Tri Handoko

6.6K posts

Tri Handoko banner
Tri Handoko

Tri Handoko

@trihanlogi

Tri Handoko | Sepakbola | Kehidupan | Podcast : https://t.co/ZjRpwECuJR

Kalimantan Tengah, Indonesia Katılım Mart 2011
214 Takip Edilen208 Takipçiler
Sigit D. Wisnu
Sigit D. Wisnu@musksigit·
Siapa satu nama pemain sepakbola yang bikin kamu sangat jatuh cinta sama olahraga ini ? Saya : Alessandro Del Piero Juventus
Indonesia
1.4K
113
937
175.2K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@AdamPrabata Kasihan anak-anak lagi-lagi menjadi korban pertengkaran orang tua 😭
Indonesia
0
0
0
112
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak yang mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang. Jadi ada penelitian yang memeriksa otak anak-anak yang mengalami kekerasan atau konflik keluarga menggunakan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging). Nah hasilnya menunjukkan adanya aktivitas yang jauh lebih tinggi di dua area otak yang penting untuk deteksi ancaman dan respon stress. Nama area otaknya adalah anterior insula dan amigdala. Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi “siap siaga” terus-menerus), mirip dengan yang terjadi pada tentara setelah pengalaman tempur. Nah risikonya adalah dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, regulasi emosi, dan masalah kesehatan mental lainnya, meskipun anak tersebut belum menunjukkan gejala psikiatri saat itu. Yang perlu diperhatikan adalah temuan pada otak anak ini bukan berarti semua anak dari keluarga bermasalah pasti mengalami kerusakan otak permanen. Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan yang tepat. Penelitian ini justru menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman untuk perkembangan otak anak. Semoga bermanfaat!
All day Astronomy@forallcurious

🚨: Brain scans have revealed children living with unstable families (excessive, arguing, abusive and neglectful) have brain changes similar to combat soldiers after active duty

Indonesia
80
3.9K
12.1K
403.5K
Tri Handoko retweetledi
Pangeran
Pangeran@pangeransiahaan·
Ada piala dan ukuran untuk "kebesaran dan konsistensi"? Ajax, Porto, Benfica itu multiple European champions. Red Star, sama kaya Steaua, Hamburg, Celtic, Aston Villa, Frankfurt, pernah jadi European champions. Gimana sejarah orang mau dikerdilkan dengan argumen "lebih besar mana"?
ziibaasef@ziibaasef

@pangeransiahaan Justru contoh Ajax, Benfica, dan FC Porto nunjukin poinnya kebesaran itu dinilai dari konsistensi lintas era, bukan satu momen.

