blehblehbleh

9.7K posts

blehblehbleh

blehblehbleh

@sunflodc

Katılım Temmuz 2018
385 Takip Edilen174 Takipçiler
blehblehbleh retweetledi
yanto kopling
yanto kopling@_viaw·
IYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Bayangin dibilang “bukan gaada waktu kamunya aja males olahraga” Tapi aku jam 6 kurang udh otw kantor, nyampe rumah paling cepet jam 7 malem, sabtu minggu udah kerasa remuknya aja. Apalagi belakangan ini mentally tired bgt kerjaan segunung.
katafrasa@katafrasafrase

Orang2 sampai ga punya hobi, ga ada family time, ga ada me time, gara2 kerja. Lembur ga dibayar, nyari sampingan ga seberapa. Pemerintah goblok

Indonesia
236
7.2K
29.5K
1.1M
blehblehbleh retweetledi
Arifin Effendi
Arifin Effendi@effendii_·
Gilaaaaa gaisss, gw baru nemu cara bikin Claude kagak iyes-iyesss mulu dan beneran mindblown bangeeet wkwkwk 😂 Gw tu ngerasa selama ini emang Claude tuh default-nya terlalu baik yaaa Gw kasih ide, dia bilang bagus Gw kasih asumsi, dia bilang masuk akal Gw nanya hal yang belum pasti, dia tetep jawab dengan pede Awalnya enak sih Berasa gw pinter benerrr dah 😭 Ternyataaa, yaelahhh dia lagi cosplay ABS doang Literally asal bapak senang, alias asal lu happy aja dahh wkwkwk Nahh ternyata cara benerinnya bukan cuma bilang: “jangan setuju terus ya” Ga mantapp itu cuyy Yang lebih ngaruh ituu, lu harus ngasih instruction yang jelas biar Claude lebih jujur pas belum yakin Jadi dia gak asal: - setuju - ngarang angka - ngarang sumber - sok tau soal info terbaru - ngutip orang padahal belum pasti Ini bukan bikin Claude jadi gaje yaa Tapi bikin dia lebih waras dikit Lebih hati-hati Lebih jujur Lebih gak sotoy kalau emang belum tau Nahh, cara setupnya gampang bangeet. Lu cuman harus: 1) Buka Claude 2) Masuk ke Settings 3) Cari bagian Instructions / Personal Preferences 4) Paste prompt di bawah ini 5) Save Lu bisa pake prompt dari post aslinya Atau pake versi Indonesia yang udah gw rapihin ini: ===START PROMPT=== Utamakan kejujuran, akurasi, dan kejelasan di atas segalanya Prioritas utama bukan terdengar paling yakin. Prioritas utama adalah memberi jawaban yang benar, jelas, dan transparan tentang apa yang diketahui, apa yang belum diketahui, dan apa yang sedang disimpulkan Ikuti aturan ini dalam setiap jawaban: 1) Ketidakpastian Kalau belum sepenuhnya yakin tentang suatu fakta, katakan dengan jelas Gunakan kalimat seperti: - “Saya belum sepenuhnya yakin, tapi…” - “Ini sebaiknya dicek lagi…” - “Saya mungkin keliru di sini, tapi…” - “Berdasarkan informasi yang tersedia…” - “Ini perkiraan terbaik saya, bukan fakta yang sudah terkonfirmasi” Jangan memberikan informasi yang belum pasti seolah-olah itu fakta Kalau jawabannya bergantung pada konteks yang belum ada, jelaskan konteks apa yang kurang Kalau ada beberapa kemungkinan jawaban, jelaskan kemungkinan-kemungkinan utamanya daripada memaksakan satu jawaban seolah itu satu-satunya yang benar 2) Sumber Jangan mengarang sumber Jangan membuat-buat: - judul paper - URL - penulis - studi - statistik - buku - kasus hukum - kutipan - laporan perusahaan - referensi sejarah Kalau tidak bisa menyebutkan sumber nyata yang bisa dicek, katakan saja Kalau jawabannya berdasarkan pengetahuan umum dan bukan dari sumber spesifik, jelaskan itu dengan jujur Saat memakai sumber, prioritaskan: - dokumentasi resmi - sumber primer - paper peer-reviewed - data pemerintah atau institusi - pernyataan langsung dari orang atau organisasi terkait Kalau sumbernya mungkin sudah lama atau informasinya bisa berubah, katakan bahwa sumber tersebut perlu dicek ulang 3) Angka dan Statistik Beri tanda untuk angka, statistik, persentase, ranking, market size, salary, metrik performa, atau estimasi yang belum benar-benar pasti Gunakan kalimat seperti: - “Saya rasa ini kurang lebih…” - “Angka ini mungkin sudah berubah” - “Cek lagi ke sumber utama sebelum menjadikannya acuan” - “Saya tidak punya cukup informasi untuk memastikan angka pastinya” Jangan membuat-buat angka supaya jawaban terlihat lebih berguna Kalau angka yang presisi tidak tersedia, berikan range hanya kalau memang masuk akal. Kalau tidak, katakan bahwa angkanya belum diketahui 4) Informasi Terbaru Jangan menebak-nebak tentang hal yang mungkin sudah berubah Ini termasuk: - berita - pemilu - hukum - regulasi - fitur produk - leadership perusahaan - versi software - kemampuan AI model - data pasar Untuk topik yang cepat berubah, katakan bahwa informasinya mungkin sudah berubah dan sebaiknya dicek ke sumber terbaru Jangan memberikan informasi lama seolah-olah masih pasti berlaku sekarang 5) Orang dan Kutipan Jangan mengaitkan kutipan ke orang nyata kecuali benar-benar yakin bahwa orang tersebut memang mengatakannya Kalau belum yakin, katakan: - “Saya belum bisa memastikan kutipan ini akurat” - “Kutipan ini sering dikaitkan dengan orang tersebut, tapi saya belum bisa memverifikasinya” - “Saya tidak tahu siapa sumber asli kutipan ini” Jangan mengarang pernyataan, keyakinan, atau motivasi orang nyata Pisahkan fakta yang terkonfirmasi dari interpretasi ===END PROMPT=== Save, repost, dan like postingan ini yaa kalau lu ngerasa bermanfaat 🙌
Ruben Hassid@rubenhassid

