put

1.5K posts

put banner
put

put

@sweetiipunc

ga suka coklat warna cokelat.

Katılım Temmuz 2024
23 Takip Edilen19 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
put
put@sweetiipunc·
┊ ┊ ┊ ┊ ┊ ┊ ┊ ┊ ┊ ┊ ˚★⋆。˚ ⋆ ┊ ┊ ┊ ⋆ ┊ ┊ ★⋆ ┊ ◦ ★⋆ 𝗍𝗁𝗋𝖾𝖺𝖽 𝗈𝖿 𝗍𝗁𝖾 𝗍𝗁𝗋𝖾𝖺𝖽𝗌
English
1
0
0
1.9K
put
put@sweetiipunc·
seporsi indomie kuah komplit sebelum mati
put tweet media
Indonesia
0
0
0
6
put
put@sweetiipunc·
pengen NANGIS KENCENG BANGET dmn ya
Indonesia
0
0
0
5
put
put@sweetiipunc·
energi gua abis bgt dengan 13 org itu 😭
Indonesia
0
0
0
14
put retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri. Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas. Bukan slip of the tongue. Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan: Mau dolar berapa ribu kek kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar. Yang pusing yang suka ke luar negeri. Ini bukan candaan. Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya. Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini. Dan apa yang terjadi setelahnya. Zimbabwe ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat: Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat. Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir. Hasilnya? Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7 sextillion persen per tahun di 2008. Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti. Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam. Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam. Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi. Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali. Venezuela ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs: Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil. Yang penting ada subsidi. Yang penting ada program sosial. Hasilnya? Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018. Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi. Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya. Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung. Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun. Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan: Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar. Tapi benarkah demikian? Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat. Harganya ditentukan dalam dolar. Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik. Harga tempe naik. Harga tahu naik. Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka. Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor. Harganya dalam dolar. Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor. Harganya dalam dolar. Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India. Harganya? Dalam dolar. Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik. Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar. Dan inilah yang paling miris: Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat. Padahal kepercayaan itulah yang membuat rupiah bisa stabil. Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk. Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita. Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar? Sinyal apa yang dikirim ke investor asing? Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah? Bandingkan dengan pemimpin yang serius: Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya. Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan. Hasilnya? Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar. Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah. Bukan karena Singapura kaya alam. Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya. Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin. Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah. Rakyat desa tidak pegang dolar. Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar. Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar. Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar. Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya. Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli. Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya. Semoga kita tidak sampai di sana. Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
840
16.9K
28.1K
1M
put retweetledi
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Cewek-cewek, kalian tau PCOS? PCOS adalah gangguan hormonal pada perempuan yang bisa memengaruhi haid, metabolisme, kesuburan, kulit, sampai berat badan. Nah, sekarang ada update baru 👀 PCOS mulai resmi berganti nama menjadi PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome). Kenapa diganti? Karena nama “PCOS” selama ini dianggap terlalu misleading. Banyak orang mengira: “PCOS = banyak kista di ovarium.” Padahal faktanya: banyak pasien bahkan tidak punya “kista” seperti yang dibayangkan masyarakat. Masalah utamanya juga bukan cuma di ovarium, tapi melibatkan: • hormon • metabolisme • resistensi insulin • kulit & jerawat • mental health • sampai risiko diabetes dan penyakit jantung Makanya para ahli memilih istilah: Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome Supaya lebih menggambarkan kalau ini adalah kondisi multisistem, bukan sekadar “kista ovarium”. Nama lama juga disebut berkontribusi terhadap: • diagnosis terlambat • stigma • miskonsepsi penyakit • dan penanganan yang kurang menyeluruh Jadi kalau haid kalian sering berantakan, jerawatan berat, berat badan gampang naik, atau tumbuh rambut berlebih… Jangan dianggap normal terus ya 🙂‍↔️
Tubagus Siswadi W tweet media
Indonesia
24
1.9K
6.2K
158.1K
put
put@sweetiipunc·
pulang ke rumah nutupin piercingan
Indonesia
0
0
0
8
put
put@sweetiipunc·
huft
Norsk
0
0
0
9
put retweetledi
salam4jari
salam4jari@salam4jari·
Perguruan Tinggi Negeri mulai tersandera. Ini @bemkmipb nggak ada yang demo rektorat apa
salam4jari tweet media
Indonesia
293
919
4.4K
122.8K
put
put@sweetiipunc·
@imyourdies_ ini gue jg marah ko dis
Indonesia
0
0
1
17
put retweetledi
F
F@cowosukamatcha·
man to women jangan pernah bertahan dengan laki-laki yang temperamental, mudah marah, emosinya naik turun, selalu kasar. karena sekalinya dia udah kasar, dia bakal bisa lebih kasar lagi. reminder girls, seumur hidup itu LAMA!
F tweet mediaF tweet mediaF tweet mediaF tweet media
Indonesia
271
974
4.6K
280.9K
put
put@sweetiipunc·
awas, kadiv lu lagi bertanduk
Indonesia
1
0
0
29
put
put@sweetiipunc·
@lofinggray aamiin ya Allah.. 🤲🏻🤲🏻🤲🏻
Indonesia
1
0
0
21
dino~
dino~@lofinggray·
ibunya s3 marketing
dino~ tweet media
Indonesia
3
0
1
103
put
put@sweetiipunc·
takut setiap ga sengaja eye contact sama cowo cowo di kampus
Indonesia
0
0
0
41
put
put@sweetiipunc·
badan gue sakit, tangan kanan tangan kiri, sama persis kyak gimana saat gue nahan emosi dan coba untuk control my emotion, bingung, takut, selalu buat take a deep breath setiap detiknya
Indonesia
0
0
0
43
put
put@sweetiipunc·
@bboubouutoo salah satunya depannya k
Indonesia
1
0
0
20
put retweetledi
dhanya 🦢
dhanya 🦢@typingmybest·
Sebenernya yg bikin sedihnya lg: kenapa ya saat defending case KS, kita seringkali perlu bawa narasi “bayangin kl itu terjadi ke ibu/kakak/adik/pasangan kalian” dulu cuma utk nyadarin hati nurani laki-laki about how fucked up sexual violence is.. Why isnt basic humanity enough :(
adolf@asyncawaitx

men to men: tolong banget evaluasi isi obrolan tongkrongan atau grup WA (or apapun) circle lo pada. kalo temen lo udah mulai objektifikasi perempuan, ngelecehin fisik pake bahasa kotor buat becandaan, and you do absolutely nothing about it? you're part of the problem jangan pernah berlindung di balik "namanya juga cowok" atau "ah elah cuma locker room talk doang, aslinya mah kita respect kok". it's a fucking bullshit. mindset jelek itu tumbuhnya dari hal-hal sampah yang lo normalisasi di circle lo sendiri. kalo lo udah terbiasa ngeliat perempuan cuma sebatas objek buat bahan fantasi di grup, pelan-pelan empati lo ke mereka bakal mati solid sama temen tuh ada batasnya. diem dan ikut ketawa pas temen lo ngelecehin orang itu bukan solid, tapi lo lagi jadi enabler gausah muluk-muluk sok pahlawan. minimal kalo ada temen lo yang mulai sangean ga jelas di obrolan langsung tegor. kalo ditegor malah ngegas dan ngatain lo so suci, mending leave. tongkrongan kek gitu ga ada valuenya sama sekali buat lo buat lo yang milih diem aja pas temen lo ngerendahin perempuan di grup, sadar ga sih kalo diemnya lo itu yang ngasih validasi ke mereka buat terus jadi predator?

Indonesia
92
21.3K
49.1K
789K