Indonesia
10
11
88
20.6K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@liogtttscrp Setauku ga ada orang tua yang bangga menitipkan anak ke daycare, dalam hati mereka menangis.
Indonesia
0
0
0
12
elzgatza
elzgatza@liogtttscrp·
MINIMAL EMPATINYA DANN STOP JADI IBU-IBU PICK ME!!!! Kasus daycare di Jogja bikin gw makin sadar: dunia sering terlalu kejam pada sosok “Ibu”. Seolah setiap keputusan seorang ibu untuk anaknya selalu siap dihakimi. “tatapan”, “ucapan” ataupun “komentar” yang dilontarkan oleh orang2 dengan entengnya nggak akan pernah dilupa. Salah satunya untuk keputusan masukin anak ke daycare. “Jahat banget, tega bener ibunya!” - salah satu ucapan yang melekat dan diucapkan dengan entengnya…. oleh seorang Ibu juga. Padahal keputusan daycare bukan hasil cap cip cup kembang kuncup. Percayalah, ada riset, ada diskusi panjang, ada pertimbangan matang. Nggak sebentar, nggak asal 🙂 Gw percaya, banyak ibu-ibu pekerja ataupun non pekerja yang mengalami “proses” serupa, yang akhirnya memutuskan memilih daycare. Proses yang mungkin nggak bisa dilihat orang lain. Ibu juga manusia. Menghakimi atas apa yang dipilih untuk anaknya tentunya justru menjadi beban tambahan. Padahal keputusan ya diambil bareng suami kan? 😉 Jadi, stop deh. Siapa kita men‑judge keputusan orang lain yang bahkan nggak tahu apa saja di baliknya? For a mother, the burden is already heavy enough. BE KIND! Kalau ga bisa, diem aja mending 🫵🏻
elzgatza tweet mediaelzgatza tweet mediaelzgatza tweet media
Indonesia
103
400
1K
229.5K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@sibambaang Sering nemu kejadian bahwa tempat kerja orang tua tidak memungkinkan untuk membawa anak dan tidak ada keluarga dekat yg bisa dimintai tolong karena jarak atau kondisinya juga susah. Saya pun sedih kalau melihat video anak yang ditipkan ke daycare, tp kita ga tau kondisi mereka.
Indonesia
0
0
1
339
Bambang
Bambang@sibambaang·
Lagi ramai soal Daycare yang tidak amanah di Jogja. Saya dari dulu tidak suka dengan konsep Daycare. Dari sisi sosial, menurut saya ini indikasi ekonomi negara buruk sehingga memaksa suami-istri harus bekerja semua untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kalau dari perspektif psikologi, khususnya teori attachment (John Bowlby dan Mary Ainsworth), hubungan anak dengan ibunya (mother-child attachment) sangat penting di tahun-tahun awal kehidupan. Attachment yang aman (secure) terbentuk melalui interaksi responsif, sensitif, dan konsisten dari ibu sebagai figur utama. Daycare bisa membawa dampak negatif tertentu terhadap ikatan ini, terutama jika kondisinya tidak ideal. Anak yang menghabiskan waktu lama di daycare (misalnya >20–30 jam/minggu, atau >10 jam/hari) sejak usia sangat dini berisiko lebih tinggi mengalami insecure attachment atau bahkan disorganized attachment. Bayi membutuhkan interaksi face to face yang sensitif dengan ibu untuk belajar mengatur emosi dan merasa aman. Pemisahan harian yang panjang bisa mengganggu "sensitive period" ini. Beberapa penelitian (termasuk kritik dari Jay Belsky) menemukan bahwa daycare ekstensif di tahun pertama kehidupan terkait dengan peningkatan perilaku avoidant (menghindar) atau resistant terhadap ibu saat diuji dengan Strange Situation Procedure. Studi Egeland (1995) pada sampel berisiko tinggi menunjukkan bahwa daycare bisa memperburuk perilaku negatif (lebih avoidant, externalizing) pada anak yang awalnya secure dengan ibu. Beberapa temuan juga menunjukkan anak dengan banyak jam di daycare cenderung lebih mandiri secara prematur, tapi juga lebih sulit menunjukkan kebutuhan emosional kepada ibu (kurang clingy, tapi bisa berarti kurang dalam mencari proximity).. Ada risiko peningkatan masalah perilaku (agresi, hiperaktivitas, kesulitan berteman) hingga usia sekolah, yang secara tidak langsung membebani hubungan keluarga. Di Indonesia, meski penelitian lokal lebih terbatas, pola serupa muncul: anak di TPA/ daycare dengan pengasuhan tidak konsisten berisiko mengalami gangguan perilaku sosial dan emosional yang memengaruhi bonding dengan orang tua. Faktor yang memperbesar risiko negatifnya antara lain: - Usia mulai terlalu dini (di bawah 6–12 bulan) dan jam panjang. - Kualitas daycare rendah (banyak anak per pengasuh, pengasuh sering berganti, kurang stimulasi emosional). - Kurangnya waktu berkualitas ibu-anak saat pulang (lelah, sibuk, minim interaksi responsif). - Anak dengan temperamen sulit atau riwayat keluarga berisiko. Banyak ahli attachment menekankan bahwa idealnya tahun pertama–kedua kehidupan adalah periode untuk bonding intensif dengan orang tua (terutama ibu). Jika harus menggunakan daycare, prioritaskan yang berkualitas tinggi, batasi jam jika memungkinkan, dan pastikan ada "reconnection time" berkualitas setiap hari (skin-to-skin, bermain bebas, responsif terhadap cue anak).
Indonesia
37
74
244
41.8K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@tuanpoetrih Hamil sebelum nikah menurutku. Punya anak setelah 4 bulan menikah orang orang sudah cuek ya
