About Tangerang@abouttng
Salah satu orang tua asuh dari anak-anak yang mendapat perlakuan pencabulan dari 3 pelaku di panti asuhan Darussalam An'nur, Pinang, Kota Tangerang, Dean Herdesviana, buka suara terkait modus yang dilakukan oleh pelaku.
Melansir Detikcom, Dean bertemu dengan Mensos Saifullah Yusuf dan mengatakan kalau korban dicabuli bergantian.
Para pelaku menjalankan aksi tak beradab tersebut dengan cara satu pelaku meminta korbannya mengantar makanan ke ruangan tempat pelaku lainnya berada.
"Dalihnya 'Nak, kamu antar makanannya ke atas untuk Ayah'. Ketika si anak ini ngantar makanan ke atas, ternyata di kamar sudah ada predator satunya lagi. Ini sakit jiwa," ungkap Dean.
Dean menyatakan rasa geramnya, lantaran aksi para pelaku kelewat biadab terhadap anak di bawah umur.
"Korban kepada 'guru'nya itu dia takzim. Jadi mereka pikir, ya sudahlah (mengikuti keinginan pelaku)," tambahnya.
Diketahui, korban di panti asuhan tersebut tak hanya anak-anak. Ada juga relawan pengajar perempuan yang jadi korban cabul ketiga pelaku.
Korban sampai rela dicabuli pelaku demi menghalangi pelaku untuk melakukannya kepada anak-anak panti.
"Nggak tahu Bun, aku merem, aku gak mampu melihatnya. Ga apa-apa aku diapa-apain, yang penting adik-adik aku selamat," tuturnya kepada Dean.
Diberitakan sebelumnya, kasus mengerikan yang menimpa anak-anak panti asuhan Darussalam An'nur awalnya terbongkar setelah Dean mendapat pengakuan dari relawan pengajar tersebut lewat DM Instagram.
Berangkat dari situ, mereka melaporkan kasus kepada pihak kepolisian.
Saat ini 2 dari 3 pelaku, yakni Sudirman (pemilik) dan Yusuf (pengasuh) sudah ditetapkan tersangka. Sementara 1 pelaku lainnya, Yandi, sedang dalam pengejaran.