leo
34.2K posts


Bingung gue sama orang-orang yang nyerang instagram aksi kamisan.

sebanyak apapun lgbt gaakan sebanding sama banyaknya hetero, kalo lo emng yakin lo hetero, ya lo gabakal jdi lgbt lah anjir. mau lgbt ga berkembang biak pun, BANYAK hetero yg bisa melahirkan lebih dri 5 anak, kenapa bisa setakut itu untuk punah?


It came into my attention that someone who work at the brand that my sexual assaulter been apart of made misogynistic and victim blaming comments towards me. Sedih melihat bagaimana budaya rape culture dan victim blaiming dipelihara. CC: @tdlrst/post/DagwGE-ASxh?xmt=AQG0YaBLSsMmRODhVkm8FK2dpPEKfZ6Mp65aphSVifgTdgLtjXCDDkX4dTCWwDyyCiHCiVk&slof=1" target="_blank" rel="nofollow noopener">threads.com/@tdlrst/post/D…



Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta dan Nurima Alkatiri di perayaan Pride kemarin di Dili. Foto kedua saat saya ikut tahun 2018 dan foto bareng salah satu biarawati yang memberikan safespace bagi teman2.

"Aksi Kamisan jadi begini" Bukan Kamisan yang jadi begini, justru aksi Kamisan itu hadir untuk ini Aksi Kamisan itu wadah bersuara inklusif bagi setiap orang yang hak asasi manusianya dirampas atau diancam So, stop being stupid and ignorant, bisa gak?

Waktu SMA, pikiranku soal kaum LGBT juga begini. Dulu inget banget pas jam kosong aku sama temen-temen lagi ngobrol. Terus ada yang nanya, "Kalau gay kan bisa saling tusuk, nah kalau lesbi ngapain?" Terus temenku dengan pedenya jawab, "Ya pakai dildo lah." 😭😭😭. Dulu bayanganku tentang LGBT ya di urusan seks doang. Tapi semenjak kuliah, pandanganku mulai shifted. Aku jadi sadar kalau kaum LGBT ya sama aja kayak manusia pada umumnya, cuma ketertarikannya aja yang berbeda. "Manusia pada umumnya" itu maksudnya apa? Ya mereka juga kuliah, kerja, ngeluh soal tugas, ngobrolin film, main game, curhat, nongkrong, pusing sama hidup, ketawa-ketawa bareng temen. Aktivitas sehari-harinya ya biasa aja. Kalau kamu punya temen, biasanya apa yang diobrolin? Ya kehidupan sehari-hari kan? Kerjaan, tugas, hobi, makanan, gosip, rencana liburan. Nah, kalau suatu hari kamu tahu ternyata temenmu LGBT, apa kamu langsung nanya, "Eh, kemarin pasti ngewe lewat pantat ya?" Kan enggak juga. Itu sama anehnya kayak kalau ketemu temen hetero terus langsung nanya, "Eh, semalam habis ngewe ya?" kan gak gitu ga sih? Kadang kita tanpa sadar mereduksi satu kelompok orang cuma dari kehidupan seksualnya, padahal identitas mereka jauh lebih luas dari itu. Mereka ya manusia biasa yang kebetulan punya ketertarikan yang berbeda doang. Dah itu aje

mau support local musician tapi mereka hanyalah abang-abangan skena yang misogynist dan homophobic