Indonesia
0
0
4
658
raa
raa@tuanpoetrih·
Hal apa yang dianggap tabu jaman dulu tapi sekarang dinormalisasikan
raa tweet media
Indonesia
153
20
294
662.9K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
1000% Setuju
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada usulan dari DPR yang menurut gue seharusnya jadi topik paling ramai dibicarakan hari ini tapi sayangnya tenggelam di antara semua berita geopolitik dan drama pengadaan. Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengusulkan: negara tanggung 100 persen iuran BPJS Kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Dan hitungannya sudah dia paparkan langsung di rapat dengan Kementerian Kesehatan. Angkanya dulu: 225,94 juta orang peserta di luar kategori Pekerja Penerima Upah. Dikali iuran Rp42.000 per bulan. Dikali 12 bulan. Hasilnya: Rp113 triliun per tahun. Dan Charles langsung melempar pertanyaan yang menurut gue paling tepat sasaran: Mampu enggak negara? Mampu Pak. Membiayai program lain yang jauh lebih besar saja mampu. Dan ini yang paling pedas dari seluruh pernyataan Charles: Program lain malah dipakai buat motor trail, Pak. Ini buat kesehatan rakyat, Pak. Satu kalimat. Tapi isinya sangat berat. Karena kita semua tahu angka-angkanya: MBG: Rp171 triliun per tahun. Dengan 8 potensi korupsi yang sudah diidentifikasi KPK. Dengan pengadaan sikat semir sepatu Rp1,6 miliar. Dengan motor listrik Rp1,2 triliun. Dengan kaos kaki Rp100.000 per pasang. BPJS Kesehatan 100 persen untuk seluruh rakyat: Rp113 triliun per tahun. Dengan manfaat yang langsung terasa setiap orang yang sakit bisa berobat tanpa takut tidak bisa bayar. Selisihnya bahkan lebih murah. Dan dampaknya jauh lebih terukur. Masalah yang mendorong usulan ini dan ini realita yang menyakitkan: Sistem BPJS sekarang punya lubang besar yang sudah lama diketahui tapi tidak kunjung diselesaikan: data kepesertaan yang kacau. Ada ratusan ribu bahkan jutaan warga miskin yang secara data masuk kategori mampu karena kesalahan pendataan. Mereka masuk desil 8 atau lebih tinggi di atas kertas. Tapi di lapangan mereka tidak sanggup bayar iuran bulanan. Charles mencontohkan seorang ibu di Jakarta suaminya kerja serabutan, penghasilan tidak menentu. Tapi karena data administrasinya salah dia tidak masuk kategori penerima bantuan. Harus bayar BPJS mandiri. Sementara hidup di Jakarta dengan Rp2 juta sebulan saja sudah susah. Dan ketika mereka tidak bayar kepesertaannya nonaktif. Mereka jatuh sakit tidak bisa berobat dengan BPJS. Harus bayar penuh. Ini adalah ironi terbesar dari sistem yang seharusnya melindungi rakyat yang paling rentan. Kenapa solusi verifikasi data" tidak cukup: Pemerintah selalu menjawab masalah ini dengan satu jawaban: kita akan perbaiki data Tapi perdebatan soal verifikasi data sudah berlangsung bertahun-tahun. Sementara itu setiap hari ada orang yang sakit dan tidak bisa berobat karena terjebak di limbo administratif antara "mampu" di atas kertas dan "tidak mampu" di lapangan. Charles menyebut ini dengan sangat tepat: perdebatan verifikasi data yang tidak kunjung selesai hanya memperpanjang ketidakpastian bagi warga yang paling butuh kepastian. Solusi paling simpel: tanggung semuanya. Selesai. Tidak perlu verifikasi. Tidak perlu data yang sempurna. Semua warga negara Indonesia dapat BPJS gratis. Apakah ini fiskal realistis? Rp113 triliun per tahun terdengar besar. Tapi mari bandingkan: MBG 2026: Rp171 triliun dalam satu tahun, dengan tata kelola yang menurut KPK sendiri belum memadai. Kalau dari anggaran-anggaran itu ada yang bisa dirasionalisasi Rp113 triliun untuk BPJS gratis 100 persen bukan angka yang tidak mungkin dijangkau. Dan ini investasi yang paling langsung dampaknya ke rakyat terbawah yang sekarang tidak punya jaring pengaman kesehatan yang efektif. Yang paling bikin gue geleng-geleng: Ini bukan ide baru. Konsep universal health coverage sudah lama dibicarakan. Negara-negara yang jauh lebih miskin dari Indonesia sudah menjalankannya. Thailand menjalankan sistem kesehatan universal sejak 2002 dengan premi nol untuk semua warga. Sri Lanka. Bangladesh. Bahkan beberapa negara Afrika. Indonesia dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara masih berdebat soal siapa yang berhak dapat BPJS subsidi dan siapa yang tidak. Sementara di sisi lain anggaran negara mengalir ke motor trail, kaos kaki Rp100.000, dan sikat semir sepatu dengan harga tiga kali lipat pasar. Rp113 triliun untuk kesehatan gratis semua rakyat Indonesia atau Rp171 triliun untuk program makan yang menurut survei 88% manfaatnya dinikmati pejabat dan pengelola dapur? Ini bukan pertanyaan yang sulit dijawab secara moral. Yang sulit adalah menjawabnya secara politik karena selalu ada kepentingan yang lebih besar dari kesehatan rakyat yang masuk dalam kalkulasi anggaran negara. Charles sudah berani mengajukan pertanyaan yang tepat. Sekarang tinggal satu pertanyaan lagi: Adakah yang berani menjawabnya dengan aksi nyata?

