PurwantaJunior
1.7K posts

PurwantaJunior
@tidakberusaha
treasure seeker president soekarno




Kalau ada barang elektronik rusak kayak gini tuh, suka tiba2 mikir "Ntar ke BEC ah." Sesaat kemudian, lho aku kan di Jogja. XD






Running 1000 accounts on different projects is brazzyyyy 😭😭😂😭😂 That requires you to have; 1000 Gmail profiles 1000 discord accounts 1000 telegram accounts 1000 twitter (X)accounts. That rempo guy madttt gaan 😭 I don't care if you tag it a crime, call it illegal or

dari pengalaman, saya full time belajar bahasa jepang 3 bulan di bandung (jam 9-5) dan 4 bulan di tokyo (jam 9 pagi - 12 malam 😅) dapet JLPT N2 bulan oktober masih 9 bulan, pasti bisa kalau N3 :) goodluck!


#KaburAjaDulu versi Ameriki. Ameriki itu bisa dibilang Mekahnya tech. Ada MAANG di sana. Dan gaji individual contributornya udah ga masuk akal. Senior designer TC bisa di angka 250k USD. (4 milyar kotor setahun sebelum pajak). Tapi kenapa visa chance ke Ameriki itu 0 😢? Ya karena susah banget untuk tembus Amerika lewat jalur tembak langsung dari Indonesia. Kenapa? karena ada kuota sangat terbatas untuk high skilled visa (H1B) - yang biasanya sudah hampir penuh di-tag untuk current employee masing2 perusahaan. Trus jalur apa untuk ke Ameriki yang paling memungkinkan? Nurut gw cuman ada dua yang plausible. 1. Jalur jadi mahasiswa dulu - visa F1 -> OPT. Ini jalur gw dulu. Modalnya ya berarti bayar 1-2 tahun biaya hidup and uang sekolah Master di Ameriki dan setelah itu bisa ambil jalur OPT (seperti kesempatan kerja setelah studi yang tanpa quota). Tapi ya perlu diketahui kalau di US masih tech winter juga, jadi jalur ini masih susah juga karena setelah lulus harus saingan dengan ratusan ribu lulusan India. Cek article ini -> forbes.com/sites/chriswes… 2. Jalur company transfer - L1. Jalur ini jauh lebih memungkinkan. Jadi peraturannya kalau kita kerja di salah satu branch office di negara lain selama 2 tahun, kita bisa transfer kerja ke Amerika dengan visa L1 ini. Jadi misalkan kita ingin kerja di Google di Ameriki nih. Kalau kita udah kerja di Google Jakarta, Singapore, London, atau Munich selama 2 tahun - kita bisa apply kalau ada lowongan yang buka di Google Ameriki dan kalau kita dapat - kita bisa kerja di sana pakai visa L1 ini. Contohnya Irwan loh koq bisa itu, dia kerja di adidas Jerman kemudian transfer ke adidas Portland, US di Ameriki. 3. Ada opsi ketiga sebenernya - visa O1 (orang dengan extraordinary ability). Visa ini tidak ada quotanya tapi persyaratannya susah banget. Ini mungkin visa kerja yang dipakai okeh Rich Brian atau Niky. So menurut gw 2 opsi pertama lah yang plg memungkinkan untuk break Ameriki ceiling. Dua-duanya susah, modal waktu yang ga sedikit. Is it worth it?













