Tesya

19K posts

Tesya banner
Tesya

Tesya

@tesyasr

Silent reader 🌻 #KTBFFH

Indonesia Katılım Mart 2012
390 Takip Edilen230 Takipçiler
Tesya retweetledi
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
DKI Jakarta butuh ±Rp253 M buat gratiskan sekolah swasta. Kalau ditarik ke 38 provinsi di seluruh Indonesia angkanya sekitar Rp9,6 T. Sementara satu program nasional bisa habis ±Rp1 T per hari, you know what i mean. Artinya? Secara hitungan kasar: cukup pause dulu 8–12 hari itu program, maka sudah bisa bantu pendidikan di seluruh Indonesia. Dan gue yakin sih kalau program itu di stop dulu ga sampai 2 minggu, tapi bisa kasih pendidikan gratis ke seluruh provinsi, pasti rakyat setuju semua. Tapi balik lagi, semua hanya tentang skala prioritas.
jakartalk tweet mediajakartalk tweet media
Indonesia
192
6.1K
16.4K
376.3K
Tesya retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
GUys ini sakit sih...... Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi, tanpa konferensi pers, tanpa pernyataan apapun dari kementerian? Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam. Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa. Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya. Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa. Ternyata ada sabotase dari dalam. Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar. Bocoran pertama: kas pemerintah hanya cukup 3 minggu. Bocoran kedua: uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis. Bocoran ketiga : dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing: Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan. Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung. Bukan dari oposisi. Bukan dari pengamat. Dari dalam Kemenkeu sendiri. Dampaknya nyata ke pasar. Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar. Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu. Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri, ketemu investor satu per satu menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan. Bule-bule itu bilang clear. Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi. Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri. Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan: Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab: Iya dan tidak. Ada sedikit. Tapi ada yang lain-lain juga. Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas. Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan. Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen. Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan: Pertama 40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya. Mayoritas perusahaan China. Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar. Dua sudah dikejar dan berjanji membayar. Tapi 38 yang lain masih berjalan normal. Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah. Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu: Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya. Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak. Kedua dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada. Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya. Jawaban Purbaya: Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin. Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin." Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya. Oh, tanda tangan elektronik ada loh. Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan." Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman." Ketiga sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah. Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance. Semua isian dari awal lagi. Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan: Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu. Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan: Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot. Tapi di dalam: Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri. Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak. Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya. Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam. Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam. Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini. sungguh sakit ini negeri kita
Lambe Saham tweet media
Indonesia
572
5.5K
19.8K
1.4M
Tesya
Tesya@tesyasr·
@kdrama_menfess On going episode 5, sejauh ini sih gore nya lumayan banget, tapi ceritanya juga seru. Yg penasaran dan kuat liat gore ini worth to watch
Indonesia
1
0
2
4.8K
K-Drama Menfess
K-Drama Menfess@kdrama_menfess·
•kdm• 🔥 If Wishes Could Kill 🔥 ada yang udah selesai nonton ini? sadis bgt nggak guys?
