Sabitlenmiş Tweet
Timothy
39.8K posts

Timothy
@timimoty
Founder of Kuliner on Sunday & Film on Sunday. Co-inventor of @fullballid | Suka ngomongin kuliner, film, & bola. | Contact: [email protected]
Jakarta Capital Region, Indone Katılım Eylül 2009
604 Takip Edilen796 Takipçiler

@IDGoonerscom Respect buat Chelsea yang secara permainan lebih baik dari Arsenal. Arsenal jelek banget mainnya.
Indonesia

@IDGoonerscom Ngeliat cara main Arsenal barusan di babak kedua malah sempat kepikiran mending kalah sekalian biar pemain & pelatih tuh mikir dikit.
Indonesia

@IDGoonerscom @Arsenal Tuh kan… Ada yang salah dengan taktik Arteta. Pemain Arsenal ga punya daya juang sama sekali. Lebih milih wasting time daripada kunci kemenangan.
Indonesia

@IDGoonerscom @Arsenal Selalu begini ya cara main Arsenal. Kayak udah ngerasa ga butuh gol lagi. Main-main aja. Awas aja tbtb dibikin jadi 2-2 😔
Indonesia

Marty Supreme mestinya jadi tontonan sport movie from zero to hero yang aman, inspiratif dan bersahabat tentang sepak terjang atlet pingpong berbakat, kan? Nyatanya, ia gak seramah itu. Saya gak pernah liat film olahraga macam ini, yang nyeret penontonnya ikutan masuk ke mode anxiety penuh, bikin capek mental, tapi anehya, adiktif, terutama ngeliat kelakuannya Timothée Chalamet yang kacau sebagai Marty Mauser, atlet ping-pong berbakat yang harus kejepit antara ambisi dan kenyataan hidup ketimbang pertandingan tenis mejanya sendiri.
Bukan karena pertandingannya kurang intens, malah sebaliknya, adegan pingpong-nya dibikin brutal, cepat, keras, bikin napas ikut sesak tiap liat Marty adu bola. Tapi kadar stressnya lebih tinggi datang dari karakter Marty sendiri: cowok ini punya ego sebesar meja pingpong internasional, begitu percaya diri kalau ia ditakdirin jadi yang terbaik, sampe rela ‘ngebakar’ semuanya demi mencapai "supremacy" itu.
Chalamet gila! Ini jelas penampilan terbaiknya. Dia udah bikin Marty itu charming tapi juga ngeselin! tipe-tipe orang yang pengen kita dukung penuh tapi sekaligus juga pengen kita tabok keras biar kapok! Tiap kali dia senyum lebar sambil bilang "I have a purpose" atau ketika ngelakuin manipulasi dingin terhadap orang-orang di sekitarnya. Rachel (Odessa A’zion), teman masa kecil yang dia buat hamil lalu ditinggal; Kay Stone (Gwyneth Paltrow), aktris tua yang dia rayu demi duit dan status; bahkan ibunya sendiri (Fran Drescher) dan pamannya—semua jadi korban ambisinya. Marty nggak cuma main pingpong; dia mainin orang, dan Safdie bikin kita saksikan itu tanpa filter dengan ngasih kita konsekuensi buruk lewat kejadian-kejadian gak terduga.
Bukan cuma tentang menang atau kalah di meja pertandingan, tapi juga tentang obsesi toxic yang ngerusak. Pingpong cuma mediumnya, real fight-nya ada di kepala Marty. Marty Supreme juga punya lapisan kritik sosial tajam. Berlatar 1950-an New York, Marty adalah simbol "American hustle" yang ekstrem, siapa yang paling keras kerja, paling pintar curang, paling bisa jual mimpi. Ide bola pingpong warna oranye bertuliskan "Marty Supreme: Made in America" itu lucu sekaligus tragis, karena nunjukkin kalau betapa desperate-nya Marty buat ngebranding dirinya sebagai yang paling hebat. Tapi di akhirnya, film ini nggak kasih redemption arc yang mudah. Gak ada momen "dia belajar dari kesalahan" atau "semua berubah jadi baik". Malah ending-nya ambigu, bikin kita mikir: apakah Marty benar-benar menang, atau supremacy itu cuma ilusi yang dia kejar sampai habis segalanya?
Marty Supreme adalah film yang adiktif karena kita nggak bisa berhenti nonton, meski capek, meski kesel, meski pengen tampar Marty berkali-kali. Ini bukan sport movie yang menginspirasi dengan cara konvensional. Sebuah drama hidup-mati penuh kegilaan, teriakan, full chaotic dan anxiety, seperti yang pernah dikasih Josh Safdie sebelumnya bareng saudaranya: Benny lewat The Uncut Games dan Good Time. Ini film ngingetin kita bahwa ambisi tanpa batas bisa jadi racun mematikan. Dan Chalamet? Dia bikin kita percaya kalau si Marty bisa jadi legenda... sekaligus monster. Supremacy-nya emang datang, tapi dengan harga mahal yang bikin kita bertanya: worth it gak sih?
4,5/5

Indonesia

@utdfocusid Setuju. Makanya lucu kalo Arsenal dibilang Set Piece FC hanya karena akhir-akhir ini baru mulai banyak gol dari set piece. Jelas-jelas masih di belakang MU efektivitasnya 😂
Indonesia

Tanpa peluk-peluk, tanpa dorong-dorong, tanpa menghalang-halangi kiper.
All clean and we are the strongest team in the league from set pieces.
utdreport@utdreport
Manchester United are the strongest team in the league from set pieces. 📸 @TheAthleticFC
Indonesia