Indonesia
0
0
0
12
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@bardanslm Sebagai Ayah satu anak yang lebih banyak menghabiskan waktu sama anak saya bisa merasakannya.. Titik lemah laki laki adalah tidak stabilnya penghasilan, kasus seperti ini banyak terjadi di pinggiran.. punya uang lebih bisa memunculkan karakter negatif seseorang.
Indonesia
0
0
1
1.5K
Bardan - Digital Marketer
Bardan - Digital Marketer@bardanslm·
tadi baca di threads cuma udah terlanjur ke scroll, ada istri yg menyesal sejadi2nya, suaminya freelancer, istrinya punya pekerjaan tetap. suaminya kerja dirumah sambil ngurus anak dan bersih2. sedangkan istrinya kerja di kantor. sayangnya rezekinya blm berpihak ke suami, penghasilan blm stabil padahal udah sering begadang dan berusaha. istrinya sering merendahkan suaminya apalagi 2 bulan terakhir belum ada penghasilan, alhasil hidup dari gaji istri, sikap istri dingin dan meremehkan. sampai suatu malam di kamar suaminya bilang mau kerja dengan senyum dan ramah karna mau begadang dan ngulik lagi depan laptop, istrinya masih judes karna si suami blm ada penghasilan 2 bulan itu. paginya pas dicek suaminya sudah meninggal karna kecapean kerja di depan laptop dan kopi yg belum habis. dan sedihnya lagi ketika cek hp, suaminya berhutang ke temen2nya untuk sekedar beli susu dan popok anaknya. jujur sedih banget bacanya.. hasil itu urusan Allah, tugas manusia itu berusaha dan berdoa... tolong bgt buat istri2, kalau suaminya sudah berusaha maksimal tapi hasilnya blm optimal, tolong tetap di support, di tenangkan mentalnya, cari jalan keluar bareng2, jangan dibuat makin hancur 😭 1 suami gugur ketika mencari nafkah, 19 juta suami merasakan penderitaannya 😭😭😭 semoga syahid.
Indonesia
271
1.1K
5.9K
377.9K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@ggcowfee @bardanslm Di kehidupan nyata, Laki-laki yang paling disegani sama istri dan mertua adalah yang banyak uangnya.. jadi kalau mau tenang sebagai suami harus lebih banyak uangnnya..
Indonesia
1
5
29
4.2K
Cowfee
Cowfee@ggcowfee·
@bardanslm Inilah alasan kenapa saya udah bertahun tahun gak ngedeketin ciwi. Keinginan nikah pun belum ada. Mending bebenah diri dulu daripada nanti dihajar habis2an sama istri dan mungkin sama mertua. Mati single toh.. no problemo 😗
Indonesia
12
22
192
63.7K
AC Milan News Update
AC Milan News Update@MilanUpdate·
Patung-patung di luar stadion merupakan bentuk penghormatan ikonik untuk merayakan para pemain legendaris klub. Sebut saja Thierry Henry di Emirates Stadium, Bobby Moore di Wembley, United Trinity (Best, Law, Charlton) dan Sir Matt Busby di Old Trafford, dan yang lainnya. Andai di San Siro/Giuseppe Meazza dibangun patung para pemain, siapa yang pantas dibuatkan patungnya? Izin tag: @direktoridosen @FandomID_ @TribunMilano @bahaspemainbola @Windekind_Budi @zonainteristi_ @Fahrul_Rozi_97 @0xGunzalo @iwecevic @andremirza @PatubMbel
AC Milan News Update tweet media
Indonesia
39
7
42
9.1K
FaktaBola
FaktaBola@FaktaSepakbola·
Rafael Leão mendapat sorakan dari tribun saat ditarik keluar di laga melawan Udinese.😳
Indonesia
4
2
51
3.7K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@acmilan 🤕 Lawan udin memang ga selalu mudah.. tqpi ya ga gini juga atuh lan...
Indonesia
0
0
0
86
AC Milan
AC Milan@acmilan·
Full-time.
AC Milan tweet media
English
742
441
3.7K
413.6K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@BurhanMuhtadi Keren, Harusnya yang maju menjadi Caleg yang seperti ini... bukan yang cuma punya uang saja 😆
Indonesia
1
0
0
2.4K
IG @burhanuddinmuhtadi
IG @burhanuddinmuhtadi@BurhanMuhtadi·
Saleh Daulay ini dulu kolega saya di FISIP UIN. Ia mengajar Filsafat, tapi mengundurkan diri sbg dosen karena maju sebagai caleg dan terpilih. Di video ini, Saleh kayak dosen yg sedang menguji skripsi mahasiswa 😁
Indonesia
382
5.7K
39.1K
1.6M
Tri Handoko retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan. Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
Kr tweet media
Indonesia
751
32.4K
103.4K
2.3M
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
Gue bocorin film yg setelah ini ya: Jadi Milea kan di film ini patah hati karena Dilan nikah sama Ancika, terus Milea mulai suka naik gunung biar lupa sama masa lalunya. Ketemu lah dia sama circle baru isinya 5 orang, terus naik gunung Semeru. Ada temen Milea yg cinta banget sama dia, namanya Genta, tapi Milea ga suka sama Genta karena kritik pemerintah mulu. Milea cinta nya sama Zafran, akhirnya mereka nikah.
CGV Cinemas@CGV_ID