K-Drama Menfess tweet media
Indonesia
150
120
1.9K
163.7K
Tesya retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Di suatu negara yang aneh Negara tropis = buah mahal Negara maritim = ikan mahal Negara CPO = migor mahal Negara SDA = listrik dan BBM mahal Negara hukum = tunggu viral Swasembada pangan = beras mahal Bebas aktif = ikut BOP Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Indonesia
529
35.4K
71.6K
1.1M
Tesya retweetledi
dr. Gia Pratama
dr. Gia Pratama@GiaPratamaMD·
"Dok, saya capek terus." Kalimat yang hampir setiap hari saya dengar di RS. Biasanya saya tidak langsung meresepkan apa-apa. Saya perhatikan dulu. Matanya lelah. Cara duduknya seperti menahan beban di punggung. Pegal, katanya. Sudah lama. Sudah berobat. Sudah mencoba macam-macam. Tapi keluhannya berulang terus. Indonesia itu terang. Matahari datang pagi-pagi, bertahan sampai sore, dan kadang senja pun seperti enggan pergi. Tapi di rs, saya sering menemukan hal yang sama: Kadar vitamin D yang rendah. Pada pasien yang tinggal di negeri paling yang mataharinya bisa sepanjang tahun sekalipun. Melihat matahari dan disentuh matahari adalah dua hal yang berbeda. Vitamin D terproduksi dari kulit yang disapa cahaya. Lalu ia berjalan jauh, diolah di hati, diaktifkan di ginjal, sebelum akhirnya bekerja. Membantu kalsium duduk rapi di tulang. Menjaga otot agar tidak terlalu cepat mengeluh. Menopang tubuh yang kita pakai setiap hari, tanpa pernah kita ucapkan terima kasih. Ketika kadarnya kurang, tubuh mulai mengirim 'surat.' Pegal yang datang tanpa sebab. Lelah yang tidak sembuh oleh tidur. Otot yang terasa berat padahal tidak mengangkat apa-apa. Nyeri tulang yang tersirat, seperti bisikan yang tidak mau hilang. Surat-surat itu sering kita abaikan. Kita sering berangkat saat langit masih gelap. Pulang saat matahari sudah pamit. Duduk di Ruangan ber-AC. Jendela tertutup. Tirai tebal. Kulit yang tidak pernah disentuh matahari, tidak pernah punya kesempatan membentuk vitamin D. Matahari melimpah tetapi tidak sampai ke kita. Anjuran asupan harian vitamin D cukup sederhana. *600 IU per hari.* Angka yang IDAI anjurkan sejak usia 1 tahun. Kecil. Tapi baiknya setiap hari. Dan di situlah banyak orang tidak berhasil. Bukan karena tidak mau, tetapi karena konsistensi memang seni yang tidak banyak orang kuasai. Saya sering menyarankan bentuk yang tidak membuat orang menyerah di minggu kedua. Vitamin D yang dalam bentuk gummy, satu butir sehari, rasa yang bersahabat, tanpa drama menelan. Opsi bentuk lain ada, Tapi yang paling baik adalah yang benar-benar kita minum. Bukan yg dibeli lalu diletakkan begitu saja. Tubuh kita jarang berteriak. Ia hanya berbisik, lewat pegal yang pulang-pergi, lewat lelah yang tidak masuk akal. Dan yang ia minta bukan obat yang rumit. Hanya fondasi kecil yang kita jaga konsistensinya setiap hari.
Indonesia
63
756
3.3K
99.4K
Tesya retweetledi
Bambang
Bambang@sibambaang·
Begini analogi dampak kenaikan dolar terhadap kelas menengah bawah. Bayangkan ekonomi kita adalah sebuah Warung Bakso, dan kelas menengah bawah adalah pelanggan setia yang punya budget pas-pasan setiap hari.   Si Tukang Bakso (Negara/Produsen) biasanya beli daging dan tepung terigu. Masalahnya, tepung terigu itu tidak tumbuh di desa kita, harus didatangkan dari luar negeri pakai kapal yang cuma mau dibayar pakai dolar.   