Timothy

39.8K posts

Timothy banner
Timothy

Timothy

@timimoty

Founder of Kuliner on Sunday & Film on Sunday. Co-inventor of @fullballid | Suka ngomongin kuliner, film, & bola. | Contact: [email protected]

Jakarta Capital Region, Indone Katılım Eylül 2009
604 Takip Edilen796 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Timothy
Timothy@timimoty·
We're building something. And it's gonna be huge.
English
1
1
5
2K
Timothy
Timothy@timimoty·
Ga sedikit gua temuin orang yang ninggalin X. Tapi masih banyak yang memilih stay di platform ini. Pertanyaannya, kenapa kalian masih memilih stay di platform ini?
Indonesia
0
0
0
11
United Focus Indonesia
United Focus Indonesia@utdfocusid·
Lo punya gak sih film yang “semua orang harus nonton minimal sekali seumur hidup”?
Indonesia
892
486
4.3K
665.8K
Timothy
Timothy@timimoty·
@IDGoonerscom Respect buat Chelsea yang secara permainan lebih baik dari Arsenal. Arsenal jelek banget mainnya.
Indonesia
0
0
0
51
IDG
IDG@IDGoonerscom·
AND BREATHE… FT: Arsenal 2-1 Chelsea. Saliba—21’ OG Hincapie—45+2’ Timber—66’ 3 gol, ketiganya bek Arsenal semua yang ngegoalin, ketiganya juga gol dari skema corner. Jujur ngga ada puas2nya sama match ini, Arsenal jelek.. banget. Syukur masih bisa menang.
IDG tweet mediaIDG tweet mediaIDG tweet mediaIDG tweet media
Indonesia
233
66
573
24.5K
Timothy
Timothy@timimoty·
@IDGoonerscom Ngeliat cara main Arsenal barusan di babak kedua malah sempat kepikiran mending kalah sekalian biar pemain & pelatih tuh mikir dikit.
Indonesia
0
0
0
420
IDG
IDG@IDGoonerscom·
Gol ke-2 Wolves kehitung OG Calafiori, pemain yang baru aja masuk menggantikan Trossard. Efek main kek pengecut lawan peringkat ke-20 liga, deserve sih hahahaha. Kapan kapokmu nal nal.
Indonesia
180
48
367
33K
Timothy
Timothy@timimoty·
@IDGoonerscom @Arsenal Tuh kan… Ada yang salah dengan taktik Arteta. Pemain Arsenal ga punya daya juang sama sekali. Lebih milih wasting time daripada kunci kemenangan.
Indonesia
0
0
0
108
Timothy
Timothy@timimoty·
@IDGoonerscom @Arsenal Selalu begini ya cara main Arsenal. Kayak udah ngerasa ga butuh gol lagi. Main-main aja. Awas aja tbtb dibikin jadi 2-2 😔
Indonesia
1
0
0
378
IDG
IDG@IDGoonerscom·
Jujur, mending segera nambah gol deh. Ngga sehat jantungku tuh @Arsenal
Indonesia
26
0
24
9.6K
Timothy
Timothy@timimoty·
Sengaja tidur cepat buat bangun subuh nonton Arsenal. Ternyata emang lebih baik tidur aja.
Indonesia
0
0
0
301
Timothy
Timothy@timimoty·
@hafilova Rasa capeknya sama kayak pas nonton Uncut Gems ga ya? Soalnya Safdie juga sutradaranya
Indonesia
1
0
0
609
Hary Susanto
Hary Susanto@hafilova·
Marty Supreme mestinya jadi tontonan sport movie from zero to hero yang aman, inspiratif dan bersahabat tentang sepak terjang atlet pingpong berbakat, kan? Nyatanya, ia gak seramah itu. Saya gak pernah liat film olahraga macam ini, yang nyeret  penontonnya ikutan masuk ke mode anxiety penuh, bikin capek mental, tapi anehya, adiktif, terutama ngeliat kelakuannya Timothée Chalamet yang kacau sebagai Marty Mauser, atlet ping-pong berbakat yang harus kejepit antara ambisi dan kenyataan hidup ketimbang pertandingan tenis mejanya sendiri. Bukan karena pertandingannya kurang intens, malah sebaliknya, adegan pingpong-nya dibikin brutal, cepat, keras, bikin napas ikut sesak tiap liat Marty adu bola. Tapi kadar stressnya lebih tinggi datang dari karakter Marty sendiri: cowok ini punya ego sebesar meja pingpong internasional, begitu percaya diri kalau ia ditakdirin jadi yang terbaik, sampe rela ‘ngebakar’ semuanya demi mencapai "supremacy" itu. Chalamet gila! Ini jelas penampilan terbaiknya. Dia udah bikin Marty itu charming tapi juga ngeselin! tipe-tipe orang yang pengen kita dukung penuh tapi sekaligus juga pengen kita tabok keras biar kapok! Tiap kali dia senyum lebar sambil bilang "I have a purpose" atau ketika ngelakuin manipulasi dingin terhadap orang-orang di sekitarnya. Rachel (Odessa A’zion), teman masa kecil yang dia buat hamil lalu ditinggal; Kay Stone (Gwyneth Paltrow), aktris tua yang dia rayu demi duit dan status; bahkan ibunya sendiri (Fran Drescher) dan pamannya—semua jadi korban ambisinya. Marty nggak cuma main pingpong; dia mainin orang, dan Safdie bikin kita saksikan itu tanpa filter dengan ngasih kita konsekuensi buruk lewat kejadian-kejadian gak terduga.  