tonight

34.9K posts

tonight banner
tonight

tonight

@tigikaga

part-time fangirl

indonesia Katılım Şubat 2009
357 Takip Edilen1.5K Takipçiler
tonight retweetledi
mass
mass@massdowman·
rupiah melemah, kebencian ke prabowo menguat.
Indonesia
179
12.8K
31.6K
239.6K
tonight retweetledi
Spade.
Spade.@Psychonesian_·
mimpi basah mulu ni si gembrot
Indonesia
1.5K
4.4K
15.6K
1M
tonight retweetledi
me n who
me n who@epicmnw·
Hidup lagi capek capeknya malah nemu video beginian 😭😭 Belum semenit udah gak jelas. Kek nya belum minum antimo nih 😭
Indonesia
913
4.1K
14.6K
1M
tonight retweetledi
Andriy
Andriy@giovani_andriy·
Kronologi dari kisruh homeless media & BAKOM RI berdasarkan laporan pandangan mata kucing yang kebetulan lagi main Whatsapp. 🧵
Andriy tweet mediaAndriy tweet media
Indonesia
4
14
24
1.7K
tonight
tonight@tigikaga·
Begitu liat muka ownernya: oooohh ya pantes. Mukanya aja tipikal ibu2 licik
5tePh3N@P3gEl

@profesor_saham Katanya sesuai pengerjaan dong , udah dikondisikan nih?

Indonesia
0
0
0
44
tonight retweetledi
FaZe Nighthawk
FaZe Nighthawk@nighthawkreacts·
Predator fakes being possessed by satan after getting caught with our 14 year old decoy, He drove 3 hours and brought a condom and lubrication
English
112
693
11.8K
2M
tonight retweetledi
✶
@mendadaknih·
Nih ya buat lu pada yang ganti knalpot ori jadi knalpot gombreng berisik, gue cuma mau bilang KNALPOT LU JELEK. MOTOR LU JELEK. SELERA LU JELEK. KELAKUAN LU JELEK. LU KALAU MAU BERISIK, LU PASANG TU HEADSET DI KNALPOT LU, DENGERIN DAH SAMPE KUPING LU BERDARAH. KAMPUNGGG!!!
Indonesia
685
9.6K
26.1K
344.1K
tonight retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
225
4.1K
7K
220K
tonight retweetledi
Archie 🐻
Archie 🐻@prasajournal·
Tahukah kalian? Kalau Taylor Swift ngasih MBG ke anak-anak di Indonesia, hanya dalam 28 hari, Taylor Swift langsung jatuh miskin 🤣
Archie 🐻 tweet mediaArchie 🐻 tweet media
Indonesia
405
8.4K
45.2K
1.8M
tonight retweetledi
Wisnu Suryaning Adji 🐈‍⬛
Nggak punya sense of crisis & nggak peduli itu BEDA. Pemerintah Indonesia bukan nggak punya sense of crisis. Mereka emang NGGAK PEDULI. Rakyat mati ya udah, kalo hidup disuruh bayar pajak—ini doang yg mrk peduli. Coba rakyat menolak bayar pajak, sense of crisis mrk pasti nyala.
Wisnu Suryaning Adji 🐈‍⬛@_MasWis

Inget masa pandemi ketika pejabat pemerintah bilang virus nggak mungkin masuk indonesia? >>> Kalo pejabat pemerintah bilang A, kans terjadi A' semakin besar. Jangan lupakan pandemi & tingkah pejabat2/aparat di masa itu. Itu blue-print cara kerja kekuasaan politik di Indonesia.

Indonesia
20
4.1K
7.9K
111.8K
tonight
tonight@tigikaga·
I miss walking up to the hills in Sydney. Going on ferry rides to Manly. Beli cabe di Paddy's. Weekly Malatang fix at Zhang Liang. Missing the usual weather check in the morning to choose what to wear. My 5 mins run to train station or bus stop. When life is predictable and easy.
English
0
0
0
103
tonight
tonight@tigikaga·
Udah 3 minggu gak pernah berhasil order grabfood karena gak pernah dapet driver dan selalu cancelled. Akhirnya ku berpaling ke gofood karena 80% masih dpt driver meskipun lama. Downfall of grabfood?
Indonesia
0
0
0
194
tonight retweetledi
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨
Wow... coba kurang apa Prabowo menyembah Amerika; 🔹️disuruh TEKEN ART... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh masuk BoP... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh Bayar 1 Miliar Dollar... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh Hubungi Iran untuk Damai... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh Kirim Pasukan ke GAZA... SIAP DIPATUHI 🔹️diminta KUASA PENUH MINERAL TAMBANG... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh Belanja BOEING... SUDAH 🔹️disurug Belanja BBM ke Amerika... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh Belanja BERAS... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh Belanja AYAM... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh INVESTASI di Amerika... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh Bangga-Banggain Amerika... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh TANPA LABEL HALAL... SUDAH DIPATUHI 🔹️dikasih Tarif 104% untuk Barang Indonesia ke Amerika... SUDAH DITAATI 🔹️disuruh JANGAN DIPAJAK Barang Amerika ke Indonesia... SUDAH DIPATUHI 🔹️disuruh BERI DATA PRIBADI RAKYAT INDONESIA... SUDAH DIPATUHI Tapi tetep saja INDONESIA dianggap Trump sebagai Negara yang BERESIKO bagi AMERIKA
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨 tweet media
Indonesia
16
2.2K
5.3K
292.5K