gwedopang

7.1K posts

gwedopang banner
gwedopang

gwedopang

@straight_pope

Bekasi - Jakarta Katılım Kasım 2010
148 Takip Edilen141 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@Walskeee choose ur poison - Random bgt//ngentot dpn kontrakan gue//ada motor berenti//brntm gt pacaran mau putus - Random bgt ngentot//dpn kontrakan gue//ada motor berenti//brntm gt pacaran mau putus - Random bgt ngentot dpn kontrakan//gue ada motor//berenti brntm gt//pacaran mau putus
Indonesia
65
171
2K
0
MrBeast
MrBeast@MrBeast·
If this tweet has exactly 1 like in 24 hours I’ll give that person $1,000,000
English
264.7K
30.8K
1.1M
64.9M
️️️️Rif.
️️️️Rif.@badgen1us_·
“kami sarankan lelaki di taruh di depan dan dibelakang, perempuan ditengah” 🙂🙂
️️️️Rif. tweet media
Indonesia
3.6K
937
9.3K
3M
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@NyaiiBubu Jaksa yg nuntut nilai segitu abis ngecekin pelaporan pajak ibam, dgn asumsi ini imbalan buat ibam. Pdhl sebelumnya udah ditelusurin dan emang ga ada aliran uang ke ibam. Jd yg pnting ada dulu aja tuduhnnya
Indonesia
0
0
34
9.2K
🌸 Bubskyy 🌸
🌸 Bubskyy 🌸@NyaiiBubu·
Nah yang bikin saya tertarik justru di poin 4 😅 Ibam bawa bukti founders tax Rp84 juta buat buktiin duit itu dari saham Bukalapak, bukan dari korupsi. Eh tapi justru dari angka itu ketauan, Kalau 0,5% itu Rp84 juta... berarti total sahamnya kurleb Rp16,8 miliar. Persis banget sama angka tuntutan jaksa Rp16,9 miliar. Kok bisa kebetulan pakai banget ya ?
Melon Mask@panca66

Sudut pandang lain tentang kasus Ibam. MENGAPA KITA TAK PERLU MENANGIS UNTUK IBRAHIM ARIEF Apakah Ibrahim Arief (Ibam) layak dikasihani? Jawaban saya: tidak! Ia sama saja seperti terdakwa korupsi pada umumnya. Membela diri adalah haknya. Toh, ia dipegang deretan pengacara "papan atas" Jakarta — suatu kemewahan yang tak semua warga negara bisa nikmati. Influencer berpengikut banyak sampai profesor ekonomi (yang pernah malang melintang jadi komisaris bertantiem puluhan miliar di berbagai BUMN) pun membela Ibam. Disebutnya Ibam adalah talenta digital langka yang diperlakukan tidak adil, padahal ia rela meninggalkan karier cemerlang di Facebook demi mengabdi pada negara. Momentum narasi #kawalibam pas sebab menjelang vonis. Diharapkan masyarakat bersimpati, hakim luluh hati, dan menjatuhkan vonis ringan. Tuntutan jaksa lumayan berat: 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, ganti kerugian negara Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara. Tapi saya tak pernah peduli jumlah pengikut orang, deretan gelar dan ijazah yang dipegang, pangkat seseorang, dan sejenisnya. Tak perlu juga kita mendikte hakim. Kita hanya perlu saksama melihat isi dan konteks pendengung narasi #kawalibam. Begini: 1. Tak seperti perkataannya di sebuah podcast — sambil tersedu-sedu — bahwa ia tidak menerima gaji di Kemendikbud dan murni bekerja demi bangsa, Ibam memang bukan PNS/ASN sehingga memang tidak digaji langsung oleh negara. Tapi pada 2 Desember 2019, Mendikbudristek Nadiem Makarim membentuk tim teknologi (Wartek) yang di dalamnya terdapat Ibam sebagai tenaga konsultan di bawah Yayasan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) — Ketua Dewan Pembinanya adalah Najelaa Shihab, kakak Najwa Shihab — dengan gaji Rp163 juta per bulan! 