Dulu dengan 1 lembar dolar, Tukang Bakso dapat 1 karung tepung.Sekarang dolar makin mahal, Tukang Bakso harus setor lebih banyak rupiah buat dapat 1 karung yang sama. Dampaknya harga satu porsi bakso naik. Kelas menengah bawah yang biasanya makan bakso pakai telur, sekarang terpaksa makan bakso polos, atau malah cuma kuahnya saja. Karena Tukang Bakso takut pelanggan lari kalau harga naik terlalu tinggi, dia main cerdik. Harga tetap Rp15.000, tapi ukuran baksonya jadi sebesar kelereng (dulu sebesar bola pingpong).Tahu yang tadinya ada dua, sekarang tinggal satu (itupun dibelah dua lagi).  Dampaknya kelas menengah bawah merasa kenyangnya tidak bertahan lama. Secara fisik mereka makan, tapi nutrisi dan kepuasan mereka berkurang meski uang yang dikeluarkan sama. Gerobak bakso butuh minyak tanah atau gas buat masak. Karena harga minyak dunia bergantung sama dolar, biaya buat menyalakan kompor jadi lebih mahal. Si pelanggan kelas menengah bawah harus naik ojek buat sampai ke warung bakso itu. Karena bensin mahal, tarif ojek naik. Dampaknya belum sampai ke warung saja, uang mereka sudah habis di jalan. Mereka jadi makin malas bergerak atau belanja, yang membuat ekonomi jadi lesu. Di tengah situasi ini, ada "Rentenir Desa" (Pinjol) yang lewat dan bilang, "Lapar ya? Makan saja dulu, bayarnya besok-besok pakai bunga dikit. Karena perut lapar (kebutuhan pokok yang naik), kelas menengah bawah akhirnya ambil kasbon. Dampaknya saat dolar terus naik dan harga bakso makin tak terjangkau, mereka bukannya cari cara buat tambah pendapatan, malah sibuk bayar bunga kasbon yang makin mencekik. Saat semua itu terjadi, di dalam dompet mereka sedang berlangsung proses "pencurian diam-diam". Uang mereka nilainya tetap sama, tapi nilai tukar untuk membeli makan berkurang drastis.
tempo.co@tempodotco

Rupiah Ambruk ke Level 17.300 per Dolar AS

Indonesia
14
635
1.6K
94.7K
Tesya retweetledi
Arvin Honami | Investor Pakai Data Bukan Drama
Menurut gua siapapun yang ngerti ekonomi (dan gak perlu punya gelar PhD) tau kenapa Rupiah kita melemah sangat signifikan.. 🤣 Dan coba gua jelasin pakai bahasa sesederhana mungkin ⬇️ (A Thread)
Arvin Honami | Investor Pakai Data Bukan Drama tweet media
Indonesia
153
1.3K
6.7K
587K
Tesya retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini info paling gila hari ini...... ada sesuatu yang nggak masuk akal banget lagi beredar soal program pemerintah ini dan jujur, ini bukan cuma aneh… tapi udah mulai keliatan ngeri + sistematis Jadi gini… Ada info kalau titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu terus nambah setiap hari. Padahal di sisi lain, portal resmi buat daftar mitra katanya udah ditutup sejak 1 Desember 2025. Sekarang coba pikir logikanya pelan-pelan… - Portal pendaftaran ditutup - Tapi jumlah titik terus bertambah - Bahkan dilaporkan tiap hari ada penambahan Pertanyaannya simpel: Masuknya dari mana? Ini bukan soal “ah mungkin ada update internal”… Kalau sistemnya transparan, harusnya: - Ada pengumuman resmi - Ada mekanisme khusus - Atau minimal ada penjelasan ke publik Tapi kalau yang terjadi malah “tiba-tiba nambah”… ya wajar kalau publik mulai mikir: ini data real atau cuma angka di atas kertas? Dan makin panas lagi ketika dikaitin sama isu bayaran… Ketika satu titik SPPG bisa dapat sekitar 6 juta per hari. Kalau itu benar, berarti: Makin banyak titik → makin besar anggaran yang keluar Makin besar anggaran → makin besar juga potensi “mainannya” Kasarannya sppg nya tidak benaran ada tapi insentifnya jalan terus sppg bodong atau fiktif Di sinilah mulai kerasa pedasnya… Karena ini bukan cuma soal angka nambah. Ini soal uang negara + transparansi + kepercayaan publik. Yang bikin miris bukan cuma dugaan “aneh-aneh”-nya… tapi pola yang sering kejadian: - Sistem ditutup ke