Halo, Newizzy sudah pada pingsan belum, ya? Saya mau kenalan dan ngobrol singkat dong sama kalian. Yang sudah pingsan, ngobrolnya besok aja nggak masalah. Jangan lupa drop vault code barunya.
⠀⠀⠀
The event was over. Owen could finally breathe a sigh of relief. He quickly joined his new dorm group for the next activities and instructions. He also shot @poetiacs a mischievous look, as if to say he was going to tease Nichole until she graduated.
⠀⠀⠀
@SAS_The01 Lantunan vokal terhenti, digantikan oleh seruan dari topi legendaris yang kembali mengisi seluruh ruang aula. Secara berurutan, setiap siswa dipanggil untuk mengetahui asrama mereka dengan durasi yang berbeda-beda. Beragam ekspresi pula terpancar dari wajah para murid.
⠀
Sebagian mengangguk hafal dengan lirik serta nada lantunan sang topi, sebagian lagi diam mendengarkan melodi dengan khidmat. Beberapa menit telah berlalu, membuat dara itu menggerakkan kuasa guna memberikan isyarat halus.
(@Asrama_Hogwarts)
⠀
⠀
Alunan nada memenuhi ruang, mengalir perlahan dan menuntun seluruh penyihir larut dalam suasana. Keheningan menyusul, terasa khidmat dan meresap hingga ke relung hati. Di atas aula, cahaya temaram menggantung, memantul halus berkesan menenangkan.
⠀⠀
⠀
“Saat Hermione Granger menjadi korban tatapan Basilisk yang membuat ia tidak sadar dan tubuhnya terbujur kaku, apa nama obat yang berhasil menyembuhkannya?” Ia bertanya.
(Balas cuitan ini hingga 20:00. Murid aktif/Karyawan/Newizzy dapat me-reply.)
⠀
⠀
“Hmm ... mungkin kita bisa menggunakan sedikit waktu untuk bersantai dahulu supaya nuansanya tidak terlalu tegang. Apakah setuju?” Kalimat tanya itu mengudara mengundang beragam reaksi dari audiens. “Saya akan memberikan sebuah pertanyaan sederhana. Mudah, kok.”
⠀
⠀
Raga sang puan berbalik arah. Manik cokelatnya menyapu seisi aula yang tengah khidmat. “Selamat malam. Selamat datang di acara Upacara Seleksi Hogwarts,” ucapnya dengan suara yang lantang, tetapi tetap sopan.
⠀