haniu🌻
1.5K posts


Seorang penumpang wanita menjadi korban peleceh*n seksu*l di KRL rute Jakarta Kota-Nambo, keberangkatan pukul 18.49 dari Stasiun Citayam. Kejadian disebut terjadi di sekitar gerbong 5 atau 6. Tidak tinggal diam, korban langsung melawan dengan menjambak rambut pelaku dan merekam wajahnya sebagai bukti.
Indonesia

@tempodotco Guna TNI apa sih, jyujyur sok penting bgt dan sok iye masuk sana sini
Indonesia

@barrchives Pantesan esoel, kata gue hype aja grup lu yg udah mau bubar itu
Indonesia
haniu🌻 retweetledi
haniu🌻 retweetledi

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
haniu🌻 retweetledi

Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻

Indonesia

@pauwssiesh @namjoonholicR Idol gua musisi btw, lagian ganteng2an mulu ah, itu kan subjektif. Emng oppak lu itu bukan musisi ya? Achievement musiknya aja gak banyak. Hellowww udah 2026 ah, mikirnya diperbaiki yukk.
Indonesia

@namjoonholicR knp sih slalu bahas” billbord mulu. iya tau iya oppak bencong lu penguasa billboard tp pliss jgn lari dari konteks klu org bahas visual itu ya trima klu oppak lu kalah ganteng dari idol lain
Indonesia

Kalau ngebandingin minimal sama2 bare face lah. Ini satunya make up setebal tembok Berlin 😭 itu aja dulu. Soalnya kalau prestasi nggak setara dia sama RM.
𝐇 𝐁 𝐄@h9eb9
الفتره الاخيره اشوف المقارنه بينهم بالشكل جبت لكم صورهم من حساباتهم يعني بعقلك هالبرمائي يتقارن بسوهو منجدكم صدق من قال القرد في عين الارمي غزال
Indonesia
haniu🌻 retweetledi
haniu🌻 retweetledi

Jangan ngeremehin heartbreak guys. Efeknya bisa ngubah personality dan jadi forever bitter kalo ga disembuhkan dgn baik. Go head. Book appointment with your therapist.
YAPPINGFESS@yappingfess
yap! bole ga di ke psikiater/psikolog krn alesan life after break up? aku takut di judge huhu
Indonesia