2. Nadiem juga mengangkat Jurist Tan sebagai Staf Khusus Menteri (SKM) yang diberi kekuasaan atas anggaran. Dalam persidangan terungkap, Nadiem pernah berkata kepada eselon 1 dan 2 Kemendikbud bahwa kata-kata Jurist Tan sama dengan kata-katanya. Jurist Tan terungkap meminta bagian 30% dari penjualan CDM (Chrome Device Management) ke Google. Tiga puluh persen dari Rp621,3 miliar (anggaran CDM) adalah Rp186,4 miliar. Uang itulah yang diduga digunakan untuk membayar gaji tim Wartek. Satu hal lagi yang terpenting: sampai saat ini Jurist Tan buron tanpa sedikit pun sinyal niat baik menyerahkan diri. Silakan Anda nilai sendiri kelakuan macam ini. 3. Tak usah membanding-bandingkan dengan terdakwa lain yang merupakan pejabat Kemendikbud. Tidak ada kasus yang identik. Ibam dituntut berdasarkan Pasal 603 KUHP baru yang merupakan delicta communis — dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak harus pejabat. Inti deliknya: memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi (di samping unsur melawan hukum dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara). Artinya, hasil korupsi tidak harus dinikmati sendiri oleh terdakwa. Ibam diyakini jaksa membuat kajian teknis yang mengacu pada produk tertentu yaitu Chromebook serta mempengaruhi para pejabat kementerian (melalui Wartek) untuk memilih Chromebook. Kerugian negara menurut BPKP Rp2,1 triliun. Apakah itu terbukti atau tidak, kita lihat saja nanti putusan hakim. Yang jelas, jangan menganggap hanya karena Ibam adalah konsultan swasta maka ia tidak mungkin melakukan korupsi yang tuntutannya lebih tinggi dari pejabat teknis. 4. Ibam dituntut membayar ganti kerugian negara Rp16,9 miliar yang dianggap jaksa merupakan hasil korupsi Chromebook. Ibam berkelit bahwa uang itu adalah hasil kepemilikan saham pendiri Bukalapak (BUKA), yang ia buktikan dengan pembayaran founders tax sebesar Rp84 juta (0,5%). Dari sini bisa dihitung: jika 0,5% = Rp84 juta, maka 100% atau nilai total saham Ibam di Bukalapak adalah sekitar Rp16,8 miliar — nyaris persis angka yang dituntut jaksa. Pembayaran ganti kerugian adalah pidana tambahan; dihukum tidak membayarnya bukan berarti seseorang tidak terbukti bersalah. Lagi-lagi, kita lihat saja nanti putusan hakim soal itu.

Indonesia
23
85
773
164.2K
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@swole7711 @Rebel0fReality unless, timeline-wise Reeves's batman saga happened long time ago, so a merger is happen when Battinson already a proper bats with bunch of robins.
English
0
0
0
33
Prescription For Gin
Prescription For Gin@swole7711·
@Rebel0fReality I am strongly against a merge because the powerscaling would be ridiculous. Mr Terrific would beat the absolute shit out of Battinson. I want to see a Batman that could take on monsters like Bane and Clayface while also punching above his weight on the Justice League.
English
1
0
3
588
RebelOfReality
RebelOfReality@Rebel0fReality·
I hopped off the merger train awhile ago, but people who said that Battinson wouldn’t work in the DCU because Reeves style is too different from Gunn’s look really silly rn. Obviously not saying Rob Hardy’s cinematography is on par with Greg Fraser’s, but Clayface is definitely more in conversation with The Batman than Superman (2025)
RebelOfReality tweet mediaRebelOfReality tweet mediaRebelOfReality tweet mediaRebelOfReality tweet media
English
14
22
267
42.8K
Eza Hazami - ハザミ。エザ
Anyone want a follow back? Don't worry I’m not a blue-tick user so this is clearly not a bait Just looking for good mutuals who like gaming (especially MonHun) and a clean timeline without ragebait/porn Reply to this tweet 😄
English
426
29
633
30K
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@fillainart Mnrt saya terlalu heboh kalau mau dilabeli sebagai "jurang ambivalensi" dan terlalu dalem kalau dicap sbg output ideologi filmmakernya. Buat saya sekedar keputusan script yg wajar terjadi. Like or dislike sama keputusannya itu hal lumrah.
