biar apa

17.4K posts

biar apa banner
biar apa

biar apa

@teateoy

52Hz blue

Katılım Ağustos 2010
578 Takip Edilen250 Takipçiler
biar apa retweetledi
Pandu
Pandu@pandurijal·
Pernah penasaran kota atau daerah tempat kamu tinggal dulu keliatannya seperti apa ratusan tahun lalu? Ada website yang ngumpulin lebih dari 1 juta peta historis dari seluruh dunia dalam satu platform. Gratis, bisa dicari berdasarkan lokasi, dan resolusinya tinggi. Namanya OldMapsOnline.
Pandu tweet mediaPandu tweet media
Indonesia
14
1.2K
4.7K
97.7K
biar apa retweetledi
nAnaA!!ᐟᐟ☆
nAnaA!!ᐟᐟ☆@sceniaaa·
gais kalo kalian lagi reading slump, bisaa banget baca buku buku ilustrasi disini!!! bener bener meningkatkan mood bacaa karena secantikkk itu ilustrasinya dan ceritanya dari bermacam macam kisah negara. REKOMENDET 🎈🩷🫡😻💖💫🌤️🌟 letsreadasia.org
nAnaA!!ᐟᐟ☆ tweet medianAnaA!!ᐟᐟ☆ tweet medianAnaA!!ᐟᐟ☆ tweet medianAnaA!!ᐟᐟ☆ tweet media
Indonesia
34
2.1K
7.3K
88.4K
biar apa
biar apa@teateoy·
Setelah beberapa bulan yoga, AKHIRNYA GUE BISA HEAD STAND 😭😆✨️
Indonesia
0
0
0
9
biar apa
biar apa@teateoy·
@_firdausaa @hrdbacot Mbaak aku dari kota sebelah pengen eksplor soloo 😫 ayo berteman biar punya temen klayapan!
Indonesia
1
0
1
60
fyr
fyr@_firdausaa·
@hrdbacot hiii aku firda f27. hobi explore coffee shop, baca buku/manga, foto-foto, menulis jugaa kadang. kerjaan di bidang e-commerce, pengen cari teman explore solo khususnya wkwkwk (open to work juga yahh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻)
fyr tweet mediafyr tweet mediafyr tweet media
Indonesia
5
1
16
7.5K
HRD BACOT
HRD BACOT@hrdbacot·
Masuk Q2 2026 #TaliKasihHRDbacot dibuka malam ini sampai besok. silahkan buat yang mau cari teman hobi, mentor satu profesi atau pasangan buat masa depan, drop your profile here! Jangan lupa post selfie terbaik, cantumin juga hobi, pekerjaan, domisili, tujuan ikutan even dan hashtag #TaliKasihHRDbacot kindly reminder risk and reward ditanggung sendiri, mincot cuma RTin aja Monggooo
Indonesia
418
75
798
163K
biar apa retweetledi
Flower Flicks
Flower Flicks@____flowers__·
Saitama, Japan. 🌸
Flower Flicks tweet media
Eesti
517
6.7K
56.9K
787K
biar apa retweetledi
Archaeology & Art
Archaeology & Art@archaeologyart·
The main reason Galileo noticed the craters and mountains on the Moon was his training in painting- thanks to the chiaroscuro (light and shadow) technique he taught at the Accademia del Disegno in Florence,he realized the shadows indicated a three-dimensional surface structure; meanwhile, the Englishman Thomas Harriot, who observed the Moon with a telescope around the same time, didn't have this training and therefore described the surface shadows merely as a *strange spottedness.*
James Lucas@JamesLucasIT

Galileo's first sketches of the moon after viewing it through his telescope in 1609

