윙크린🎀🫧🍀

7.4K posts

윙크린🎀🫧🍀 banner
윙크린🎀🫧🍀

윙크린🎀🫧🍀

@tkwinly

let's spread the bliss and bless!✨#NCTWAYV #WOODZ #DAY6 #EAJ #XH #LeeJunYoung 🪄warga negara yang suka protes✊📢🪧suka buku dan yapping 📚🪶🎤

Katılım Ocak 2014
155 Takip Edilen53 Takipçiler
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
aisha
aisha@noirmoths·
aisha tweet media
QME
1
512
4K
28.3K
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
Marlistya Citraningrum
Marlistya Citraningrum@mcitraningrum·
Aku (versi diplomatis): Indonesia itu potensi suryanya GEDE banget > 3 RIBU gigawatt tapi kepake baru DUA aja weh Lord Adair Turner (versi aristrokrat): Indonesia is the most extraordinary OUTLIER in terms of ITS FAILURE to develop solar PV and not because of lack of sunshine 👀
Indonesia
10
169
468
10K
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
elzgatza
elzgatza@liogtttscrp·
GOKIL😭😭 Titik terendah jadi WNI, presidennya jadi bahan judi anjirr😭😭😭😭
elzgatza tweet media
Indonesia
92
2.3K
12.5K
158.9K
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
Acyn
Acyn@Acyn·
AOC: This is what drinking water in Georgia looks like after Meta began data center construction in the community.
English
2.4K
31.5K
155.5K
9.4M
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
Reza Sudrajat
Reza Sudrajat@penduduk_lokal_·
Ribuan guru madrasah memadati gedung DPR kemarin, kalo isu pendidikan & kesejahteraan guru tidak menjadi prioritas utama pemerintah. Kebangetan sih….
Indonesia
63
8.7K
18.2K
143.8K
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
557
4.3K
8.6K
398.2K
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
hija de la crisis
hija de la crisis@hijadelacrisis·
chicos!!!!! me lo cruce de nuevo
hija de la crisis tweet media
Español
12
15.7K
265.6K
4M
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
ε — δ
ε — δ@sihir_sains·
anecdotal experience: dulu pas masi kerja di Jakarta, 3-4 jam per hari abis di jalan, abis kerja maunya tidur aja. pindah time zone 14 jam dari Jakarta, pp kantor cuma 30 menit-1 jam sehari, bisa olga 5x seminggu emg racun aja kata gue si jalanan jakarta
yanto kopling@_viaw

IYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Bayangin dibilang “bukan gaada waktu kamunya aja males olahraga” Tapi aku jam 6 kurang udh otw kantor, nyampe rumah paling cepet jam 7 malem, sabtu minggu udah kerasa remuknya aja. Apalagi belakangan ini mentally tired bgt kerjaan segunung.

Indonesia
27
1K
6.4K
236.6K
윙크린🎀🫧🍀 retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
DELAPAN dosen UPN Veteran Yogyakarta melakukan kekerasan seksual kepada banyak mahasiswi: 3 dosen Fakultas Pertanian 1 dosen Fakultas TME 2 dosen FISIP 1 dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis 1 dosen belum diketahui fakultasnya Dosen yang sudah dinonaktifkan:
Indonesia
154
2.2K
6.8K
300.2K