kevin william

10.8K posts

kevin william

kevin william

@thenamesisk

Katılım Kasım 2017
3.6K Takip Edilen223 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
kevin william
kevin william@thenamesisk·
Hero Fiennes Movie: After
kevin william tweet mediakevin william tweet media
English
0
0
10
20.7K
BACOT
BACOT@Xbacottetangga·
Kronologi: Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 12 siang di Jalan Kemang, Bis Transjakarta 6N | Ragunan - Blok M via Kemang sedang menurunkan penumpang. Terlihat mobil Avanza berwarna hitam hendak menyalip bis namun tidak dapat. Bukan nya mundur dan ngalah, dia tetap memaksa untuk nyalip, membuka kaca dan sempat memaki pramudi bus namun tidak direspon oleh pengemudi. Karena masih gak terima, Mobil Avanza berwarna hitam tersebut memepetkan mobil ke bus dan menghadang bis yang saya naiki. Pengemudi avanza itu keluar sembari memaki maki ke pramudi bis, namun lagi lagi pramudi cuek. Karena memang disini pramudi bis tidak salah sama sekali, bis tidak sedang ugal ugalan, tidak menabrak atau melakukan hal celaka lainnya. Tak lama kemudian, pengemudi Avanza itu balik ke mobil untuk mengambil ponsel, entah dia mau memviralkan atau gimana. Lalu kabur entah kemana" ujar pemilik video
Indonesia
166
280
956
81.7K
kevin william retweetledi
apis
apis@apiszzx·
kos kaya gini 1,5 juta per bulan worth it gak?
apis tweet mediaapis tweet mediaapis tweet mediaapis tweet media
Indonesia
374
25
1.6K
173.7K
kevin william
kevin william@thenamesisk·
@TradingDiary2 @KapudS640 Iyalah tetap pada tarik dana keluar dari BNI, krn Trust itu salah satu currency yg paling utama utk nasabah bs percaya dan menyimpan dana di Bank, itu salah satu campaign nya UOB “Trust. The world’s strongest currency” BNI sudah kehilangan kepercayaan dari nasabahnya
Indonesia
0
0
0
68
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Info yang lagi beredar… Ada gosip kalau sekitar Rp700 miliar dana keluar dari Bank Negara Indonesia (BNI) dalam sehari, disebut-sebut imbas dari kasus Rp28 miliar.
Indonesia
214
2.2K
18K
1.6M
J
J@thefitappa·
@mbmaybachfans @mr If u cant afford an AMG, dont buy a Mercedes. The C class is for people pretending hard to look rich. Spend your money on something cheaper that has longevity. Dont be a retard.
English
10
2
48
6.1K
kevin william retweetledi
txt onlineshop
txt onlineshop@txtdarionlshop·
Resmiii yahhhh label nutrisi level sebagai pengingat jumlah gula dalam minuman Kita kawallll guysss
Indonesia
232
2.8K
10.8K
2M
M. Guci ( 3 )
M. Guci ( 3 )@guci_marbawi·
@DokterTifa Sekarang, di th 2026 ini, anda lah @DokterTifa kartini itu. Teruslah bersama rakyat 🇲🇨 melawan angkara murka bohong tolol nya ijazah palsu presiden palsu @jokowi Rakyat 🇲🇨 dipaksa tolol !!!! 👇👇
M. Guci ( 3 ) tweet media
Indonesia
1
1
7
234
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Hari ini, 21 April 2026. Hari Kartini. Banyak orang bicara emansipasi. Banyak yang unggah foto berkebaya. Banyak yang kutip nama Raden Ajeng Kartini. Tapi izinkan saya bertanya satu hal: Kalau Kartini hidup hari ini, dia akan diam atau melawan terhadap kepalsuan ijazah? Kursi di ruang pemeriksaan Direskrimum Polda Metro Jaya itu, adalah batu uji sebuah keteguhan. Di situlah dua orang termul, berinisial AA dan FA mendatangi saya di hari Kamis, 29 Januari 2026, tiga bulan lalu. Merela datang bukan membawa kebenaran. Tapi membawa opsi untuk menghentikan kebenaran. Satu kata mereka dorong kepada saya: RJ. Restorative Justice. RJ menjadi Bahasa halus dari satu kalimat: “Sudahi saja. Jangan lanjut.” Lalu mereka