ْ

14.9K posts

ْ banner
ْ

ْ

@snagglesnuggle

akun suka-suka. beauty, kmusic&drama, and cute things enthusiast. (✿╹◡╹)♡

she/her 2000 • rt a lot Katılım Temmuz 2017
536 Takip Edilen90 Takipçiler
ْ retweetledi
Foreign body
Foreign body@CorpusAlienumm·
My take, itu bukan soal “sifat asli” It’s a stress response. Ketika seseorang dihadapkan dengan situasi yang stressful, secara insting setiap kita akan berubah ke mode defensif. Orang saat di mode defensif ini akan banyak mengeluarkan energi ataupun sikap negatif, kenapa? Karena dirinya merasa terancam. Ada perceived threats di dalam otak mereka. For me, itu bukan “sifat asli”, human behavior itu kompleks, kita ga bisa judge one’s character based on one event, apalagi di situasi yang stressful.
Alejandro@NoelAlejandr0

mau tau sifat asli seseorang? nah, ajakin lah dia traveling. Disitu akan keliatan semuaa emosi nya, egosentrisme nya, gengsi nya dan cara dia memperlakukan orang lain. Karena pada saat laper, capek, dan kadang rencana enggak sesuai ama yang dia mau, yang keluar itu bukan lagi pencitraan tapi sifat aslinya. Traveling itu ya, bukan cuma soal mem filter tapi tentang melihat versi asli seseorang tanpa topeng.

Indonesia
87
2.9K
10.8K
261.1K
ْ retweetledi
Benny Prawira Siauw
Benny Prawira Siauw@bennysiauw89·
@CorpusAlienumm Ini sama kek akal2an yang bilang kalo karakter asli orang bakalan keliatan pas marah. Marah itu emotional state yang muncul buat respons kondisi lindungi diri & ngerasa ada ketidakadilan, emangnya hidup dia dalam kondisi ini terus apa😭
Indonesia
2
195
1.6K
17.9K
ْ retweetledi
Ads
Ads@soicrate·
@__skyblue9 Kalau ada parenting yang kelihatan bermasalah, ya wajar orang komentar, Kak. Itu concern dan bentuk awareness, bukan sok bijak. Ngelabelin gen tertentu cuma karena berani speak up is so dismissive dan anti-kritik of you. Emang lebih gampang sih daripada bahas substansinya
Indonesia
1
65
2K
28K
ْ
ْ@snagglesnuggle·
bodoh bgt pertanyaannya maaf😭
Indonesia
0
0
0
2
ْ retweetledi
Gi
Gi@verrrmillionn·
@EnditaRahmayan2 kerna mereka male centered, xixixi
Indonesia
3
84
1.7K
39.6K
n🅰️il
n🅰️il@tecanmeong·
random bgt live kakaknya tbtb lewat terus gue salfok ada myngmyng ikut live, akhirnya iseng komen terus kakaknya langsung happy karna ada yg notice bocilnya😭🤏
Indonesia
51
709
14.8K
408.1K
ْ retweetledi
ْ retweetledi
key
key@keyffelatte·
h2h hierarchy (imo) : 1. princess yuha (always on top) 2. stella stopi (ga diturutin ngambek) 3. carmen (mom of the group) 4-6. juun, ian, a-na (trio abang-abangan h2h) 7. jiwoo (target kejailan member) 8. ye-on (target utama yg bisa disuruh-suruh) 😭
Indonesia
26
1.1K
8.5K
216.5K
ْ retweetledi
kiera
kiera@laurierxc·
ngeganti refill serap air pake calcium chloride ternyata beneran tetep ngaruh! sebelumnya kelembapan di kamar bisa sampai 83 mana murah banget 8k dapet 1KG yg bisa buat sebulan. no more perabotan jamuran + boncos beli serap air😭🙏
kiera tweet mediakiera tweet media
kiera@laurierxc

KAK SUNGKEMM😭🙏🏻 infonya bermanfaat bangettt gara gara ini jadi hemat banget buat beli serap air biar barang di rumah ga gampang jamuran karena lembap😭🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Indonesia
59
1.9K
14.3K
754.8K
ْ retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak. Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG. Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain: -Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri -Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah. Yang menarik dari studi ini adalah: Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control) 𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡 Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano

Addiction to short-form videos is associated with reduction of brain activity in the frontal lobe and weakened focus.

Indonesia
201
7K
17.4K
698.5K
ْ retweetledi
em
em@seonjoha·
emotional intelligence or academic intelligence? BOTHHH!!!
English
3
254
1K
16.5K