Indonesia
1
0
5
5.1K
fillainart
fillainart@fillainart·
Ghost in The Cell (2026) yang disutradarai oleh Joko Anwar barangkali memang sengaja memborbardir penonton dengan tumpukan kritik sosialnya lewat rentetan dialog. Namun, di tengah upaya tersebut, ada satu celah yang justru membuat film ini terperosok ke dalam jurang ambivalensi, yaitu representasi queer. (spoiler alert!) Film ini menghadirkan dua karakter queer yang berdiri di kutub yang sepenuhnya berseberangan, yakni Tokek (Aming) dan Novilham (Magistus Miftah). Tokek digambarkan sebagai algojo kejam dari geng Rendra (Ho Yuhang) yang tak segan menyiksa hingga menghabisi nyawa siapapun atas perintah sang bos. Kehadiran Dimas (Endy Arfian) sebagai tahanan baru menarik perhatian Tokek. Ia memanggil Dimas dengan sebutan “cantik”, dan secara gamblang divisualisasikan ia melakukan serangkaian kekerasan seksual terhadap Dimas. Di sisi lain, Novilham memikul peran sebagai pencair suasana (comic relief) sekaligus sebagai sosok seniman. Eksistensinya seolah didesain murni untuk meredakan ketegangan, memancing gelak tawa penonton lewat gestur gemulai dan tarian femininnya. Dua potret ambivalen ini adalah cerminan dari bagaimana masyarakat Indonesia mengkonstruksi keberadaan kelompok queer. Karakter Tokek mewakili lensa yang memandang individu queer sebagai sebuah ancaman. Sebuah perspektif yang merupakan proyeksi dari alam bawah sadar (unconscious mind) laki-laki hetero yang menyiratkan bahwa mereka juga predator yang memosisikan perempuan sebagai mangsanya. Perspektif yang sama digambarkan dalam adegan KS yang dialami Dimas waktu adegan mandi. KS yang harusnya traumatik, direduksi menjadi sebuah lelucon, terutama bila yang mengalami laki-laki. Sementara itu, karakter Novilham menggambarkan eksistensi queer di Indonesia yang cenderung lebih “ditoleransi” asalkan mereka mengambil peran sebagai seniman dan atau komedian. Ada semacam pemakluman bersyarat dari masyarakat untuk profesi ini. Kedua karakter ini sangat kontras efeknya pada penonton ketika muncul di layar. Kemunculan Tokek menebar teror dan ketakutan, sedangkan gerak-gerik Novilham senantiasa disambut dengan gelak tawa. Bagian yang ironis dari film ini adalah konklusinya. Terlepas dari perbedaan peran yang mencolok antara sang predator dan sang komedian, kedua karakter queer ini pada akhirnya berujung pada nasib yang persis sama. Ini seolah menegaskan bahwa apapun wujud representasinya, individu dengan identitas queer di dalam narasi arus utama tidak akan pernah mendapatkan cerita happy ending. Namun, tentu saja film ini “berbaik hati” memberikan mereka ruang di kredit akhir, membiarkan mereka menari bersama seluruh jajaran cast dan crew sebagai bentuk apresisasi semu. Diberi panggung untuk merayakan di luar cerita, asalkan nasib mereka tetap dihabisi di dalam teks naratifnya.
fillainart tweet mediafillainart tweet mediafillainart tweet media
Indonesia
15
119
817
339.4K
gwedopang retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
Indonesia
119
4.5K
6.8K
417.8K
gwedopang retweetledi
Pangeran
Pangeran@pangeransiahaan·
I hope Arsenal win the league for the sake of few of my good friends. Otherwise, not even a 7-day deep spriritual cleansing in Ubud can heal the mental scars.
English
43
213
1.2K
150.1K
gwedopang retweetledi
James Gunn
James Gunn@JamesGunn·
This Summer, find your place in the universe. #Supergirl lands in theaters June 26.
English
1.1K
7.7K
40K
3.2M
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@pangeransiahaan hen you fucking ur bro's wife. Yoga is one of the needful preparation to stay zen.
English
0
0
0
155
Pangeran
Pangeran@pangeransiahaan·
Gary Neville di biografinya bilang dulu mereka semua ikutan kelas yoga bareng. Kebanyakan main-main dan ga tahan. Yang cabut pertama (of course) Roy Keane. Yang stay yoga terus cuma Giggs.
SaintPooney@saintpooney

@pangeransiahaan And for a speedy player, he was relatively injury-free. Yoga.

Indonesia
5
39
474
56.9K
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@gandjar_bondan Lah sedari awal emang ga ada niatan menyelesaikan akar masalah kok. Jangan heran.
Indonesia
0
0
0
83
Gandjar Bondan
Gandjar Bondan@gandjar_bondan·
Contra flow udah. Satu arah udah. Ganjil-genap udah. Pelarangan truk 3 sumbu udah. Tapi mudik tetep macet. Ya iyalah, lha wong akar masalahnya bukan itu.