tambahkan tekanan: “Salah satu dari RRT sudah tanda tangan, Dok. Inisial RHS. Masa Dokter tidak mau?" Artinya? Semua sudah diarahkan. Tinggal kamu ikut. Di titik itu, di depan mereka, saya tidak sedang memilih sebagai individu. Saya sedang memilih, apakah saya layak menyebut nama Kartini hari ini atau tidak. Karena Kartini tidak lahir untuk kompromi. Kartini tidak menulis untuk tunduk. Kartini tidak berdiri untuk ikut arus. Kartini melawan ketika sistem menekan. Dan hari itu, di kursi itu, saya tahu satu hal: Kalau saya tanda tangan RJ, maka saya bukan Kartini. Saya hanya bagian dari rantai yang menghentikan kebenaran. Jadi hari ini, 21 April, saya tidak memakai kebaya untuk menghormati Kartini. Celana cargo dan sepatu boots kesukaan karena saya orang lapangan. Lari sana sini dengan cepat dari satu tempat ke tempat. Saya cukup melakukan satu hal yang mudah-mudahan lebih bernilai: Saya menolak tunduk. Dan hari ini saya memilih: Tetap berdiri. Tetap melawan. Tanpa kompromi.
Dokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet media
Indonesia
248
553
2.4K
27.8K
kevin william
kevin william@thenamesisk·
@DokterTifa dokt’ loe tuh gak praktek sih ya? jd gak punya pasien… kalo dokter yg praktek & pasiennya banyak gak bakalan habisin energi buat hal remeh kayak gini, Pak @jokowi sudah purna tugas, loe telat mau gugat masalah ijasahnya
Indonesia
0
0
0
41
Zain
Zain@cowboylikezain·
you can only choose one
Zain tweet media
English
696
200
5.2K
134.9K
kevin william retweetledi
Kang Asmi 🎧🎶☕🇮🇩
Inilah 4 ajudan Presiden Prabowo yang resmi... Mereka adalah putra terbaik Bangsa Indonesia tapi yang selalu sibuk adalah orang yang paling disayang penguasa. Ok cynnn...pokoknya ada.
Kang Asmi 🎧🎶☕🇮🇩 tweet media
Indonesia
156
384
2.8K
329.3K
kevin william retweetledi
Some Thread
Some Thread@somexthread·
Anak SMA mana yang begini😭😭
Indonesia
43
163
2.2K
121K
kevin william retweetledi
kish
kish@kizoux·
kedai penuh nikmat - blok m dari semua makanan viral, fix ini yang jadi top of mind aku karena bumbunya yang ganas setiap menu enak semua bikin pengen nambah terus. harganya mayan murah sesuai tempat yang seadanya dan ga terlalu luas. ayam udang sapi cumi mantep semua gila sih
kish tweet mediakish tweet mediakish tweet mediakish tweet media
Indonesia
218
781
8.1K
317.1K
Kylie Riordan
Kylie Riordan@mindfulheal·
The blue whale (Balaenoptera musculus) produces milk so rich and thick it resembles flowing cream… perfectly adapted so her calf can feed underwater without it dispersing. A quiet, powerful reminder that every detail in nature is crafted with astonishing precision. Nature is magical 💙
English
1.3K
6.8K
35K
5.8M
kevin william retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita yang menurut gue salah satu yang paling miris yang pernah gue baca hari ini. Bukan miris karena kasusnya kasusnya memang sudah berat. Tapi miris karena ada pejabat yang dengan santainya mengambil momen ini untuk cari muka. Kasus ini terungkap 7 tahun loh pak Tujuh tahun. Atau bahkan lebih lama. Tidak ada yang menangkap. Tidak ada sistem yang mendeteksi. Sampai akhirnya terbongkar. Dan respons yang keluar dari DPR: Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade keluar dengan pernyataan yang isinya kurang lebih: Saya apresiasi BNI yang bergerak cepat. Ini bukti pemerintahan Prabowo berpihak ke rakyat. kasus resmi dilaporkan ke polisi pada 26 Februari 2026 tapi baru ada klarifikasi resmi tanggal 18 April hampir 2 bulan 2 bulan di bilang cepat mantap pak DPR ku Gue baca itu tiga kali. Dan setiap kali membacanya