r★

23.3K posts

r★ banner
r★

r★

@st4rspike

a perfect mixed of sugar, spice and rage ❤️

Katılım Temmuz 2018
1.9K Takip Edilen1.8K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
r★
r★@st4rspike·
jangan jahat2 yah, inget semua orang sedang berjuang dgn keadaanya masing2 ❤️
Indonesia
0
0
0
393
dururuhoyyy
dururuhoyyy@hamada199352·
Wta ad yg main kartu beginian gak sih? Ini namanya apa dah? 😭😭😭 (dulu aku beli gacha di tukang dagangnya)
dururuhoyyy tweet mediadururuhoyyy tweet mediadururuhoyyy tweet mediadururuhoyyy tweet media
Indonesia
735
1.4K
18.5K
712.6K
r★ retweetledi
i-Pop HQ
i-Pop HQ@iPopHQ·
Cardi B plays ‘Pok Ame Ame’ for her son during Instagram Live.
i-Pop HQ tweet media
English
566
5.1K
33.5K
773.9K
r★ retweetledi
RisangP
RisangP@rsngprad·
Biar ga gampang goyah sama omongan orang. Setiap kali dapet kritik, pisahin jadi 2: – Data – Emosi Ambil datanya. Buang emosinya.
Indonesia
21
1.1K
5.5K
50.4K
r★ retweetledi
No Context Cats
No Context Cats@nocontextscats·
BACK IN STOCK SOLD OUT
No Context Cats tweet mediaNo Context Cats tweet media
English
37
5.7K
47.4K
919.5K
r★ retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
STRESSS😭😭😭😭😭
muklas tweet media
English
469
2.6K
24.1K
511.3K
r★ retweetledi
邸珥菲
邸珥菲@SAIBdelvi·
Sejujurnya buatku pribadi, yg paling memperkaya wawasan itu ngobrol dgn banyak org. Melampaui baca buku. Karena baca buku itu msh kayak ngobrol sama satu orang. Dengan ngobrol kita bisa denger sesuatu yg sebelumnya ga pernah kepikiran samsek. Human's mind is limitless indeed.
Indonesia
239
9.2K
41.5K
550.1K
r★
r★@st4rspike·
eh surabaya ujan alhamdulillah akhirnya gurun ini tidak gersang lagi
Indonesia
0
0
0
20
r★ retweetledi
🌸💫
🌸💫@gueiava·
Taugasi menurut pakar klimatologi BRIN, diperkirakan sampai September nanti khususnya bagian selatan Indonesia bakal ngalamin yang namanya El Nino Godzilla. Kenapa dinamain “Godzilla?” Karna pada level ini tingkat kekuatannya “super” alias lebih panas dari El Nino yang terakhir terjadi di 2023. Suhu mungkin ga mencapai 40°C tapi bakal FEELS LIKE 40°C. Jam2 kritis di antara jam 11.00 - 15.00. So, kalo bisa hindari terkena paparan matahari langsung di jam2 itu, jgn lupa pake sunscreen dan banyak minum air putih biar ga dehidrasi yaa! Stay hydrated temen2 semua❤️
Georitmus 🇮🇩@zakiberkata

Jam 1 siang makin panas menyala. Rakyat mending rebahan.

Indonesia
219
4.3K
14.9K
821.2K
r★
r★@st4rspike·
rame bingung ga rame bingung
Filipino
0
0
0
4
r★ retweetledi
Ulish
Ulish@uliisshh·
Nonton podcast Raditya Dika, aku setuju sama kalimatnya kalo kita tuh gak sepenting itu di hidup orang lain, jadi chill aja.
Indonesia
121
14.1K
43.9K
644.2K
r★ retweetledi
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Ya ampun... Skripsi 11 tahun lalu masih relevan sampai sekarang. Tentang komersialisasi pendidikan tinggi sebagai bentuk kejahatan korporasi (karena kampus dianggap sebagai korporat, alih-alih sebagai hak asasi yang harus dilindungi dan berorientasi nirlaba)
M. Ridha Intifadha tweet media
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok

Indonesia
13
1.7K
4.6K
73.2K
r★ retweetledi
nana kopaja (deera)
nana kopaja (deera)@diraism·
indonesia panas bgt fakmen ini kita dihukum mother nature karena presidennya wowok
Indonesia
107
22.3K
61.4K
493.7K
r★
r★@st4rspike·
@rgoestama emg taun ini konsepnya pd deket2an hari raya nya 😭😭😭
Indonesia
0
0
0
1.2K
r★
r★@st4rspike·
@rainaxty @tanyarlfes apalah si bodoh ini, dia berpikir semua orang adalah dia 😂
Indonesia
0
0
0
13
Raina 🇨🇭
Raina 🇨🇭@rainaxty·
@tanyarlfes Mereka ngelakuin itu ya karena haus validasi, baik ke cewek maupun cowok. Kok bisa? Iya, karena mereka tau, story CF pun bisa bocor ke orang lain. Dan itu harapan mereka... People see their inside. Why? Ya karena haus validasi.
Indonesia
411
3
83
81.7K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
Wdym abaut cewe berhijab tapi di cf suka story tanktopan doang? Tanyarl (cf isinya gada cowonya)
Indonesia
1.2K
34
3.4K
725.8K
r★ retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M