Indonesia
160
3K
21.9K
898.7K
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@abraham_TS @yohanesindu indo wont dissapoint you with stupid silly news. the people and the govs are at the same peak level. selamat lebaran mas!
English
0
0
0
35
Abraham Tino
Abraham Tino@abraham_TS·
@yohanesindu udah sampe meninggal dan ngancurin rumah. ultimate level terbelakangnya kita nih, selangkah sebelum india.
Indonesia
3
1
1
839
andi
andi@andihiyat·
Idealnya kalo umur 30+ emang harus udah punya apa
Indonesia
990
78
814
184K
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@rsngprad Terlalu heboh dengan brand story tp ga disokong dengan quality yg konsisten di tiap cabang. Padahal potensialnya bagus.
Indonesia
0
0
1
439
RisangP
RisangP@rsngprad·
Sedikit pandangan gw tentang Almaz ini. Banyak brand F&B yang awalnya naik karena diferensiasi, tapi setelah hype lewat, mulai keliatan masalah fundamentalnya. Beberapa hal yang mungkin bikin brand kayak Almaz Fried Chicken makin sepi: 1. Hype awalnya terlalu kuat, tapi retention-nya lemah Awalnya banyak orang datang karena: - penasaran “ayam goreng Saudi” - viral di TikTok - ada narasi Palestina Masalahnya, curiosity bukan berarti repeat purchase. Kalau orang datang sekali cuma karena penasaran, tapi rasanya ga jadi “comfort food”, mereka jarang balik lagi. Sementara brand kayak: - KFC - MCD - A&W itu menang di habit. Orang makan bukan karena penasaran, tapi karena udah jadi default. 2. Menu ga terlalu “broad” Brand ayam yang sustain biasanya punya: ayam burger rice bowl snack dessert breakfast kopi Kalau menu terlalu fokus di ayam + nasi + saus, frequency makan jadi rendah. Orang jarang mikir: “makan Almaz aja lagi”. 3. Brand story kuat, tapi product story kurang kuat Narasi: ayam Saudi Palestina amal Ini kuat untuk brand image. Tapi di F&B, orang balik karena: crispy juicy nagih murah Kalau product experience tidak “nagih”, narasi brand ga cukup. 4. Lokasi banyak tapi traffic ga selalu sustain Beberapa brand ekspansi cepat karena: franchise momentum viral Masalahnya, kalau demand real-nya belum stabil, outlet jadi: - sepi - kualitas beda-beda - operasional ga konsisten Ini sering kejadian di brand yang growth-nya terlalu cepet. 5. Brand positioning agak membingungkan Ini poin sebenernya penting banget. Kalau dipetain: Premium - KFC - MCD Value / murah - Rocket Chicken - Hisana Fried Chicken Almaz ada di tengah. Masalah brand yang di tengah: bukan yang paling enak bukan yang paling murah bukan yang paling terkenal Akhirnya decision orang jadi gampang pindah. 6. “Ayam Saudi” mungkin terlalu niche Ayam goreng Indonesia biasanya: - gurih - asin - sambel - nasi panas Kalau profil rasanya terlalu: - rempah Arab - garlic heavy - sedikit beda itu bagus buat diferensiasi, tapi ga selalu cocok jadi makanan rutin. 7. Viral ga sama dengan brand equity Banyak brand viral di Indonesia yang polanya sama: fase 1: viral fase 2: orang coba fase 3: cabang banyak fase 4: mulai sepi Yang survive biasanya yang berhasil ubah hype jadi habit. Kalau gw jujur lihat secara strategi, Almaz sebenernya punya 3 aset yang kuat: - Differentiation (Saudi chicken) - Identitas brand yang jelas - Outlet look yang cukup proper Tapi yang belum terlalu kuat adalah produk yang bikin orang ketagihan secara mass market.
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Belum ada setahun, Almaz Fried Chicken di tempat gw kok ga serame pas buka ya? Dulu antri, beberapa menu harus nunggu. Bulan puasa ini kirain bakal rame lagi, tapi beberapa kali gw lewat kayak kurang rame. Gimana dengan Almaaz di tempat kamu?

Indonesia
115
281
1.6K
303.5K
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@tempodotco Yawlaaaahhhhh nerakaaaa lu pada sumpah dah. Kalo ga ada mesti diadain.