gue makin tidak habis pikir. Ini yang perlu diluruskan satu per satu: Satu — BNI mengembalikan uang itu bukan bukti keberpihakan pemerintah. BNI mengembalikan uang itu karena kewajiban hukum dan moral sebagai institusi yang pegawainya menggelapkan dana nasabah menggunakan reputasi institusi tersebut. Itu bukan kebaikan hati. Itu tanggung jawab dasar yang seharusnya sudah ada sejak awal. Mengapresiasi BNI karena mengembalikan uang yang pegawainya curi itu seperti mengapresiasi seseorang karena mengembalikan dompet yang dia sendiri yang ambil. Dua — kalau pemerintah benar-benar berpihak ke rakyat, kejadian ini tidak pernah terjadi. Pertanyaannya bukan kenapa BNI mengembalikan uangnya sekarang. Pertanyaannya adalah: kenapa bisa ada oknum dalam institusi perbankan BUMN yang menggelapkan Rp28 miliar selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi? Di mana pengawasan internal BNI? Di mana OJK yang bertugas mengawasi industri keuangan? Di mana sistem perlindungan nasabah yang seharusnya sudah ada? Sistem yang sehat seharusnya tidak membiarkan ini terjadi selama tujuh tahun atau lebih bukan baru bergerak setelah kasusnya viral dan jadi berita nasional. Tiga — mengaitkan ini dengan Prabowo adalah yang paling tidak pada tempatnya. Andre Rosiade menyebut ini sejalan dengan arahan dan komitmen Presiden Prabowo Subianto. Pak Andre Presiden tidak ada hubungannya dengan keputusan BNI mengembalikan uang ini. BNI mengembalikan uang ini karena tekanan publik dan kewajiban hukum. Bukan karena arahan presiden turun secara spesifik untuk kasus ini. Mengambil kredit politik dari penderitaan jemaat Paroki Aek Nabara yang uangnya dicuri selama bertahun-tahun itu bukan apresiasi. Itu oportunisme. Yang seharusnya terjadi bukan yang terjadi: Kalau DPR benar-benar berpihak ke rakyat yang seharusnya terjadi bukan pujian kepada BNI yang mengembalikan uang. Yang seharusnya terjadi adalah pertanyaan keras ke OJK: kenapa pengawasan bisa sebobrok ini? Pertanyaan keras ke BNI: apa sistem internal yang gagal selama bertahun-tahun ini dan bagaimana diperbaiki? Pertanyaan keras ke aparat hukum: proses hukum terhadap Andi Hakim Febriansyah sudah sampai mana dan apakah ada jaringan yang lebih luas? Dan yang paling penting: berapa banyak korban serupa di seluruh Indonesia yang kasusnya tidak viral dan uangnya tidak pernah dikembalikan? Yang paling miris dari semua ini: Jemaat Paroki Aek Nabara orang-orang biasa yang menaruh kepercayaan dan uang mereka di bank harus menunggu kasusnya viral dulu sebelum ada yang bergerak. Bukan karena sistem perlindungan nasabah bekerja. Bukan karena pengawasan OJK efektif. Bukan karena DPR proaktif mengawasi BUMN. Tapi karena ada yang mau bercerita ke media. Karena ada podcast yang mengangkat kisah Suster Natalia. Karena akhirnya publik marah. Dan begitu publik marah baru muncullah pejabat yang bersuara. Bukan untuk mempertanggungjawabkan kegagalan sistem. Tapi untuk ikut mengambil bagian dari momentum seolah-olah mereka yang berjasa. Pengembalian Rp28 miliar oleh BNI adalah hal yang harus terjadi bukan hal yang patut dipuji berlebihan. Yang patut dipuji seharusnya adalah sistem yang mencegah kejadian seperti ini dari awal. Sistem yang membuat Andi Hakim Febriansyah tidak bisa menggelapkan uang jemaat selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi. Sistem itu tidak ada. Dan tidak ada satu pun pejabat yang meminta maaf atas absennya sistem itu. Yang ada hanya pujian. Dan pengambilan kredit politik. Itu yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini.