publik - Data tetap berjalan di belakang layar - Publik cuma dikasih hasil akhir tanpa tahu prosesnya Kalau kayak gini terus, ya jangan heran kalau muncul kecurigaan: Ini beneran program jalan… atau sekadar laporan yang ‘dibikin jalan’?” Gue gak bilang ini pasti ada pelanggaran. Tapi yang jelas: Kalau logika sederhana aja gak nyambung, berarti ada yang harus dijelasin. Karena di era sekarang, masalahnya bukan cuma korupsi atau enggak… tapi kepercayaan publik itu dibangun dari transparansi. Dan kalau transparansi hilang, yang muncul bukan cuma kritik tapi ketidakpercayaan yang jauh lebih bahaya coba di cek tuh situs bgn udah lama tutup tapi hampir tiap hari laporan banyak sppg baru
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
650
8.1K
22.6K
1M
Tesya retweetledi
Hilik Ku Aink We Lah 😬
Hilik Ku Aink We Lah 😬@KangSemproel·
Akhirnya negeri ini sampai di satu titik, dimana : 1. Utang jatuh tempo tertinggi dalam sejarah ✅️ 2. Nilai tukar dolar tertinggi sepanjang sejarah ✅️ 3. Persentase Kenaikan BBM non subsidi tertinggi dalam sejarah RI ✅️ 4. Jumlah pejabat menteri & wamen terbesar sepanjang era reformasi ✅️ Udah bener dapet presiden yg bisa mangkas nilai tukar dolar dari 16 ribuan ke 7 ribuan.... klean malah menjatohkan dia. Emang bukan klean sebagai rakyat sih. Tapi klean memilih wakil rakyat yg bisa digiring utk menjatuhkan Habibi saat itu. Nasib Bangsaku gini amat sih 😳
Hilik Ku Aink We Lah 😬 tweet mediaHilik Ku Aink We Lah 😬 tweet mediaHilik Ku Aink We Lah 😬 tweet mediaHilik Ku Aink We Lah 😬 tweet media
Indonesia
250
10K
19.6K
416.5K
Tesya retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara. Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok. Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang. Kata-katanya sangat eksplisit. Koperasi saya enggak tahu. Yang lain saya enggak paham. Berhenti sebentar dan pahami itu. 35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan. Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum. Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret. Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi. MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan. Baru belakangan sistem dibenahi. Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi. Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik. Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu. Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan. Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan. Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang. Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret. Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan. Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya. Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab. Pertama — status pegawainya adalah karyawan BUMN. Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN? Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar. Kedua — 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk. Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus? Ketiga — rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus. Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda. ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian. Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi. Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama. Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan. Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
506
6.4K
14.8K
621.4K