Bukan cuma tentang menang atau kalah di meja pertandingan, tapi juga tentang obsesi toxic yang ngerusak. Pingpong cuma mediumnya, real fight-nya ada di kepala Marty. Marty Supreme juga punya lapisan kritik sosial tajam. Berlatar 1950-an New York, Marty adalah simbol "American hustle" yang ekstrem, siapa yang paling keras kerja, paling pintar curang, paling bisa jual mimpi. Ide bola pingpong warna oranye bertuliskan "Marty Supreme: Made in America" itu lucu sekaligus tragis, karena nunjukkin kalau betapa desperate-nya Marty buat ngebranding dirinya sebagai yang paling hebat. Tapi di akhirnya, film ini nggak kasih redemption arc yang mudah. Gak ada momen "dia belajar dari kesalahan" atau "semua berubah jadi baik". Malah ending-nya ambigu, bikin kita mikir: apakah Marty benar-benar menang, atau supremacy itu cuma ilusi yang dia kejar sampai habis segalanya? Marty Supreme adalah film yang adiktif karena kita nggak bisa berhenti nonton, meski capek, meski kesel, meski pengen tampar Marty berkali-kali. Ini bukan sport movie yang menginspirasi dengan cara konvensional. Sebuah drama hidup-mati penuh kegilaan, teriakan, full chaotic dan anxiety, seperti yang pernah dikasih Josh Safdie sebelumnya bareng saudaranya: Benny lewat The Uncut Games dan Good Time. Ini film ngingetin kita bahwa ambisi tanpa batas bisa jadi racun mematikan. Dan Chalamet? Dia bikin kita percaya kalau si Marty bisa jadi legenda... sekaligus monster. Supremacy-nya emang datang, tapi dengan harga mahal yang bikin kita bertanya: worth it gak sih? 4,5/5
Hary Susanto tweet media
Indonesia
26
62
606
50.9K
Timothy
Timothy@timimoty·
@utdfocusid Setuju. Makanya lucu kalo Arsenal dibilang Set Piece FC hanya karena akhir-akhir ini baru mulai banyak gol dari set piece. Jelas-jelas masih di belakang MU efektivitasnya 😂
Indonesia
0
0
0
66
Timothy
Timothy@timimoty·
Tips buat sesama supporter Arsenal: - Ga perlu bela yang salah - Dihina supporter klub lain, ga usah baper - Ga perlu nazar aneh-aneh, kalau ga ditepatin juga - Stay cool aja, yang main bola siapa yang ribut siapa - Euforia di pucuk silakan, tapi tetep ingat musim belum berakhir
Timothy tweet media
Indonesia
0
0
0
56
Timothy
Timothy@timimoty·
@narawastu I don’t realize I need this! Thank you mas
English
0
0
1
173
Timothy
Timothy@timimoty·
Arsenal jelek banget. Kayak bukan kelasnya main kayak gini. Terlepas dari Mats Sels penyelamatannya gila, dan bek N Forrest rapat banget tapi emang Arsenal buntu.
Indonesia
0
0
0
105
Timothy
Timothy@timimoty·
@ezash Yes. Ditutup di tabrakan bakalan perfect banget.
Indonesia
0
0
0
83
Eza Hazami - ハザミ。エザ
Baru nonton Tinggal Meninggal di Netflix, so far endingnya JELEK BANGET I mean gue akuin walau pacingnya lambat, menuju ending tuh konfliknya OKE BANGET tapi harusnya cukup sampe di konflik terakhir aja 6/10 for me, tadinya mau ngasih 7.5 tapi ending surganya hnggggghhhhh 💀
Eza Hazami - ハザミ。エザ tweet media
Indonesia
243
152
3.2K
687.2K
Hary Susanto
Hary Susanto@hafilova·
Udah tanggal 9, tapi belum dapat mood nonton film lagi 😞
Indonesia
4
2
1
3.1K
Timothy
Timothy@timimoty·
@hafilova Sideways. Drama comedy yang menarik tentang 2 sahabat yang melakukan road trip nyobain berbagai jenis wine sebelum salah satu di antara mereka menikah. Kebetulan cuman bisa ditonton sampe tgl 10 Januari 2026 di Netflix.
GIF
Indonesia
1
0
1
148
Hary Susanto
Hary Susanto@hafilova·
Dan film pertama yang kamu tonton di tahun 2026 adalah……..?
Indonesia
99
2
19
12K
Timothy
Timothy@timimoty·
I really love the internet
Timothy tweet media
English
0
0
0
77
Timothy
Timothy@timimoty·
@tvindonesiawkwk Setelah nonton 3 film ini, kita udah bukan orang yang sama lagi
Timothy tweet media
Indonesia
0
0
2
736
Muklis Nonton
Muklis Nonton@tvindonesiawkwk·
BEST FILM 2025 YANG UDAH DITONTON
Indonesia
81
9
118
47.1K
Timothy
Timothy@timimoty·
Baru ini liat loker spesifik banget identitas & pekerjaannya ditulis sekalian
Timothy tweet media
Indonesia
0
0
0
87