Dhimas
4.5K posts


Beneran deh, jangan.
Ada banyak hal yg emang udah gitu aja gak usah dibumbui aneh-aneh atau malah dibuang bumbunya. Lebaran.. ya emang gitu. Silaturahmi.. kasih THR kalau mampu. Panjangin kebahagiaan diri sendiri dan orang lain.
Dulu pas kecil, nunggu lebaran tuh rasanya lamaaaaaa banget dan begitu tahu besok lebaran, bahagia dan groginya gak ketulangan. Dari malem udah nyetrika baju baru. Dielus-elus ditaruh di tempat aman, udah nyuci bersi mukena (namanya rukuh di desaku), disuruh tidur ibuk juga kaya ngga mau.. takut kebablasan dan gak bangun tepat waktu.
Habis shalat ied langsung lari dari lapangan desa pulang ke rumah. Ganti baju baru dengan kecepatan petir. Gak sabar nunggu bapak ibuk buat sungkeman dan silaturahmi ke tetangga dan keluarga lain. Kayaknya dulu gak setiap lebaran juga bapak ibuk bagi-bagi duit. Karena ya, kami emang gak punya. Tapi kami, anak-anaknya sudah hafal tetangga mana yg pasti bagi-bagi duit.
Kalau plan silaturahmi kami ketahuan ibuk, pasti dimarahin. Disuruh silaturahmi ke semua, THR-an itu bonusnya. Jadi kami nurut tapi tetep patokin nanti sampai mana silaturahminya.
Pokoknya hari lebaran itu syahdu dengan vibe silaturahmi dan bagi-bagi THR nya. Kalau tiba-tiba mak jleb lebaran gak ada silaturahmi, gak ada THR.. lalu apa yang mau dirayakan? Biarlah anak-anak lain, minimal mereka tahu kebahagiaan di hari lebaran. Sekali setahun juga, kan?
Rexvill@rexvil01
“Normalisasi ga usah ngasih THR” “Normalisasi gausah silaturahmi” Guys, jangan coba-coba hilangin vibes lebaran ya. Kalo pelit dan males sendirian aja gausah sembunyi dibalik normalisasi😅
Munich, Germany 🇩🇪 Indonesia

😇😇😇🙏🏼 pelajaran bagi saya dan suami

hellen@peachyslen
day 1 genz pasang 3 AC total habis 7.5jt itu apa anjgggggg KAGET
Indonesia
Dhimas retweetledi

Selama Republik Islam Iran masih ada, ia akan tetap menjadi duri dalam daging bagi agenda Zionis
✍🏻Ayman Rashdan Wong (analis dari Malaysia)
Akhirnya, peristiwa yang dinantikan lama terjadi juga. Sekali lagi, hal ini membenarkan teori “perang akhir pekan Trump”.
Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tidak perlu panik tentang “Perang Dunia III” dan segala hal semacam itu. Mari kita gunakan beberapa skenario logis.
Skenario Satu: Perubahan Rezim
Ini adalah skenario yang paling diinginkan oleh AS dan Israel. Pemerintah Iran runtuh, kekosongan kekuasaan tercipta, atau segera digantikan oleh pemerintah pro-AS.
Seperti Venezuela. Setelah Maduro jatuh, pemerintah baru segera “bersumpah setia” kepada AS.
Itu jika semuanya berjalan lancar. Masalahnya, di dalam Iran sendiri ada banyak faksi yang menunggu jatuhnya pemerintahan Ayatollah.
Jika kekosongan kekuasaan terjadi, faksi Kurdi di utara akan bangkit menuntut wilayah. Faksi Baloch di selatan juga akan bangkit.
Jika AS dan Israel tidak dapat mengendalikan situasi, Iran akan menjadi Irak atau Libya kedua.
Skenario Dua: Iran Melemah, dengan Kesepakatan yang Menguntungkan AS-Israel
Ini bisa terjadi jika AS dan Israel merasa tidak perlu melakukan perubahan rezim secara penuh, atau jika ada hambatan seperti biaya tinggi atau tekanan internasional.
Mereka memaksa Iran untuk menandatangani kesepakatan demi menyelamatkan muka kedua belah pihak. Iran yang melemah tidak memiliki banyak pilihan.
Iran dipaksa menghentikan program nuklirnya, program rudal balistik, atau dukungan untuk proksi, tetapi tidak kehilangan kekuasaan sepenuhnya.
Skenario Tiga: Kebuntuan. Iran Berhasil Membela Diri
Ini terjadi jika Iran melancarkan serangan balasan yang kuat (termasuk melalui proksi), menyebabkan biaya perang AS-Israel meningkat, baik dalam hal keuangan, nyawa militer, atau dukungan publik.
Akhirnya, AS-Israel gagal mencapai tujuan penuh mereka, menyebabkan gencatan senjata. “Status quo ante bellum” (kembali ke situasi sebelum perang).
Skenario Keempat: Perang Regional
Ini adalah skenario yang sedikit lebih parah. Bukan lagi hanya antara AS-Israel dan Iran, tetapi melibatkan pemain lain.
China dan Rusia pada akhirnya akan bosan dengan kekacauan ini. Mereka akan memberikan bantuan tidak langsung (tidak perlu khawatir tentang Perang Dunia III karena mereka tidak akan mengirim pasukan), seperti pasokan senjata atau dukungan ekonomi.
Hal ini dapat memperpanjang perang, menyebabkan konflik meluas ke Teluk Persia, Lebanon, dan Yaman.
Dunia akan merasakan dampaknya, seperti harga minyak yang melonjak atau gangguan pada rantai perdagangan global.
Apa posisi kita?
Kita mungkin tidak sependapat dengan Iran dalam banyak hal, baik dalam hal ideologi maupun politik.
Namun, dalam konteks catur geopolitik global, kita harus menerima satu fakta: Iran memang menjadi hambatan utama bagi AS dan Israel dalam mencapai hegemoni mutlak di Timur Tengah.
Jika tidak, mengapa AS repot-repot memindahkan semua aset militer mereka hanya untuk melancarkan serangan?
Selama Republik Islam Iran masih ada, ia akan tetap menjadi duri dalam daging bagi agenda Zionis.
Faktanya, Israel telah mengatakan: jika mereka menyelesaikan masalah dengan Iran, mereka akan mengalihkan perhatian mereka ke poros “Sunni” yang sedang berkembang antara Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.
Aliansi ini (Turki, Arab Saudi, Pakistan) masih rapuh dan belum kokoh. Jika Iran jatuh terlebih dahulu, blok Sunni ini tidak akan punya waktu untuk melakukan apa pun untuk menantang dominasi AS-Israel.
Itulah mengapa, pada kenyataannya, kita membutuhkan Iran sebagai “bantalan” untuk menjaga AS dan Israel tetap sibuk, mencegah mereka memperluas cengkeraman mereka atas negara-negara Muslim lainnya.
Mari kita berdoa agar rencana AS-Israel tidak terwujud.
Semoga perang ini akhirnya menjadi titik balik awal kejatuhan “kekaisaran jahat” AS-Israel.