Lambe Saham tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
68
227
432
30.1K
kevin william
kevin william@thenamesisk·
@LambeSahamjja boleh gak aku ksh masukkan? kenapa di Jakarta ini yg notabene jd tolok-ukur buat daerah lain, urusan yg berkaitan dgn pelayanan & admin masih diminta f/c ktp? pdhl sudah e-ktp? terus kmrn kamu suruh download IKD (ya jujur aja krn mau kenalan sm kamu) jd aku iya’in —
Indonesia
2
0
0
36
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada momen di rapat DPR seorang anggota DPR marah dan heran Dan yang ngomong ini bukan aktivis. Bukan pengamat. Ini anggota DPR sendiri yang semprot Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya secara langsung di depan muka. Pertanyaan yang paling mendasar yang dia lempar: Kalau kita sudah punya big data orang datang ngurus KTP masa dimintain fotokopi KK lagi? Gua punya KTP untuk apa? Masih dimintai fotokopi KTP. Kan aneh. Surat lahir, surat baptis masih diminta. Wah, pusing. Negara kita kayak begini. Ini bukan pertanyaan teknis yang butuh jawaban panjang. Ini pertanyaan yang semua orang Indonesia pernah tanyakan dalam hati setiap kali berurusan dengan birokrasi. Dan jawabannya tidak pernah memuaskan selama puluhan tahun. Faktanya yang bikin makin miris perbandingan dengan Malaysia: Indonesia punya e-KTP sejak 2011. Ada chip NFC. Ada data biometrik. Teknologinya canggih. Anggarannya triliunan rupiah. Malaysia punya kartu yang secara teknologi identik namanya MyCAD. Bedanya satu hal: Malaysia benar-benar memakainya. Di Malaysia mau isi BBM subsidi tinggal tap MyCAD di pompa bensin. Sistem langsung cek identitas, cek kuota, kasih harga subsidi otomatis. Tidak perlu antri. Tidak perlu surat keterangan. Tidak perlu aplikasi. Tidak perlu fotokopi. Setiap warga dapat kuota 200 liter per bulan. Kalau kuota habis bayar harga normal. Tidak bisa diakali. Kalau ketahuan curang kuota diblokir permanen. Hasilnya: pemerintah Malaysia hemat RM600 juta per bulan. Penjualan diesel bersubsidi turun 30%. Penyelundupan langsung terdeteksi. Indonesia? e-KTP yang sama teknologinya selama 15 tahun masih dipakai untuk difotokopi. Dan ini yang paling menohok dari seluruh pidato itu: Kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini. Karena enggak pernah kelar. Kalimat itu keras. Tapi tidak salah. Soal pemborosan anggaran yang berlangsung setiap tahun: Ini yang menurut gue paling menyakitkan secara fiskal. BNI punya data nasabah sendiri. Pertamina buat sistem data sendiri untuk subsidi. KPU setiap pemilu buat pendataan pemilih sendiri yang nilainya triliunan setiap siklus. BPJS punya database sendiri. Kemendikbud punya data sendiri. Kemensos punya data sendiri. Semua lembaga membangun silo data masing-masing. Semua dengan anggaran masing-masing. Semua dengan vendor masing-masing. Semua dengan tender masing-masing. Dan di ujung semuanya data tetap tidak