Dini hari ini, temanku Andrie Yunus disiram air keras ketika sedang mengendarai motor. Dia mengalami luka yang cukup parah.
Andrie adalah pemberani yang terus melawan kejahatan HAM, militerisme dan ketidakadilan. Dia tidak pernah bisa dibungkam.
Mengerikan sekali negara ini.
Pressure adalah sebuah privilege.
Iya, kamu tidak salah baca.
Banyak orang ingin ada di posisi kamu di dunia kerja.
Tapi belum diberi tanggung jawab sebesar itu.
Orang yang bilang,
“Aku capek banget. Pressure-nya tinggi.”
Tapi diam-diam, mereka adalah orang yang:
• Dipercaya pegang proyek penting
• Jadi decision maker
• Punya target besar
• Punya visibility tinggi
• Dipercaya untuk deliver hasil
Pressure itu tanda kamu dipercaya.
Tidak semua orang diberi beban.
Karena tidak semua orang dianggap mampu.
Yang jadi masalah bukan pressure-nya.
Tapi cara kita melihat pressure itu sendiri.
Kalau kamu anggap pressure sebagai ancaman,
kamu akan sering defensif.
Kalau kamu anggap pressure sebagai privilege,
kamu akan naik level.
Growth SELALU datang dengan rasa tidak nyaman.
Kalau semuanya terasa mudah, mungkin kamu tidak sedang berkembang.
Tapi sedang ada di ruangan yang salah.
So next time kamu merasa tertekan, tanya ke diri sendiri:
Apakah ini beban?
Atau ini bukti bahwa aku sedang dipercaya di industri ini?
Girls in their 30s be like, “OMG I’m so behind,” but meanwhile they’ve healed their inner child, stopped people pleasing, left that toxic job, started therapy, learned to enjoy their own company, travel when they want, and actually like themselves now. They’re not behind. They’re growing, evolving, finally putting themselves first, and becoming the person they always needed to be. Sis, you’re not behind. You’re exactly where you’re supposed to be.
Banyak orang salah paham tentang perempuan mandiri. Sering dicap keras kepala, susah diarahkan, bahkan egois. Padahal, mereka terbentuk seperti itu bukan tanpa alasan. Keadaanlah yang menempanya, ia belajar bertahan karena seringkali tidak ada yang bisa diandalkan selain dirinya sendiri. Terbiasa mengurus banyak hal sendirian, menahan rasa sakit tanpa banyak bicara, dan menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sandaran.