sysy
7K posts


@tokyolocamas FASTT
langsung trusted & proses kilat! 🚀
📲 ke sekarang fast langsung ke wa di bio @bazkoka
💼 1P2U
1 hari: 3K
3 hari: 5K
7 hari: 8K
1 bulan: 15K
2 bulan: 30K
3 bulan: 50K
💼 1P1U
1 hari: 4K
3 hari: 6K
7 hari: 10K
1 bulan: 25K (FREE VIU 1BLN)
2 bulan: 50K
3 bulan: 70K
Indonesia
sysy retweetledi
sysy retweetledi

Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
sysy retweetledi

🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘
🚨POLISI OGAH TANGKAP PEMERKOSAAN GADIS DISABILITAS
Bantu up🆙🆙🆙🔝 🙏🙏🙏🙏🙏
No viral no justice
Kronologi ‼️‼️‼️
Di negara ini harus harus viral dulu ini baru polisinya source: berita_kriminal_sumut Peristiwa memilukan menimpa seorang gadis penyandang disabilitas asal Riau. Korban menjadi sasaran bujuk rayu seorang pria bernama Pujinaro Tampubolon, yang dikenalnya melalui media sosial Facebook, hingga akhirnya mengalami kekerasan se...ks. Kejadian bermula pada Selasa, 26 November 2024, sekitar pukul 10.00 WIB, ketika pelaku bertemu korban di daerah Bagan Batu, Riau.
Dengan dalih ingin memperkenalkan korban kepada orang tuanya untuk menikah, pelaku berhasil meyakinkan korban untuk ikut ke Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut). Korban yang percaya pada janji tersebut akhirnya berangkat bersama pelaku menggunakan sepedamotor.
Setibanya di Tebing Tinggi, korban dibawa ke rumah orang yang disebut pelaku Wawak Angkat di Dusun Kerompol, Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai. Di sana ia mengalami nasib nahas itu Jumat, 29 November 2024 sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku membawa korban ke samping kamar mandi sekolah madrasah di Dusun V Emplasemen Rambutan, Desa Paya Bagas. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku meninggalkan korban begitu saja.Kondisi korban yang merupakan penyandang disabilitas membuat warga sekitar terkejut saat menemukannya sendirian.
Melalui informasi di Facebook, keluarga korban akhirnya dihubungi dan segera menjemput korban. Keluarga korban kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Tebing Tinggi pada 1 Desember 2024. Namun hingga berita ini diterbitkan, proses hukum masih terhambat, karena pihak penyidik mengaku sedang melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa (P19). Padahal kasus sudah berjalan 9 bulan.
Indonesia
sysy retweetledi

🚨 BADAK KALIMANTAN SISA 2 EKOR 😭💔
Di hutan sunyi Kalimantan Timur,hanya tersisa dua Individu yakni Pari dan Pahu Mereka adalah sisa terakhir dari Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni), subspesies purba yang pernah menjelajahi hutan tropis Borneo ribuan tahun lamanya.
#SaveBadakKalimantan
#savePariParu
Indonesia
sysy retweetledi
sysy retweetledi
sysy retweetledi

🚨KRONOLOGI KEJADIAN NENEK SAUDAH 💔
Nenek Saudah (68), warga Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menjadi korban penganiayaan setelah menentang aktivitas tambang emas ilegal di lahan miliknya.
Ia sebelumnya meminta para penambang menghentikan penggalian dan aktivitas sempat berhenti, namun usai Magrib para pelaku kembali masuk ke lahannya. Dengan hanya berbekal senter, Saudah berjalan seorang diri menuju lokasi tambang sekitar 300 meter dari rumah.
Di tengah jalan, ia dilempari batu dan dipukuli oleh sekelompok orang hingga terjatuh dan tak berdaya. Dalam kondisi setengah sadar, ia mendengar para pelaku mengira dirinya telah meninggal. Karena menganggap korban tewas, pelaku membuang tubuh Saudah ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22.00. Sekitar pukul 01.00 dini hari, Saudah tersadar dan merangkak pulang, namun kembali pingsan di depan rumah. Keluarga kemudian membawanya ke RSUD Tuanku Imam Bonjol untuk mendapatkan perawatan medis.


Indonesia
sysy retweetledi
sysy retweetledi

sysy retweetledi
sysy retweetledi

sysy retweetledi
sysy retweetledi

⚠️ PLEASE STOP SCROLLING AND HELP TO REP, RT THIS. THEY DESERVE TO GET THEIR RIGHTS AS A LIVING CREATURE IN THIS WORLD ⚠️
STOP ABUSING ANIMALS AND EXPLOITING THEM @balaiksda_bali @kemenhut_ri @GakkumKLHK
Tanyarlfes@tanyarlfes
Tolong bantu viralkan guys 💚 menurut @/peta 3 objek wisata gajah dibali @/elephantsbali @/bakasadventure @/balizoo melakukan eksploitasi satwa dilindungi, disana gajah ditunggangi wisatawan, disayat kulitnya buat dibius, disuruh akrobat, dipukul jika ga patuh😭😭💔💔
English
sysy retweetledi
sysy retweetledi
sysy retweetledi
sysy retweetledi

lihat, merusak motor pun tidak. ada banyak kaki di sana, ga ada satupun yang nyenggol atau pijak motor, sedikitpun.
hati-hati sekali kakinya, tapi manusia tidak hati-hati dalam membangun 😔
Africa Today Media Group@africatodayMG
We can coexist with nature. The elephants looked as if they didn’t want to be in an urban area! They saw a girl on a scooter and got a little scared.
Indonesia























