★★★★ retweetledi
★★★★
35.6K posts

★★★★
@ufuffufff
opini pribadi dan jualan
kindly bub if you feel disturb Katılım Haziran 2019
4K Takip Edilen4K Takipçiler
★★★★ retweetledi

★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi

@idextratime Ajg lah yg muja2 performance arsenal siapa, pas ga sesuai harapan yg dikatain tengil siapa🤣
Indonesia

Ga begitu suka Arsenal bahkan lebih ga suka lagi sama fansnya karena banyak yang tengil, tapi jujur respect banget sama kesabaran manajemen Arsenal dan Mikel Arteta hingga ada di level sekarang. Bukti pentingnya percaya proses.
OptaJoe@OptaJoe
1 - Arsenal in the league under Mikel Arteta: 2019/20 : 8th 2020/21 : 8th 2021/22 : 5th 2022/23 : 2nd 2023/24 : 2nd 2024/25 : 2nd 2025/26 : 🏆 Process.
Indonesia
★★★★ retweetledi

@utdfocusid Jir lu sok bahas2 sejarah, tapi anggap arsenal bukan rival berat? Lah baru nonton bola ternyata lu fi🤣
Indonesia

Arsenal juara.
Gue masih belum bisa fully proses ini jujur.
Karena gue tumbuh nonton bola dengan Arsenal sebagai bahan tertawaan. Bukan rival yang ditakutin, bukan tim yang bikin deg-degan kalau ketemu. Mereka itu lelucon. Serius. Bahkan waktu transisi ke era sosmed yang mulai rame, mereka dijuluki KST, Klub Sangat Tangguh, sarkas, karena saking lama dan saking konsistennya mereka gak ke mana-mana.
Gue gak pernah liat mereka sebagai ancaman serius. Sama sekali. Bahkan setelah era KST berlalu pun, Arsenal tetap bukan nama yang masuk radar juara. Mereka cuma… historical club. Nama besar dengan sejarah panjang yang udah gak ada di masa jayanya lagi.
Terus Arteta masuk Desember 2019. Oke, murid langsung Guardiola, fine. Tapi ini pekerjaan melatih first team pertamanya. Literally nol pengalaman jadi manajer kepala.
Gak ada yang beneran percaya.
Dan masuk akal juga. Arsenal waktu itu masih terasa kayak Arsenal yang itu-itu aja. Nama besar, sejarah panjang, tapi entah kenapa selalu ada yang kurang. Musim pertama Arteta mereka finish kedelapan. Kedelapan. Orang-orang makin yakin bahwa ini bakal jadi proyek gagal lagi.
Tapi perlahan sesuatu mulai berubah. Bukan drastis, pelan banget malah. Tiap musim mereka naik satu tangga. Sampai tiga musim berturut-turut mereka finish runner-up. Tiga kali hampir. Musim 2024 bahkan cuma kalah dua poin dari City.
Dan di titik itu gue masih skeptis jujur. Pikiran gue waktu itu ya udah ini Arsenal, pasti ada cara mereka untuk gagal lagi musim depan. Lanjut gue ceng-cengin aja, toh gak bakal kemana-mana juga pikir gue.
Ternyata kagak, ajg.
Mereka gak panik, gak bongkar proyeknya, tetap percaya sama Arteta. Sampai akhirnya pertandingan City vs Bournemouth semalem. 22 tahun penantian. Arteta, si “orang yang belum siap” itu berhasil ngalahin gurunya sendiri di musim terakhirnya bersama City.
Belum selesai juga, minggu depan mereka masih ada final Champions League lawan PSG di Budapest. Gue pribadi masih yakin PSG yang bakal juara, tapi namanya final, semua bisa terjadi. Terlalu banyak faktor x yang gak bisa diprediksi.
Dari lelucon, jadi juara liga. Dan mungkin sebentar lagi juara Eropa juga.
Man, gue gak mau ini terjadi. 😭

Indonesia
★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi

Selamat, @Arsenal 🏆
Arsenal resmi mengunci gelar juara Premier League musim ini, setelah berpuasa selama 22 tahun.
Boaz punya pengalaman berharga, saat menjadi kapten Timnas Indonesia kala berhadapan dengan Arsenal & pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta pada 2013 silam 🔥

Indonesia
★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi

★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi
★★★★ retweetledi


















