
Soetanto
7.2K posts

Soetanto
@soetanto08
Bertugas mengumpulkan harta,lalu membagikannya, sesuai kehendak Sang Empunya


@BurhanMuhtadi Kalau anak Indonesia itu pintar, gak bakal kesulitan untuk test ielts/toefl dan sejenisnya. Beasiswa itu sebaiknya based on merit. Kalau kapasitas otaknya mampu, berarti layak dapat beasiswa


Sopan santun kumendannya sudah hilang sama orang yang lebih tua


pernah ngga mbathin, "ya Allah mudah2an dalam seminggu aku dpt segini segini". ternyata dikasih lebih
















Longsor terjadi kemarin. 10 hari sebelumnya udah ada warning dari geologist dan pemerintah sudah mengungsikan seluruh penduduknya yang jumlahnya ada 300 jiwa. Sebuah contoh kehadiran negara dalam kehidupan warga.


"Bodohnya Kroco Ijazah Palsu" Nunjukin ijazah yang diminta itu nunjukin ke siapa sih maksudnya? Nunjukin ijazah di alun-alun? Atau harus dipajang di Monas? Atau harus diteliti PBB, CIA, KGB, MI6, Interpol, FBI, NYPD? Jokowi itu proletar yang bisa jadi presiden tanpa darah biru. Memangnya orang seperti itu (yang bukan siapa-siapa), untuk mengaku lulusan S1 saja harus pakai ijazah palsu? Orang pakai ijazah palsu UGM, bisa jadi karyawan Pertamina saja sudah super-superhebat. Lha ini bisa jadi Wali Kota, Gubernur, Presiden, apa ya mungkin ijazah S1 saja, palsu? Ijazah S1 lho!!!! Misalnya dia nggak lulus S1 dan mau memalsu ijazah, ngapain nggak beli saja di perguruan tinggi swasta ecek-ecek di Solo yang memang bisa dibeli. Bisa aja sambil jualan mebel tiba-tiba dapat ijazah Sarjana Hukum dari kampus ecek-ecek. Lha ngapain orang baru bangun karir politik, kok memalsu ijazah UGM?? Bodoh sekali yang bisa mengira bisa memalsu ijazah UGM dan berpikir bahwa UGM nantinya bakal mengakui ijazah palsu itu. Serius, hanya orang yang SANGAT BODOH yang percaya itu. Sekali lagi: SANGAT BODOH. Kenapa? Karena orang pintar pun yang berseberangan dengan Jokowi pun nggak akan percaya itu. Coba tanya Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Tak mungkin mereka ikut bahas ijazah ini. Hanya pembenci di level kroco yang terus menuduh ijazah palsu ini. Karena kalau memang palsu, Harian Kompas, Jawa Pos, Tempo, Media Indonesia, akan membahas itu di halaman pertama. Karena kalau memang palsu, anggota DPR RI dari partai oposisi ya pasti akan bersuara. Akan pakai hak angket, ataupun hak-hak mereka yang lain untuk angkat skandal besar ini kalau memang betul palsu. Musuh politik Jokowi itu sangat banyak sejak 2014. Tak terhitung. Coba lihat keadaan sekarang, kenapa hanya di level Roy Suryo dan dokter perempuan nggak jelas itu saja yang muncul bersuara? Bahkan Amien Rais pun muncul cuma sebentar habis itu menghilang. Sangat mungkin dia sudah sadar ijazah palsu UGM itu nggak mungkin terjadi. Kita "mungkin" bisa menyuap 1-2 dosen untuk "membantu" kita lulus dari kampus ternama selevel UI, ITB, UGM, Unair atau ITS. Tapi kalau menyuap secara lembaga hingga orang nggak lulus jadi dianggap lulus, apalagi tanpa kuliah, ya nggak masuk akal banget. Kasus S3 Bahlil di UI saja langsung dikoreksi dan dibatalkan. Secara lembaga, nggak mungkin UI akan meluluskan orang curang. Bahkan di pernyataan terakhir, UI menyebut Bahlil memang belum (pernah) berstatus lulus S3 dari UI. Nggak mungkin kita bisa beli ijazah di perguruan tinggi Top 5. Ya cuma orang yang biasa beli ijazah di perguruan tinggi ecek-ecek yang menganggap bisa beli ijazah di UGM. Akhirnya, para kroco itu akan terus nggak dipercaya akan ijazah Jokowi. Karena dengan percaya, berarti mereka akan memgakui kebodohannya selama ini. Untuk itu, narasinya akan terus dibangun. Ujungnya: pengadilan akhirat pun dipakai narasi. Akhirnya, ijazah Jokowi palsu adalah sebuah keyakinan. Keyakinan itu ya nggak mungkin dipaksa, bahkan oleh fakta ilmiah sekalipun. Yang diributkan foto Jokowi di ijazah. Bahas kaca mata. Bahas gigi. Dan bahas segala hal yang nggak penting. Lha kalau memang niat memalsukan kenapa nggak pakai fotonya sendiri? Lalu ada lagi yang nuduh Jokowi nggak lulus SMA. Anda nilai sendiri level kebodohannya orang itu. Kroco memang harus bodoh sih menurut saya.

