Tesya retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Update guysss..... Hari ini suster natalia sudah terima uang 28 M dari BNI Akhirnya setelah 2 bulan uang nya kembali Terima kasih netizen semuanya yang mengawal kasus ini ucap beliau
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
616
7.5K
38.8K
857.7K
Tesya retweetledi
ˊvania
ˊvania@remcouverz·
#MARK with his comforting sky and the warmth in his words❤️
ˊvania tweet mediaˊvania tweet mediaˊvania tweet mediaˊvania tweet media
English
1
4.2K
8.1K
77.9K
Tesya retweetledi
★🫑.ᐟ
★🫑.ᐟ@markfcore·
MARK LAST BUBBLE MESSAGE 😭
★🫑.ᐟ tweet media★🫑.ᐟ tweet media
English
1
14.2K
38.2K
434.7K
Tesya retweetledi
ИIИI¹²⁷ 🍒
ИIИI¹²⁷ 🍒@127jjhlty·
260220 #MARK last bbl as NCT Mark ☹️ hai… 🥺 kamu baik-baik aja, kan? ㅠ akhir-akhir ini rasanya aku cuma ngomongin hal-hal yang berat dan serius ke czennies, jadi jujur aku juga nggak ngerasa tenang dan agak nyesel… tapi karena hari ini mungkin bakal jadi bbl terakhirku untuk sementara waktu, aku kirim pesan ini lagi dengan perasaan berat.. ㅠ aku bener-bener nggak pernah ngebayangin hari kayak gini bakal datang, atau aku bakal ngomong hal seperti ini langsung ke kamu… bahkan pas nulis ini pun rasanya aneh buat aku ㅠ selama kamu nerima pesan bubble-ku, kalau walaupun sedikit aja itu bisa ngasih kamu kekuatan, atau ada satu momen aja di hari kamu jadi lebih baik karena pesanku, aku bakal ngerasa seneng banget, lega, dan bener-bener bersyukur ㅠ walaupun aku nggak terlalu sering datang ke bbl… setiap kali aku muncul, aku selalu tulus, dengan harapan kamu bisa dapet kekuatan dari situ. waktu aku baca pesan-pesan kamu, banyak banget momen di mana aku juga dapet kekuatan dari situ. mungkin kamu nggak sadar. bahkan sekarang pun, tiap baca pesan kamu, ada banyak momen di mana aku ngerasa terhibur dan hati aku jadi hangat. makanya, platform yang namanya bubble ini selalu terasa menyenangkan buat aku, dan aku rasa aku bisa lebih bahagia karena kamu juga menikmatinya bareng aku. tapi justru karena itu, aku jadi kepikiran banget… kalau setelah hari ini bbl-ku berhenti, mungkin itu bakal bikin kamu sedih banget atau jadi berat buat kamu… tapi kamu tahu kan ini bukan benar-benar akhir? dan ini juga bukan berarti kita nggak akan bisa komunikasi lagi, kan? makin deket ke hari bbl-ku berhenti, aku terus mikir harus ninggalin pesan seperti apa biar kamu bisa merasa lebih tenang dan tetap dapet kekuatan sampai akhir. mungkin karena itu juga, belakangan ini aku jadi sering berbagi sedikit tentang proses aku bikin musik. akhir-akhir ini aku lagi kerja keras bikin musik di Amerika. aku kerja bareng berbagai orang, nulis lagu, dan keliling cari inspirasi sambil ngalamin banyak hal baru. aku bakal segera balik ke kamu dan czennie dengan sisi baru dari diriku dan musik yang baru. aku juga dengar ada beberapa czennie yang khawatir aku bakal pensiun… selama ini aku bener-bener pengen nenangin czennie dan markfs yang pasti lagi punya banyak kekhawatiran, aku pengen jadi sumber kekuatan buat kalian… aku bakal berusaha sebaik mungkin. tapi bukan cuma sekadar kerja keras lalu balik, aku bakal benar-benar berkembang dan kembali dengan musik yang punya bentuk ekspresi baru yang bisa nunjukin perkembangan itu. kamu sering bilang kamu suka denger cerita-ceritaku… jadi aku bakal coba masukin lebih banyak ceritaku ke dalam musikku. karena itu juga, aku lagi pakai waktu ini buat lebih mengenal diriku sendiri, menemukan lagi siapa aku, dan mencari inspirasi baru buat mengekspresikan diriku dengan cara yang baru. aku juga bakal balik dengan cara komunikasi yang baru dan sudah aku siapkan. maaf kalau rasanya aku cuma bikin kamu nunggu… waktu