Indonesia

@bungilang_ @afternoondtea Setuju sih ini, online susah bgt, kesana kadang ditolak, ada kiat² nya
Indonesia

@afternoondtea gini ya teman2, izin meluruskan ya, ka
kalian jangan gampang percaya, beli antam ga sesimpel dateng ke butik, bilang ke satpam bilang "mau beli emas". kl se-simple itu gue juga mau dong haha dan dari 2020 gue main antam juga gapernah ada transaksi tunai wkwk

Indonesia
Dhimas retweetledi
Dhimas retweetledi

@xendless_s Suasana jalan di jakarta emang bawaannya panas walaupun hujan dan ac mobil sudah dingin
Indonesia
Dhimas retweetledi

@raihanaulia_rar Yang ngga pernah sepedaan kenceng pake Roadbike pasti sering banget nyalahin pesepeda itu ngga di jalur sepeda, coba aja sendiri sepedaan kenceng speed 40-50kpj di jalur sepeda.
Indonesia

⏰ Average Wake-Up Time by Country
🇮🇳 India — 7:36 AM
🇨🇳 China — 7:42 AM
🇺🇸 United States — 7:20 AM
🇮🇩 Indonesia — 6:55 AM
🇧🇷 Brazil — 7:31 AM
🇷🇺 Russia — 8:06 AM
🇲🇽 Mexico — 7:09 AM
🇯🇵 Japan — 7:09 AM
🇵🇭 Philippines — 7:28 AM
🇹🇷 Turkey — 8:02 AM
🇩🇪 Germany — 7:25 AM
🇹🇭 Thailand — 7:24 AM
🇬🇧 United Kingdom — 7:33 AM
🇫🇷 France — 7:51 AM
🇿🇦 South Africa — 6:24 AM
🇮🇹 Italy — 7:52 AM
🇨🇴 Colombia — 6:31 AM
🇰🇷 South Korea — 7:38 AM
🇪🇸 Spain — 8:05 AM
🇨🇦 Canada — 7:33 AM
🇺🇦 Ukraine — 7:51 AM
🇵🇱 Poland — 7:25 AM
🇲🇾 Malaysia — 7:41 AM
🇸🇦 Saudi Arabia — 8:27 AM
🇦🇺 Australia — 7:13 AM
🇹🇼 Taiwan — 7:56 AM
🇨🇱 Chile — 7:40 AM
🇷🇴 Romania — 8:01 AM
🇳🇱 Netherlands — 7:47 AM
🇧🇪 Belgium — 7:40 AM
🇦🇪 UAE — 7:43 AM
🇸🇪 Sweden — 7:21 AM
🇨🇿 Czechia — 7:15 AM
🇵🇹 Portugal — 8:22 AM
🇬🇷 Greece — 8:25 AM
🇭🇺 Hungary — 7:22 AM
🇮🇱 Israel — 7:54 AM
🇦🇹 Austria — 7:20 AM
🇨🇭 Switzerland — 7:13 AM
🇭🇰 Hong Kong — 7:57 AM
🇩🇰 Denmark — 7:19 AM
🇸🇬 Singapore — 7:38 AM
🇫🇮 Finland — 7:44 AM
🇳🇴 Norway — 7:43 AM
🇸🇰 Slovakia — 7:18 AM
🇮🇪 Ireland — 7:50 AM
🇳🇿 New Zealand — 7:11 AM
🇨🇷 Costa Rica — 6:38 AM
🇰🇼 Kuwait — 8:01 AM
🇶🇦 Qatar — 7:32 AM
📌 Source: World Population Review


English

Trust me, these two brands will never disappoint…


Tanyarl 💚@tanyakanrl
💚 ges rekomendasi in aku sepatu yg nyaman dipake, Aku pgn self reward beli sepatu mahal soalnya selama kerja gapernah beli barang mahal🥹
English
Dhimas retweetledi

@worksfess Udah cuma 2.78 lulusan swasta, tetep berusaha jangan lupa berdoa
Indonesia
Dhimas retweetledi
Dhimas retweetledi
















