nis.

10.2K posts

nis. banner
nis.

nis.

@ulfamaret

Katılım Ocak 2012
250 Takip Edilen149 Takipçiler
nis. retweetledi
A Professional Overthinker
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar". rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
Indonesia
518
41.5K
91.6K
2M
nis.
nis.@ulfamaret·
@4sgr4 Sesuai harga beli kak 340 nego tipiss. Minat dm kak nanti aku kasih no wa
Indonesia
0
0
0
66
nis. retweetledi
Alma ☾⋆⁺₊🎮✩°。
Alma ☾⋆⁺₊🎮✩°。@alsjournall·
@kumisaster @neohistoria_id Died from pregnancy complications too probably, something she absolutely fears and probably not ready for. She would love to see how modern women get to be childfree and have this much freedom with being single
English
4
334
3.1K
37.8K
nis. retweetledi
Kumis 🌼🩵 VtuberID
Kumis 🌼🩵 VtuberID@kumisaster·
ngeliat cerita ini dan selalu bilang "Ibu Kartini" but in reality she was only 25 years old when she died..... 🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺 oh she was just a baby, she must have been so scared......
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻

English
52
6.2K
31.9K
868.4K
nis. retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
justin bieber disebut2 artis termahal di coachela dengan bayaran 150M keliatan mahal tapi di hadapan mbg, justin cuma remahan
Indonesia
665
14.6K
63.6K
1.1M
nis. retweetledi
minee 🍉
minee 🍉@peachyfraise·
Perempuan: "Aduh gue takut laki-laki di hidup gue ternyata pelaku ks." Laki: "Aduh gue takut cewek gue bakal tau perangai gue gimana." See the difference? Men always know how to make gender based violence about them 😃😃😃
Indonesia
10
9.2K
35K
662.2K
nis. retweetledi
nis. retweetledi
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ@KuntoAjiW·
@prabowo Israel pak. IDF. Asing itu pak. Sebut pak. 🙏🏼
Indonesia
83
9K
33K
668.7K
nis.
nis.@ulfamaret·
Vasektomi haram vasektomi haram nohh baca leaflet kb hormonal seberapa mudharatnyaa tapi pada diem diem baee krn yg penting dibebankan ke istri kan xixixi 🤡🤡
Indonesia
0
0
0
14
nis. retweetledi
Pray girl🧕🏼
Pray girl🧕🏼@dramaticriday·
Lmao women are literally built different😭😭😭😭😭😭
Pray girl🧕🏼 tweet media
English
158
5.7K
65.4K
866.6K
nis. retweetledi
Mas Djay™
Mas Djay™@djaycoholyc·
When Padi having a reality checked. 2001 vs 2026
Mas Djay™ tweet mediaMas Djay™ tweet media
English
34
1.4K
3.9K
103.7K
nis. retweetledi
Mr. Nobody
Mr. Nobody@MmisterNobody·
What if I told you the Epstein files are meant to distract you from something much bigger that’s about to happen?
English
1.4K
1.8K
22.3K
1.8M
nis. retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Bayangin, butuh 150 thn buat redesign alat pemeriksaan ginekologi, itu pun oleh engineers perempuan. Ini contoh bias medis. Tubuh perempuan jarang jadi standar riset & desain. Layanan kesehatan harus berbasis empati, consent, & kenyamanan, jangan paksa perempuan menyesuaikan diri
Indonesia
63
5.1K
19.2K
415.4K
nis. retweetledi
726
726@btari_durga·
Ngeliat cardiologist diceramahin tentang Gerd and Jantung sama netizen yang ga punya background medical harusnya bikin kita sadar kalo pendidikan gratis itu jauhhhhhhhhh lebih penting daripada makan gratis…
Indonesia
317
34K
91.2K
1.1M
nis. retweetledi
Soulmate
Soulmate@RonaRovia28·
@direktoridosen Saya harap, ada pengkajian ulang peran lembaga perlindungan anak dan perempuan di bawah umur.
Indonesia
0
41
551
21.5K
nis.
nis.@ulfamaret·
@oblxviete Komnas perlindungan anak tp nggak paham ada yg namanya child grooming🥀🥲
Indonesia
0
0
1
358
nis.
nis.@ulfamaret·
@oblxviete Dan komnas perlindungan anak yg mendalami kasus ada anak lapor di exploitasi orang tua yg di sisi lain si anak tsb juga punya pacar yg umurnya jauh di atasnya 🙃🥀 KOK BISA NGGAK ADA CURIGA2 NYA?!!
Indonesia
1
0
27
10.4K
🌻🍉
🌻🍉@oblxviete·
Menurutku bagian ini salah satu yang paling gila dari ceritanya Aurelie. Ada anak 15 thn send nudes ke om-om 29 thn, dan pengacara ini masih bisa ngomong “Kamu yang moto, kamu yang kirim. Itu namanya consent.” tanpa mikirin power abuse yg kemungkinan dilakuin sama pihak laki-laki
🌻🍉 tweet media
INFO DRAKOR@infodrakor_id

*not kdrama related Aurélie Moeremans ternyata korban child grooming dan pemerk*s**n di usia 15 tahun. Dia sering mendapat perlakuan kasar sampe di ludahin dan di aniaya. Sampe sekarang pelaku nya masih wara wiri di TV Aurelie pernah nge-spill di facebooknya sekitar tahun 2013. Buku ini ditulis sebagai bentuk penyembuhan sekaligus peringatan buat publik, tanpa ada unsur romantisasi sama sekali murni dari sudut pandang korban.

Indonesia
201
4.5K
26.5K
1.2M