Official Trailer #DilanITB1997 Jangan lewatkan mulai tayang 30 April 2026 di CGV! #SemuaSerudiCGV

Indonesia
285
1.2K
8.8K
861.6K
Tri Handoko
Tri Handoko@trihanlogi·
@gesamudera Dulu saya juga gitu mikirnya, nyari pasangan hidup paling yang satu kabupaten saja biar kalau silaturahmi ke keluarga besar ga jauh jauh.. tp ternyata jodoh saya rumahnya dua hari perjalanan darat 😁
Indonesia
0
0
0
45
mas ge
mas ge@gesamudera·
Katanya ada yang namanya "Red String Theory" dua orang yang terhubung oleh benang merah tak terlihat, dan suatu hari pasti dipertemukan. Dulu aku nggak terlalu percaya. Aku orang Banyuwangi. Istriku orang Banjarnegara. Bahkan dari kampus pun kami sudah berbeda arah. Dia mahasiswi UNDIP Semarang. Aku mahasiswa UNEJ Jember. Jaraknya jauh. Dunianya juga beda. Dia aktif di BEM, ke sana ke mari, hidupnya penuh agenda. Aku? Kuliah pulang, kuliah pulang. Kalau libur, ya di kamar… main game seharian. Nggak ada irisan. Nggak ada alasan untuk saling kenal. Sampai tahun 2018. Waktu itu aku masih kerja di Kantor Akuntan Publik, dan diminta handle klien di Purbalingga. Aku berangkat dari Yogyakarta, naik mobil sama teman, tanpa tahu daerah yang akan aku lewati. Di tengah perjalanan… kami melewati sebuah kabupaten: Banjarnegara. Dan tanpa aku sadari, di salah satu jalan yang kami lewati, aku pernah melintas tepat di depan rumahnya. Rumah seseorang yang saat itu… bahkan namanya pun aku belum tahu. Waktu berjalan. 3 tahun kemudian, Maret 2021 aku kembali ke tempat itu. Bukan sebagai auditor. Tapi sebagai laki-laki yang datang untuk meminang seorang wanita. Wanita yang rumahnya… pernah aku lewati dulu, tanpa aku sadari. Kalau dipikir sekarang, hidup ini aneh juga ya. Kita bisa sejauh itu, hidup di kota yang berbeda, bahkan sempat berada di titik yang sama… tanpa saling tahu. Mungkin memang ada hal-hal yang tidak perlu kita percepat. Karena sejauh apa pun kita berjalan, kalau memang sudah ditulis untuk bertemu… kita akan dipertemukan juga, di waktu yang paling tepat. Dan seringnya, kita baru sadar setelah semuanya terjadi. Happy 5th Anniversary Bojo.. She’s my red string theory. Kalau kamu? pernah nggak merasa… sebenarnya kamu sudah sangat dekat dengan seseorang, jauh sebelum kalian saling mengenal?
mas ge tweet mediamas ge tweet mediamas ge tweet mediamas ge tweet media
Indonesia
450
1.5K
16.9K
1.3M