak kecil / saudara anak kecil / atau sering berinteraksi dengan anak kecil
Kalau sesuai, boleh banget bantu isi di sini ya:
docs.google.com/forms/d/e/1FAI…
Klu mau saling bantu isi kuesioner juga boleh yu, DM aja yaa
Haii, aku lagi butuh responden nih 🙏
Kriterianya:
- Memiliki anak kecil / saudara anak kecil / atau sering berinteraksi dengan anak kecil
Kalau sesuai, boleh banget bantu isi di sini ya:
docs.google.com/forms/d/e/1FAI…
Klu mau saling bantu isi kuesioner juga boleh yu, DM aja yaa
@kejublender yah huhu soalnya kok isi data diri formulirnya bukan cuma ada no ktp KK tpi juga ada nama lengkap ortu sampe pendidikan terus tes psikotesnya oncam sama aktifin lokasi
i love being woman, but.. KERAMAS PLUS NGERINGIN RAMBUT CAPE BANGET🥹😮💨😭😭 luluran, skincare, dandan, prepare dll😔😔 the feeling afternya suka tapi mengumpulkan energinya itu WAHHH
Jarang ganti tampon atau pembalut beresiko menyebabkan Kematian?
Ada kondisi penyakit namanya Toxic Shock Syndrome (TSS) (kasusnya jarang) secara mikrobiologi klinik terjadi ketika Staphylococcus aureus, yang secara alami mungkin terdapat di kulit atau vagina, mengalami pertumbuhan berlebih dan memproduksi toksin superantigen (terutama TSST-1) dalam lingkungan yang kaya akan darah, oksigen terbatas, dan tersedia magnesium dari darah menstruasi, yang terperangkap oleh pembalut atau tampon yang digunakan terlalu lama, toksin ini kemudian menempel langsung pada sel T sistem imun dan sel presentasi antigen, memicu aktivasi massif sel imun dan pelepasan sitokin dalam jumlah besar ("badai sitokin") yang menyebabkan kerusakan jaringan, kebocoran pembuluh darah, syok, dan kegagalan multi-organ. Pencegahan utamanya adalah dengan memutus siklus ini melalui penggantian pembalut atau tampon secara teratur (setiap 4-8 jam) untuk menghilangkan medium pertumbuhan bakteri, serta menggunakan produk dengan daya serap minimum sesuai kebutuhan untuk mengurangi ketersediaan darah dan oksigen yang mendukung produksi toksin.