terintegrasi. Rakyat tetap diminta fotokopi KTP setiap kali berurusan. Kita kalau urusan ngamburin uang tuh juara satu. Untuk data saja triliunan kita buang tiap tahun. Cerita yang paling menyentuh dan ini yang paling human: Anggota DPR ini bercerita soal kondisi di dapilnya di Kalimantan Utara. Banyak warga dari NTT, NTB, Toraja yang kerja di Malaysia banyak secara ilegal. Ketika mereka diusir setelah tidak digaji atau dieksploitasi paspor dan KTP mereka sudah disita oleh majikan. Mereka pulang ke Kalimantan tanpa dokumen. Tanpa uang. Tanpa apa-apa. Dan ketika mereka coba mengurus KTP baru mereka diminta KK. Diminta fotokopi KTP lama yang sudah disita. Diminta surat lahir yang ada di kampung di NTT yang jauh. Untuk makan aja enggak ada. Sekarang mereka terkapar di perkebunan-perkebunan, digaji di bawah UMR, enggak punya BPJS, enggak punya apa-apa. Dan sistem birokrasi yang seharusnya melindungi mereka justru menjadi tembok yang tidak bisa ditembus. Makanya saya bilang KTP itu hak asasi. Soal keamanan data ini juga perlu diangkat: Dia menyebut setiap hari dia menerima minimal 50 WhatsApp dan telepon yang menawarkan emas, saham, investasi bodong. Gimana keamanan data kita ini? Siapa yang harus bertanggung jawab? Masa kita terus diganggu hal seperti ini? Dan tidak ada jawaban jelas apakah yang bocor itu data adminduk, data bank, atau data operator telekomunikasi. Tidak ada institusi yang maju mengambil tanggung jawab. Solusi yang dia minta dan ini bukan permintaan yang rumit: Satu — sinkronisasi semua data di bawah satu gatekeeper. Kemendagri sebagai pemegang e-KTP harus jadi koordinator. Semua lembaga lain berhenti bikin database sendiri. Dua — chip e-KTP harus diaktifkan untuk semua layanan publik. Tidak ada lagi fotokopi. Tidak ada lagi surat lahir. Cukup tap kartu. Tiga — presiden harus turun tangan dan memerintahkan sinkronisasi ini di level ratas. Karena tanpa political will dari atas tidak ada satu lembaga pun yang akan mau menyerahkan kewenangan datanya. "Jangan nanti KPU dibentuk, tahun berikutnya mengusulkan 2 triliun untuk identifikasi pemilih. Enggak habis-habis kalau begitu terus." Sudah 80 tahun merdeka. Sudah 15 tahun punya e-KTP. Dan kita masih dimintai fotokopi KTP untuk mengurus KTP. Kalau itu bukan kegagalan sistemik yang harus dipertanggungjawabkan gue tidak tahu apa lagi namanya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
463
3K
6.6K
303.7K
kevin william
kevin william@thenamesisk·
@LambeSahamjja tapi ini kegunaan IKD buat apa? kalo sudah digital tapi in reality masih tetap fotokopi ktp lagi yg diminta, mustinya kan sistem sudah online semua dan terintegrasi, tau dia jawab apa? yah, aku jg bingung kak.. krn cm ikutin instruksi aja dari atasan
Indonesia
0
0
0
29
EMmanuel🇳🇬
EMmanuel🇳🇬@Official_Ogiis·
a teen wolf character you’d gladly date??
EMmanuel🇳🇬 tweet media
English
253
131
2.7K
99.2K