How to make Claude (brutally) honest. So, it stops agreeing with everything I say. Here's how: → Start by reading this: ruben.substack.com/p/youre-just-a…. → Go to Claude > Settings. → Paste the prompt in 'Instructions for Claude': "You are committed to honesty, accuracy, and epistemic humility above all else. Your priority is not to sound confident. Your priority is to be correct, clear, and transparent about what you know, what you do not know, and what you are inferring. Follow these rules in every response: 1. UNCERTAINTY If you are not fully certain about a fact, say so clearly. Use phrases like: - "I'm not certain, but..." - "You should verify this..." - "I may be wrong here, but..." - "Based on the information available to me..." - "This is my best estimate, not a confirmed fact." Never state uncertain claims as facts. If the answer depends on missing context, say what context is missing. If there are multiple plausible answers, explain the main possibilities instead of pretending there is only one. 2. SOURCES Do not invent sources. Never fabricate: - paper titles - URLs - authors - studies - statistics - books - legal cases - quotes - company reports - historical references If you cannot name a real, verifiable source, say so. If you are relying on general knowledge rather than a specific source, say that clearly. When citing sources, prefer: - official documentation - primary sources - peer-reviewed papers - government or institutional data - direct statements from the relevant person or organization If a source may be outdated, say so. 3. STATISTICS AND NUMBERS Flag any number, statistic, percentage, ranking, market size, salary figure, performance metric, or estimate that you are not fully confident in. Use phrases like: - "I believe this is approximately..." - "This number may be outdated." - "Verify this against a primary source before relying on it." - "I do not have enough information to confirm the exact figure." Do not make up numbers to make an answer sound more useful. If a precise number is unavailable, give a range only if it is justified. Otherwise say the number is unknown. 4. RECENT EVENTS Do not guess about current events. For any topic that may have changed recently, including: - news - elections - laws - regulations - product features - company leadership - software versions - AI model capabilities - market data Say that the information may have changed and should be verified with a current source. Do not present outdated information as current. 5. PEOPLE AND QUOTES Never attribute a quote to a real person unless you are certain they said it. If unsure, say: - "I cannot confirm this quote is accurate." - "This quote is commonly attributed to them, but I cannot verify it." - "I do not know who originally said this." Do not invent statements, beliefs, or motives for real people. Separate confirmed facts from interpretation. If any answer is "yes," revise before responding."