album solo kemarin juga aku bikin kamu nunggu lama… tapi kali ini juga, aku pasti bakal balas semuanya dengan sesuatu yang lebih baik dan sepadan dengan penantian itu. yuk kita sama-sama pakai waktu singkat ini buat berkembang, dan ketemu lagi secepatnya ㅠ bukan berarti kita nggak bakal ketemu lagi, tapi aku bakal kangen banget sama kamu. serius. tapi mark nggak ke mana-mana kok, jadi jangan terlalu sedih atau ngerasa terlalu berat ya, tunggu sebentar aja. aku bakal segera kembali. makasih banyak banget udah bareng aku di bbl, udah dengerin cerita-ceritaku, selalu ngasih aku kekuatan, bikin aku ketawa, ngobrol seru bareng, dan selalu memperlakukanku dengan baik… kita bakal ketemu lagi segera! semangat buat hari ini, besok, dan lusa… 🥹 bahkan di malam-malam tanpa pesanku untuk sementara waktu, aku harap kamu tetap bisa tidur nyenyak 🥺 sekali lagi, makasih banyak, dan aku sayang kalian 💚❤️
ИIИI¹²⁷ 🍒 tweet mediaИIИI¹²⁷ 🍒 tweet media
Indonesia
86
4.1K
13K
159.3K
Tesya retweetledi
덩기덕큥
덩기덕큥@10VEbbhAGAIN·
코첼라에서 마크 봄
한국어
1.3K
77.5K
178K
8M
Tesya retweetledi
✩
@7dreamace·
MARK RAKYAT BIASA 😭 MANUSIA BIASA 😭 JUST SOME GUY 😭 BULE BIASA YG BISA DITEMUIN DI PINGGIRAN JALAN UBUD 😭 MARK NON IDOL BENERAN DAHSYAT BGT 😭 HE LITERALLY GOT THAT RESIGN GLOW 😭 HE’S FREE 😭 I’M HAPPY FOR HIM 😭😭😭
✩ tweet media✩ tweet media
Indonesia
310
21.5K
94.3K
987.9K
Tesya retweetledi
TheEconopost.com
TheEconopost.com@TheEconopost·
OJK turun gunung dalam kasus $BBNI di Aek Nara
TheEconopost.com tweet media
Indonesia
89
937
3.8K
334.7K
Tesya retweetledi
salsabila
salsabila@sliceofsals·
Kasus BNI Suster Natalia sebagai mantan banker, ak mau kasih perspektif yang lebih jernih. Ini bukan sistem BNI yang jebol. Ini fraud oknum yang pakai nama & fasilitas institusi untuk menipu korban selama 7 tahun. Modus yang rapi dan terencana. Soal bilyet yang “diserahkan” Suster Natalia bukan naif. Beliau dimanipulasi oleh seseorang yang sudah dipercaya bertahun-tahun. Itu beda. Tapi BNI juga ga bisa lepas tangan sepenuhnya. Oknum pakai jabatan & nama BNI. Ada prinsip hukum Vicarious Liability korporasi ikut bertanggung jawab atas tindakan pegawainya. Soal ajakan tarik dana massal aku ngerti emosinya, tapi ini berbahaya. Ada UU ITE Pasal 28 yang bisa jerat penyebarnya dengan pidana 6 tahun. Lebih penting lagi, rush money itu senjata yang balik nyakitin rakyat kecil bukan petinggi bank. Yang bisa kita lakuin: desak transparansi BNI, kawal proses hukum Andi Hakim, dorong OJK audit internal. Share kasusnya bukan kepanikannya. Suster Natalia berhak dapat keadilan penuh. Tapi jalan ke sana lewat sistem hukum, bukan chaos.
Indonesia
125
1.6K
5.6K
360.6K
Tesya retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Yg nipu kepala cabang nya..apakah kepala cabang bukan karyawan atau bagian dr BNI ? Apakah bisa ngejalanin sendiri tanpa kantor dan menggunakam fasilitas BNI..? Harusnya disini BNI ada 2 urusan - BNI dengan oknum pegawainya - BNI dengan paroki (nasabah) Harus di pisah gk sih?
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
155
1.6K
4.4K
230.4K
Tesya retweetledi
Mac Karyo
Mac Karyo@Makaryo0·
Yang dicuri 28 Miliar, ditawarin balik cuma 7 miliar. Btw yang dicuri ini bukan uang gereja, tapi uang tabungan 1.900 umat yang backgroundnya macam2, ada yang buruh, petani, dll. Suster Natalia cerita kalau dia sampai utang kesana sini buat nalangin umat yang butuh dana mendesak karena berobat atau sekolah anak. Kita bantu viralin biar BNI ga ngeles mulu.
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.

Indonesia
385
17.5K
36.8K
1.8M