#H

19.7K posts

#H banner
#H

#H

@uda_dayat

Do the right things and Do the things right

Jakarta Capital Region Katılım Aralık 2009
75 Takip Edilen73 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
#H
#H@uda_dayat·
Falsafah Hidup: 1. (HAM) Lamak diawak, Katuju diurang. 2. (Demokrasi) Iyoan nan diurang, laluan nan diawak. 3. (Keadilan) Alua jo Patuik, Raso jo Pareso. 4. (Perjuangan) Taimpik nak diateh, Takuruang nak dilua.
Indonesia
0
0
0
0
#H retweetledi
Disaster News
Disaster News@Top_Disaster·
Huge erupt at the Marapi volcano in the West Sumatra Province of Indonesia 🇮🇩 (30.05.2026) The height of the ash column reached 2,000 m above the summit.
English
38
2K
2.6K
477.8K
#H retweetledi
Football on TNT Sports
Football on TNT Sports@footballontnt·
💬 "I wasn't surprised... We haven't looked like Liverpool - it's been difficult to watch at times." Steven Gerrard speaks on the Arne Slot sacking 👔 📺 TNT Sports & HBO Max
English
116
1.2K
10.5K
569.1K
Chelsea FC
Chelsea FC@ChelseaFC·
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆 Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
English
25.5K
119.2K
467.6K
33.6M
#H retweetledi
Liverpool FC
Liverpool FC@LFC·
Liverpool FC can confirm Arne Slot is to depart his role as head coach with immediate effect and that the process to appoint a successor is under way. He leaves with a Premier League title to his name and our deepest gratitude and appreciation.
English
11.5K
34K
175K
17.1M
#H
#H@uda_dayat·
@MorganKatalia Era Presiden dan Menteri siapa?
Indonesia
0
0
0
28
#H retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
Indonesia
3.4K
65.7K
160.8K
11.6M
#H retweetledi
B/R Football
B/R Football@brfootball·
The end of West Ham vs. Arsenal was WILD 😲 ➖ Trossard puts Arsenal ahead in 83rd min ➖ Callum Wilson levels it for West Ham in stoppage time ➖ VAR overturns West Ham’s goal for a foul on Raya ➖ Arsenal survive and win 1-0
B/R Football tweet mediaB/R Football tweet mediaB/R Football tweet mediaB/R Football tweet media
English
255
1.5K
12.3K
393.6K
#H
#H@uda_dayat·
@Qontoloxonn Motuba itu apa kakak?
Indonesia
0
0
0
72
ell💃🏻
ell💃🏻@Qontoloxonn·
rekomen motuba yg josjis buat jadi first car , dipake daily enak n iritt
Indonesia
141
12
306
85.9K
#H retweetledi
TCR.
TCR.@TeamCRonaldo·
Higuain is 3 years younger than Cristiano Ronaldo 😳
TCR. tweet mediaTCR. tweet media
English
248
609
17K
2.4M
ciaa
ciaa@xpeacessea·
kalau disuruh milih kota yang mau kamu tinggali sampai tua nanti, kamu pilih kota mana? atau kamu punya opsi lain?
ciaa tweet mediaciaa tweet mediaciaa tweet mediaciaa tweet media
Indonesia
1K
244
2.8K
290.5K
SERIE A LAWAS
SERIE A LAWAS@SerieA_Lawas·
Pemain pertama yang diingat ketika melihat jersei ini?
SERIE A LAWAS tweet media
Indonesia
354
9
92
26.3K
#H retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Feri Amsari: 'Kasih contoh kritik yang mendidik itu gimana?' Itho: Loading... diam... muter-muter... ..😰 Sumber: CNN
Indonesia
381
3.1K
9.8K
408.9K
#H retweetledi
Abu Bassam Oemar Mita
Abu Bassam Oemar Mita@oemar_mita·
Ke mana Ruh Setelah Dicabut dari Jasad
Indonesia
22
400
1.8K
30.8K
#H retweetledi
Andrew Darwis
Andrew Darwis@adarwis·
Japan Is Already Living in 2050
English
9
267
1.7K
41.3K
#H retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.6K
1.4M