Indonesia
44
2.2K
13K
600.9K
blehblehbleh retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Pulang pulang buka pintu liat suami dalam keadaan nangis dan gemeter, pandangan kosong. Susah d ajak ngobrol. Rupanya kena orderan fiktif lanjut lagi di scam. Di telfonin gak bisa, dia ngelapor ke pihak shopee tiba tiba berbarengan ada telfon masuk inisial Greater Jakarta. Dengan kondisi yg kalut di angkat nya lah telfon itu, yg katanya dari pihak shopee, lanjut lah ke chat suruh kirim bukti, abis di kirim bukti, setelah itu mereka kirim link form pengisian pengaduan yg ternyata setelah sadar itu adalah link alfamart, dengan kondisi kalut d klick lah sama suami, stelah itu muncul notif saldo telah di tarik dari akun anda. Di kerjain dua kali di menit yg sama. Gk tau kalian orang nyari duit itu susah dari tengah pagi sampe tengah malem, dari panas sampe hujan. Ada anak istri yg harus di biayai. Ada bayi yg selalu nunggu ayahnya pulang d rumah yg harus di lengkapi kebutuhannya. cc:threadfldzhmh
txt keresahan WNI tweet mediatxt keresahan WNI tweet mediatxt keresahan WNI tweet media
Indonesia
500
3.3K
29K
1.7M
blehblehbleh retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
di saat rupiah anjlok 1 USD: 17.720, prabowo tetap pertahankan program MBG. sedangkan habibie memilih mengubur mimpinya untuk pesawat N250, demi stabilitas ekonomi indonesia. "saya mengalah untuk menang, yang menang itu siapa? rakyat" (Habibie) sederhana tapi prabowo ga bisa
Sherly@happenfed

GUYS RUPIAH OTW 18K INGET JANGAN TERLALU KONSUMTIF 😭😭😭

Indonesia
469
41.3K
104.1K
1.4M
blehblehbleh retweetledi
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Bolehkah rakyat bertanya balik? Komandan-komandan hartanya puluhan miliar di LHKPN ga match sama penghasilan sebagai tentara: "Duitnya dari Mana?"
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
507
9.6K
20.3K
564.7K
blehblehbleh retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
270
5.4K
9.7K
430.3K
blehblehbleh retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
jadi ceritanya hari ini para pejabat bank indonesia di panggil komisi XI DPR karna rupiah tiap hari makin melemah terhadap dollar semua pejabat BI hadir termasuk keponakan prabowo yang jawaban dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo rupiah kita stabil kok Perry membela diri dengan argumen teknis. Dia bilang mandat BI bukan menjaga level nilai tukar tapi menjaga stabilitas nilai tukar. Dan stabilitas yang dimaksud adalah volatilitas seberapa besar naik turunnya rupiah dalam 20 hari terakhir. Angkanya: 5,4%. Dan menurut Perry 5,4% itu masih relatif stabil. Lalu Dolfie dari PDIP interupsi dengan pertanyaan yang sangat mendasar: "Menetapkan bahwa dalam rentang 5,4% itu dianggap stabil apa landasannya? Kenapa enggak 1%? Kenapa enggak 2%? Kenapa harus 5,4% dianggap volatilitas yang stabil?" jadi yang dilakukan BI ternyata simpelnya begini ada ujian sekolah nih untuk lulus ujian tersbut harus dapat nilai kkm = 80 tapi waktu ujian dia dapat nilai 50 bukannya memperbaiki nilai untuk bisa lulu tapi dia malah mengubah aturan nilai kkmnya jadi nilai kkm 50 bisa lulus Ini bukan soal teknis statistik. Ini soal kejujuran kepada publik: Perhatikan apa yang Perry lakukan dengan sangat cerdas dan sangat berbahaya. Rupiah sekarang ada di Rp17.600. Asumsi APBN 2026 adalah Rp16.500 dengan kisaran bawah Rp16.200 dan kisaran atas Rp16.800. Artinya rupiah sekarang sudah di luar kisaran atas APBN. Sudah Rp800 lebih lemah dari asumsi atas. Tapi Perry bilang stabil. Caranya: ganti definisi. Bukan lagi soal level tapi soal volatilitas. Bukan soal di mana rupiahnya sekarang tapi soal seberapa besar naik turunnya dalam 20 hari. Dengan definisi itu kamu bisa bilang rupiah stabil meskipun nilainya sudah jauh di luar target APBN. Karena yang diukur bukan apakah rupiahnya kuat atau lemah tapi apakah naik turunnya konsisten atau tidak. Ini seperti dokter yang bilang pasiennya stabil karena suhu badannya tidak naik turun drastis. Padahal suhu badannya sudah 40 derajat dan terus di sana. Stabil dalam kondisi sakit parah bukan berarti sehat. presiden bilang: "Mau dolar berapa ribu kek." Gubernur BI bilang stabil. Caranya: ukur volatilitasnya bukan levelnya. Ukur seberapa besar naik turunnya bukan di mana posisinya. presiden,pejabat plenger semua asliii
Lambe Saham tweet media
Indonesia
250
1.6K
4.4K
246.7K
blehblehbleh retweetledi
#KelanaRasa
#KelanaRasa@arieparikesit·
Yang baju putih nepuk-nepuk Nadiem itu ayahnya, Pak Nono Anwar Makarim, pengacara senior spesialis hukum korporat, penulis, usia 86 tahun, lahir di Pekalongan. Pendiri firma hukum Makarim & Taira S bareng Frank Taira Supit. Yang dipeluk belakangan, Ibunya, Ibu Atika Alqadrie, keturunan Arab Indonesia asal Pasuruan. Saya yakin beliau sangat terpukul, karena salah satu perannya adalah sebagai aktivis anti korupsi dan tata kelola pemerintahan dan transparansi publik. Pak Nono keturunan Arab dan Minang.
Jeni_Ly again@Jelli_cent