English
6
730
6.7K
198.6K
biar apa retweetledi
cici! #ResetIndonesia
cici! #ResetIndonesia@ichiinichandesu·
drive.google.com/drive/folders/… Minasan, konnichiwa. Aku izin up kembali ya untuk gdrive ini 😊 Untuk materi Bahasa Jepang sampai dengan persiapan JLPT ini insyaallah sudah lengkap ya. Silahkan gunakan dengan sebaik mungkin untuk belajar Bahasa Jepang dan mempersiapkan JLPT 😊❗
cici! #ResetIndonesia tweet media
Indonesia
191
2.9K
11.7K
513.5K
biar apa retweetledi
NA WILLA SEDANG TAYANG DI BIOSKOP!
Aku belum pernah direct musikal; tapi aku pengin banget dan adegannya sudah jadi utuh jernih di dalam kepalaku. Aku pun yakin aku harus bisa. Minta sama Allah. Dipertemukan lah dengan sekumpulan orang baik yang membuatnya nyata. Hasilnya magis.😭❤️
Indonesia
36
773
4.5K
146.8K
biar apa retweetledi
Bayu Aji Bandoro
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro·
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
182
3.9K
7.5K
300.3K
biar apa retweetledi
Papa Woof und Krampus und Bleaken
At 40, Franz Kafka (1883-1924), who never married and had no children, walked through the park in Berlin when he met a girl who was crying because she had lost her favourite doll. She and Kafka searched for the doll unsuccessfully. Kafka told her to meet him there the next day and they would come back to look for her. The next day, when they had not yet found the doll, Kafka gave the girl a letter “written” by the doll saying “please don’t cry. I took a trip to see the world. I will write to you about my adventures.” Thus began a story which continued until the end of Kafka’s life. During their meetings, Kafka read the letters of the doll carefully written with adventures and conversations that the girl found adorable. Finally, Kafka brought back the doll (he bought one) that had returned. “It doesn’t look like my doll at all,“ said the girl. Kafka handed her another letter in which the doll wrote: "my travels have changed me.” the little girl hugged the new doll and brought her happy home. A year later Kafka died. Many years later, the now-adult girl found a letter inside the doll. In the tiny letter signed by Kafka it was written: “Everything you love will probably be lost, but in the end, love will return in another way.”
Papa Woof und Krampus und Bleaken tweet media
English
344
6.2K
42K
1.3M
biar apa retweetledi
Guilherme Nunes
Guilherme Nunes@guilhernunes_·
The cat tries to use telepathy to cheat on the test, but the duck didnt study either.
Guilherme Nunes tweet media
English
121
11.1K
80.2K
1M
biar apa retweetledi
gengoya
gengoya@gengoya_club·
POV: learning the language to play games in full Japanese
English
26
497
3.5K
77.1K
biar apa retweetledi
𝕯𝖎𝖑𝖉𝖔 𝕭𝖆𝖌𝖌𝖎𝖓𝖘
Kinda dude you find tucked between a stable and fairy fountain who sends you to the gerudo desert for special worms bc his chicken won’t sing until she eats them. Zelda can WAIT! 🐓🪱
English
69
1.6K
12.8K
297.9K
biar apa retweetledi
delty
delty@DeltyThe73rd·
wait she's so funny I love her
English
212
3.5K
42.2K
1M
biar apa retweetledi
MahaKersa
MahaKersa@mahakersa·
Ternyata sirup-sirup lokal ini jarang dinotice pas lebaran, tapi rasanya juara. Mana favoritmu? Atau ada merek lain yg gak ada di tweet ini..? Coba share yaaa
MahaKersa tweet media
Indonesia
98
568
2.3K
344.5K
biar apa retweetledi
Post-Cinematic Growth
Post-Cinematic Growth@postcinegrowth·
Siapa yang pas nonton Na Willa rasanya pengen tinggal di rumahnya yang begitu hangat dan cantik? Inilah hasil kerja keras tim belakang layar untuk membangun dunia Na Willa yang disesuaikan dengan kondisi era 60-an dan dicocokkan dengan karakter Pak, Mak, dan Willa dalam cerita.
Post-Cinematic Growth tweet mediaPost-Cinematic Growth tweet mediaPost-Cinematic Growth tweet mediaPost-Cinematic Growth tweet media
Indonesia
7
573
3.8K
92.4K