Sabitlenmiş Tweet
gala
7.4K posts

gala retweetledi
gala retweetledi

@nunanyakotaro memang. ini gue mau pake karena dikasi blueray lensanya, mengurangi bgt sakit kepala lama” depan pc
Indonesia

@nunanyakotaro not sure… gue emg udah lama kak cuma males aja pake kacamata
Indonesia
gala retweetledi
gala retweetledi
gala retweetledi

Fathers and Sons (1862) karya Turgenev dan Demons (1872) karya Dostoevsky dapat dibaca sebagai bentuk "sastra dibalas sastra".
Turgenev memperkenalkan figur nihilisme melalui Bazarov sebagai representasi konflik generasi dan fase intelektual zamannya. Sepuluh tahun kemudian, Dostoevsky dalam Demons menggambarkan secara tragis bagaimana benih nihilisme generasi tersebut, jika berkembang tanpa akar spiritual dan tradisi, dapat bermetamorfosis menjadi radikalisme destruktif.
Ketidaksetujuan ini mencapai puncaknya melalui karakter Semyon Karmazinov, yang secara luas dipahami sebagai satire Dostoevsky terhadap Turgenev. Juga dalam kehidupan nyata, perdebatan keduanya pada 1867 memperlihatkan ketegangan yang tajam, ketika Dostoevsky menyindir Turgenev agar "membeli teleskop untuk melihat Rusia dari kejauhan".
Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di akun medium saya: @chasinghomer/demons-sebagai-sanggahan-ideologis-terhadap-fathers-and-sons-d9e7f4e0005a" target="_blank" rel="nofollow noopener">medium.com/@chasinghomer/…


Indonesia






