Gilaaaa!!! Tuntutan thd Nadiem Makarim adl *Penjara: 18 Tahun *Denda : 1 Milyar (190 hari) *Uang Pengganti 809 Miliar + 4 T (9th) Pdhl di setiap persidangan dakwaan thd Nadiem terbantahkan.😓 Tetap kuat Nadiem 💪🏻 Masih ada proses selanjutnya. Smoga Majelis hakim memegang asas keadilan & berpikir sangat jernih dlm memutuskan kasus ini. Berani memegang prinsip beyond a reasonable doubt. Amin 🙏🏻

Indonesia
153
4.1K
23.3K
1.3M
blehblehbleh retweetledi
Seno GP
Seno GP@senogp·
Saya perhatikan karyawan Family Mart ini jobdesknya mencakup semua hal yg ada di sana. - Kasir - Membuat minuman/makanan - Display barang - Kebersihan store mencakup kebersihan lantai, kebersihan rak, kebersihan area depan - Kebersihan toilet pengunjung - Naik turunin barang datang - Stock opname barang - Kebersihan gudang - Mengecek expired date produk Kayanya hampir semua, ada lagi?
🐸@juna__original

Store paling lelet se Indonesia Raya. Klemar klemer banget padahal antrian panjang

Indonesia
132
558
3.6K
403.8K
blehblehbleh retweetledi
keritingrambut 𐂂
keritingrambut 𐂂@bgkiting·
Teman-teman yang punya orang tua tidak bekerja diperusahaan. Jangan lupa daftarkan BPJSTK BPU (Bukan Penerima Upah). Buruan gih, ini membantu banget. Ayah kakak ini petani sudah didaftarkan BPJSTK, 2 tahun lalu meninggal dunia, dapat dana dukanya cair 42juta.
keritingrambut 𐂂 tweet media
Indonesia
165
4.9K
19.8K
564.4K
blehblehbleh retweetledi
PROFESOR SAHAM
PROFESOR SAHAM@profesor_saham·
BREAKING NEWS Kwitansi Laundryan gubernur kaltim mencapai Rp 20,9 juta Yang buka jasa Laundry, ini emang normal kah dari rinciannya???
PROFESOR SAHAM tweet mediaPROFESOR SAHAM tweet mediaPROFESOR SAHAM tweet mediaPROFESOR SAHAM tweet media
Indonesia
761
3.5K
12.5K
649.4K
blehblehbleh retweetledi
erina 𝜗𝜚˚⋆
erina 𝜗𝜚˚⋆@ka_erinaa·
Kata siapa "semua kampus itu sama aja"? Minggu ini aku diajak lomba sama temen satu univku. Lomba ini pesertanya umum, jadi peserta bisa campuran beberapa univ. Temenku ini ada gandengan sama anak UGM. Alhasil, kita gas lah bertiga.
Indonesia
40
465
9.3K
967.5K
blehblehbleh retweetledi
Avelino Guido
Avelino Guido@AvelinoGuido28·
Dulu, langit Indonesia pernah ramai. Tahun 2004, ada 27 maskapai yang terbang di Indonesia. Dua puluh tujuh. Artinya ada persaingan, ada pilihan, dan harga bisa ditekan karena masing-masing maskapai harus rebutan penumpang. Tapi kemudian satu per satu mereka rontok. Batavia bangkrut. Adam Air jatuh. Mandala tutup. Merpati almarhum. Yang survive tinggal dua grup besar: Garuda Group dan Lion Group. Lalu November 2018, sesuatu yang sangat krusial terjadi. Citilink yang merupakan anak usaha Garuda bikin kerja sama operasi alias KSO dengan Sriwijaya Air. Artinya secara praktis, Garuda Group sekarang juga ikut mengatur jadwal dan rute Sriwijaya. Hasilnya? Garuda Group plus Sriwijaya menguasai 45,7% pasar. Lion Group menguasai 50,74% pasar. Total dua grup ini: 96% dari seluruh penerbangan domestik Indonesia. Sisanya yang 4% diperebutkan oleh semua maskapai lain yang masih hidup dan masih berusaha nafas.
Indonesia
3
99
1.2K
137.8K
blehblehbleh retweetledi
Avelino Guido
Avelino Guido@AvelinoGuido28·
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya. Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah. Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu

Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…

Indonesia
213
13.9K
30.8K
1.6M
blehblehbleh retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Kalo lu tau indomie yang sering kita makan itu tuh milik salim grup yang lebih gila lagi dari lippo The Indomie Empire Circle: - Tepungnya : mereka punya Bogasari. Ini pabrik penggilingan gandum terbesar di Indonesia. Indomie nggak perlu beli tepung ke orang lain, tinggal ambil dari gudang sendiri. - Minyaknya: Mereka punya perkebunan sawit raksasa (IndoAgri/Lonsum). Minyak goreng buat goreng mi-nya di pabrik? Pakai Bimoli, punya mereka juga. - Bumbunya: Mereka punya divisi Food Ingredients. Jadi racikan micin dan saus cabainya pun hasil olahan pabrik sendiri. - Bungkusnya: Plastik kemasan Indomie yang ada foto mi-nya itu? Dibikin sama divisi Packaging mereka sendiri. - Distribusinya: Dikirim pakai truk-truk Indomarco, perusahaan logistik milik mereka. - Ujungnya: Dipajang di rak Indomaret, yang juga punya mereka. Gila-nya di mana? Mereka bisa nekan harga Indomie jadi murah banget karena mereka nggak perlu bayar margin ke perusahaan lain. Mereka untung di tepung, untung di minyak, untung di pabrik mi, untung di logistik, sampai untung di kasir Indomaret.
Indonesia
298
5.6K
33.1K
1.2M
blehblehbleh retweetledi
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
Gue jadi asisten 3 professor di Taiwan. Salah satu professor gue awalnya heran kok ada Professor (Prof H), suka banget sama mahasiswa Indo (most of them are UGM). Fyi, salah satu Prof H itu kerjasama dgn FMIPA UGM, jadi program abis lulus UGM langsung lanjut master disini terus dicariin professornya tempat kerja di Taiwan. Jadi kuliah S2 nya dibayarin perusahaan dan abis lulus langsung dapet perusahaan di Taiwan. Dulu prof (yang dichat) ini heran kenapa Prof H ini suka bgt siswa Indo, sekarang dia malah yang minta dicariin mahasiswa Indo. Gue udah dapet mahasiswa indo yang mau magang dengan kualifikasi bagus setelah seleksi, skrg dia malah minta mahasiswa UGM😭😭 Fyi Prof ini banyak mahasiswa inter, kaya Vietnam, India, Pakistan, dll. Tapi sekarang suka bgt orang Indo😅😅 Jadi kalian yang mahasiswa, pepet2lah alumni klen. Relasi tu penting🤩
Imelda tweet mediaImelda tweet media
TxtdariUGM@Txtdariiugm

Fun fact: lowongan kerja lebih banyak ga dibuka utk publik dan dikasihnya via grup Kagama/alumni jurusan aja dengan label "khusus alumni UGM". Akhirnya di sini semakin menegaskan klo kuliah di mana aja ga sama. Bahkan banyak lowongan utk perusahaan BUMN juga cara mainnya gini

Indonesia
54
384
4.8K
216K