Lusi

277 posts

Lusi banner
Lusi

Lusi

@thepoodlehiro

Katılım Aralık 2025
18 Takip Edilen2 Takipçiler
Lusi retweetledi
Tom Wright
Tom Wright@TomWrightAsia·
BREAKING; Indonesia’s Attorney General has charged Ibam with 15 years in prison and IDR16.5b in fines. Let’s be clear, there is no crime. This is a political witch-hunt by dark forces who didn’t like changes in the education ministry. Indonesia’s legal system is broken. Verdict in two weeks.
Tom Wright@TomWrightAsia

Meet Ibrahim Arief. A top-tier Indonesian engineer involved with some of the nation's best-known tech unicorns. Now he's under arrest, awaiting trial in a politicized case that's deeply hurting Indonesia's reputation. His story is distressing. 1/6

English
91
5.3K
9.6K
288.4K
Lusi retweetledi
JAEKAY✮
JAEKAY✮@jeonisdarling·
This is so disturbing but we all should start shaming him with his name and his identity, he needs to be publicly humiliated i don't understand why they didn't public his name and picture??
JAEKAY✮ tweet media
Aespann_jeans@a1071364

Jisoo’s older brother’s wife exposed her husband’s domestic violence. My spouse repeatedly violated my privacy and exercised coercive control over many aspects of my life. 1. Invasion of privacy and phone monitoring He frequently checked my phone in secret while I was asleep. He deleted and changed things on my phone without my permission. Before 2025, he deleted my photos, changed profile pictures, changed names on KakaoTalk, Danggeun Market, and other apps, changed status messages, and checked my Safari/iCloud records, chat history, contact list, and blocked list. He told me not to delete any conversations with my parents or friends because he would check them. 2. Social control and isolation He told me not to exchange more than a few messages a day with female friends. He forced me to use KakaoTalk profile photos with him and told me to upload at least three photos of us together. He even made me quit/leave KakaoTalk. 3. Control over appearance and daily life He banned nail art and only allowed pedicures. He restricted my clothing and makeup. While we were in Banpo, he ordered me to throw away my cosmetics, shorts, and skirts, and I actually had to throw them away. He said I could not attend an academy if the teacher was male, and he came there himself to check. He imposed rules about how I should wear my bag and what clothes I could wear because he said other men would look at me. 4. Restriction of movement and constant surveillance He severely restricted where I could go, allowing only places such as the area near home, the grocery store, the OB-GYN, the dermatologist, and the academy. Whenever I moved from place to place, I had to call him and report what I was doing every 10 to 30 minutes. I also had to tell him what I was wearing whenever I went out. He demanded that I get a tattoo with our names and anniversary date, and threatened consequences if I refused. 5. CCTV monitoring There was CCTV in Banpo, and when we moved to Songdo, he installed CCTV in my home without my consent. He was the only one who could access it, and it was used to monitor whether I left the house. In December, after I strongly objected and a lawyer told him it was illegal, he finally gave me access, but that access was later revoked again. 6. Sexual coercion and physical harm He repeatedly demanded sex by force. He demanded sex more than twice a day. Even when I resisted and clearly did not want to, he forcibly removed my clothes and had sex with me. As a result, I repeatedly suffered from vaginitis and cystitis, and even after going to the hospital, I could not recover because the forced sex continued. He also forced me to have anal sex.

English
107
10.9K
57K
1.3M
Lusi retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
793
13.8K
19.7K
2.6M
Lusi
Lusi@thepoodlehiro·
@ilyomora NGA GITU YA CARA KERJANYA
Indonesia
0
0
0
7
Lusi retweetledi
sarah
sarah@sahouraxo·
Israel just blew up a public high school in Marwahin, South Lebanon. Not a military base. A school.
English
6.2K
77.4K
173.8K
7.2M
Lusi retweetledi
Tamer Nahed
Tamer Nahed@Tamer_Alnoaizy·
One of the most brutal scenes in human history has been exposed. Israeli soldiers opened fire on thousands of starving Gazans as they ran in desperation for a piece of food during the war on Gaza. A moment the world must never forget.
English
2.1K
36K
84.9K
1.8M
Lusi retweetledi
Mohamad Safa
Mohamad Safa@mhdksafa·
The screams of Palestinians being burnt alive by Israel. There is no moral difference between putting people in gas chambers and burning people in safe zones inside homes. A holocaust is happening right before our eyes and the world is silent.
English
1K
26.6K
41.6K
1.1M
Lusi retweetledi
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ@KuntoAjiW·
Ngucapin lebaran kaga, puasa kaga, berduka kaga. Malah bikin ucapan ulang tahun mantan.
Indonesia
675
19.9K
59.7K
1.8M
Lusi retweetledi
Julián Macías Tovar
Julián Macías Tovar@JulianMaciasT·
Estas imágenes no son de una película de nazis llevando a judíos a la cámara de gas. Son de esta mañana en Bala (Cisjordania), soldados israelís detienen a decenas de palestinos que podrán ser ahorcados por militares tras ser torturados, por la nueva ley.
Español
1.2K
47K
104.6K
1.7M
Lusi retweetledi
Merantau Ke Jerman
Merantau Ke Jerman@amouraXexa·
Ada orang nyalon berkali-kali gak menang, sekalinya menang, serakahnya gak main-main. Obral proyekan sana sini, wira wiri ke negeri orang tujuannya untuk kekayaan segelintir orang, gak punya titik pegang, ngalor ngidul ngikut apa kata pemimpin lain. Jual harga diri tanah lahir. Giliran pulang ke rumah, ngata-ngatain rakyatnya. Sepertinya dia tahu antara ke depan gak bakal kepilih atau ke depan umurnya gak panjang. Jadi serobot aja semua mumpung bisa. Neraka dunia dan akhirat urusan si abdi.
Indonesia
170
7.7K
15.3K
222.7K
Lusi retweetledi
Reza Ikal
Reza Ikal@monstreza·
Benar-benar sekabinet isinya goblok semua,
Indonesia
89
9.1K
21K
223.7K
Lusi retweetledi
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
SEA countries have every right to complain about Indonesia’s decision to open its airspace to U.S. aircraft, as it will bring unnecessary risks to the region, especially if tensions in the South China Sea escalate
Teha ✧@Fatihah_24

Why are indonesians opening their airspace to the US... "malingsia, malingsia", " dasar negara penjajah" lmao tuduh malaysia macam2, last2 the whole SEA is in jeopardy because of them (sorry indo moots, but your country's gov is frustrating af)

English
59
8.7K
17.8K
325.5K