Indonesia
0
0
0
20
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
BGN: Menu MBG Lele Mentah untuk Digoreng di Rumah
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
1.6K
1.1K
5.2K
2.7M
gwedopang retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Since last year, I've arguably been wrongfully accused in a state corruption case. To defend my innocence, I spent past 6 weeks building an agentic AI swarm that: Analyzed 4700+ pages court docs Mapped 8900+ testimonies Found dozens of contradictions This is how I fight 👇🏼 First off, some context may be necessary. Even though I'm accused in a state corruption case, I'm not a government official. I'm a software engineer. I spent over 15 years building large-scale tech systems across Europe and Indonesia. I've led engineering teams of up to 600 people and helped grow a small tech startup into a unicorn. In 2016, I moved back from Europe to Indonesia, because I believe technology at scale could make a real difference to the millions of people in the nation. Six years ago, working as a tech consultant under a nonprofit foundation, I started advising Indonesia's Ministry of Education on building large-scale technology platforms. Public sector work pays significantly less than private sector, and I took close to a 50% pay cut to make the switch. I was fine with that. Using what I knew to help underserved communities in Indonesia felt like the right trade. Our mission was to build a user-centric superapp for public education, specifically for teachers and public schools, the kind of work the private sector ignores because there's no money in it. At some point, officials at the ministry asked for my input on one of their procurement plans. I helped them work through the technical details, shared what I knew, laid out the pros and cons, and recommended a set of tests they should run to determine which options were the most suitable. By the time they made their final decision and executed the procurement, I had already resigned from the consulting work, so I didn't think much of it. Fast forward to May 2025. My house was raided as part of a newly opened corruption investigation tied to that procurement. Two months later, I was named a suspect and placed under city detention due to my health. The trial started in January 2026. We've been through more than a dozen sessions so far, and not a single piece of evidence or testimony has been presented showing I received a single cent from the procurement. What came to light was the opposite: evidence and testimony that my recommendations were neutral and likely were ultimately ignored by the ministry's own team, who went ahead and made the call on their own. So why am I the one on trial? Because the ministry officials who did take money from the procurement vendors needed someone to blame for the decisions they made. Blaming an outside consultant is the easy way out. Witness testimonies in court has shown that the officials actively directed the procurement while claiming it was done on my instructions and even misled their own team within the ministry by saying I held a position of authority. We needed evidence to dispute those accusations, questions to cross-examine the witnesses, and we needed them fast. This is where my AI comes in. A few days before the trial began, we received a 4400-page printed document containing all the witness statements collected during the investigation, plus several hundred pages of other related documents. The information asymmetry is staggering. Those with deep enough pockets to hire large law firms can throw dozens of paralegals and associates at a document like that and mount a proper defense on short notice. I didn't have that kind of money. By then, I had been out of work for more than six months. The AI startup I founded had to shut down. Our investors asked us to return their funding. I had to lay off the entire team. Most of my lawyers are friends of my wife from her college days, who stepped up and waived most of their fees because they could see I was being railroaded. The whole situation felt hopeless. But somewhere in the middle of the despair, a spark lit up. Combing through and analyzing thousands of pages of documents is exactly the kind of problem AI was built for. I've built AI systems before, so I know the key to applying AI to a real-world problem is understanding the strengths and limitations of the available models, and figuring out how to make things not just work, but work efficiently enough to put into production. I was placed under city detention due to health issues with my heart, compounded by a tumor that has been growing rapidly over the past few months. But it also means I still have access to my dev PC. So I started with small experiments. My lawyers found a printing service that could scan the thousands of pages in a couple of days. At first, I tried simply uploading the scanned PDF into existing chatbots like ChatGPT, but the file was far too large for anything they could handle. Even when I managed to get it working through external cloud storage, the results were atrocious. Half of the strategies and "facts" the models surfaced were hallucinations. That wouldn't just be useless in court, it's actively dangerous and can jeopardize my defense. My experience building complex AI systems told me that the key to reducing those hallucinations is better data preprocessing. So I spent the first couple of weeks focusing on parsing the uploaded PDFs, running various kinds of text extraction, and eventually settled on building an agentic AI swarm that performs multiple layers of preprocessing and analysis. This multi-step analysis by several AI agents that swarm the PDF and extract different aspects of the case produces a dense knowledge graph where we can even trace the flow of money involved. My lawyers can now easily browse, filter, and search through nearly 9000 witness statements. We even discovered several witnesses with duplicate testimony, raising suspicion of coordinated efforts or tampering among them. But I didn't stop there. The processing chain includes several higher-level intelligence layers that draw from all the signals in the extracted knowledge graph. These layers add semantic understanding that powers a Chat AI feature, where we can ask specific questions about the case and get grounded answers. I even built a self-reflective sub-agent that automatically challenges and inspects the results to make sure there are zero hallucinations. Overall, the AI has helped me and my legal team uncover the big picture of what actually happened, and build questions that span hundreds of separate testimony sessions, giving us an unprecedented ability to cross-examine witnesses in court and significantly improved our defenses. But I have grander vision than just helping my own legal team. Indonesia's legal system is severely overburdened, with a huge number of cases flowing through the courts every year. This kind of AI could be a useful tool not just for lawyers, but also for judges and prosecutors trying to make sense of their caseloads. With the cross-examinations we've conducted and the weight of evidence that has come to light, we are aiming for an acquittal. Should that be the case, my pledge is to keep building this AI platform into something that can meaningfully improve the quality of justice in our legal system: by helping investigators analyze cases more thoroughly and shine a light on any potential crimes, by raising the standard of what prosecutors bring before a judge, and by giving lawyers the ability to uncover the truth in their clients' cases faster than ever before. Because in the end, I want what I've built to help more than just myself. I believe it can ease the burden on our judges and raise the quality of justice across the system in Indonesia.
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
English
120
1.2K
3.1K
247K
gwedopang
gwedopang@straight_pope·
@DCcomicsID Sangat wajar melihat ada fans2 yg protes tp ga habis pikir aja kenapa banyak yg ambil kesimpulan utuh dr teaser trailer 2 menit. Babies. Pada hakikatnya ujung2nya green lantern akan all about space drama and action kok. Just be patient, nikmatin DCU bangun cerita pelan2.
Indonesia
0
0
1
277
🇵🇸 | DC Comics Fans Indonesia
Kalo sampe akhir ternyata prediksiku soal 'LANTERNS' ini salah, aku bakal jadi org yg paling kecewa dan pada saatnya pasti bakal aku akui. Tapi buat sekarang, intinya yg menurutku perlu diinget, ini teaser buat serial tv guys. Nontonin teaser ini cukup ketebak kok kalo most footage-nya barangkali cuma dicomot dari ep 1-2 (dari total 8 ep). Sementara itu, serial HBO pasti rilisnya weekly. Series HBO yg lagi ongoing tuh tiap mereka rilis satu episode, mereka jg pasti rilis teaser pendek utk next episodenya. Jadi gak wise jg kalo footage dari eps akhir masuk ke teaser perdana kan? 8 eps artinya 2 bulan masa tayang SEKALIGUS marketing + build up hype weekly dan somehow HBO tuh jago bgt bikin series yg tiap minggu bikin audiens makin hype dan makin diobrolin. So, ya, sampe skrg aku masih optimis mereka bakal all out soal unsur action, sci-fi, & space-nya walaupun (menurut keyakinan saya) MASIH DIUMPETIN. Jadi sama sekali bukan tipe series yg katanya mereka baru pake kostum di ep terakhir gt :') Ya walaupun memang betul, di awal series ini start-nya memang bakal "berskala kecil" dulu, ceritanya berawal dari pinggiran kota kecil dulu. Maka dari itu kuncinya adalah mereka harus deliver ep 1 yg bisa bikin audiens bener2 hooked sama plot dan karakternya walaupun belum dar der dor. Ngeliat track record, aku masih optimis HBO bakal deliver series superhero berbalut genre misteri detektif yg nge-hook dari awal lewat karakter2nya yg complicated dan plot misterinya yg engaging. Teaser ini menurutku bukan yg bagus bgt sampe mindblowing, bukan. Tapi beneran sesuai ekspektasiku untuk sebuah teaser perdana series superhero yg dikatakan bakal berasa True Detective. Again, I could be wrong and I'd be VERY disappointed since this is my #1 most anticipated DCU title after all. But anyhow that's it folks thank u for coming to my Ted talk !!
🇵🇸 | DC Comics Fans Indonesia tweet media🇵🇸 | DC Comics Fans Indonesia tweet media🇵🇸 | DC Comics Fans Indonesia tweet media🇵🇸 | DC Comics Fans Indonesia tweet media
Indonesia
21
20
173
11.4K