Bor

26.6K posts

Bor banner
Bor

Bor

@unsghero

Katılım Şubat 2013
999 Takip Edilen927 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Bor
Bor@unsghero·
Rezeki itu di langit, bukan ditempat kamu berharap.
Indonesia
0
0
2
9.1K
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Haaland BAJUNYA ROBEK 😭
Strootsy tweet mediaStrootsy tweet media
Indonesia
9
6
139
3.9K
Bor
Bor@unsghero·
GOAAAAAL HAALAND, HARAM BALL ANJING
Indonesia
0
0
0
19
Bor
Bor@unsghero·
Babilah Haramball banyak buang waktu.
Indonesia
0
0
0
29
Idn_abroad
Idn_abroad@idn_abroad·
@gilabola_ina Luka yang di alami, ada salah 1 sumber bilang, 1 pemain bahunya dislokasi 🥲
Idn_abroad tweet mediaIdn_abroad tweet media
Indonesia
2
2
30
1.4K
Berita Sepakbola Dunia
Berita Sepakbola Dunia@gilabola_ina·
Pertandingan Elite Pro Academy Liga 1 U20 antara Bhayangkara FC menghadapi Dewa United FC di Stadion Citarum, Semarang, berakhir ricuh. Video: instagram/ngobrolduniabola
Indonesia
22
9
72
5.4K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Baru tahu ternyata adik prabowo kristen Hashim pemilik arsari grup Ada seminarr nih........
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
74
32
773
87.3K
Bor retweetledi
TheEconopost.com
TheEconopost.com@TheEconopost·
OJK turun gunung dalam kasus $BBNI di Aek Nara
TheEconopost.com tweet media
Indonesia
89
914
3.8K
306.1K
Bor
Bor@unsghero·
@BNI BALIKIN DUIT UMAT KRISTIANI!
Indonesia
0
0
0
36
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Peningkatan layanan BIFast BNI telah selesai dilakukan! 🎉 Nasabah kini dapat kembali menggunakan layanan BIFast dengan normal. Terima kasih atas kesabaran dan pengertiannya selama masa peningkatan ini. Nikmati kemudahan bertransaksi dengan BIFast! Info lebih lanjut dapat menghubungi BNI Call 1500046 #BNI46 #BIFast #PeningkatanLayanan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tweet media
Indonesia
256
1
7
81.8K
Bor retweetledi
bengshark | LP and Yield
bengshark | LP and Yield@bengsharksol·
Catholic Church Parish Rugged by Big Bank > + 1,900 church folks lost Rp28 Billion ($1.7M) life savings > They parked money in “safe” BNI deposito (turns outfake with 8% yield) for 7 years > BNI branch head scammed them using official uniform, ID, and pick-up service > He burned most deposit certificates as evidence, go Australia > Got arrested and has confessed > $$$ allegedly used for sports centers, cafe, mini zoo, land, etc. > BNI (state-owned) only offering Rp7B (already transferred unilaterally), calls it “one bad ex-employee” problem huft > Church rejects it and demands full Rp28B refund citing vicarious liability > Suster Natalia now in personal debt, fighting hard so people still can pay for school fees, hospital bills 
Turns out even in big state banks → Not your keys, not your coins Hope they get the full refund they deserve. #KembalikanUangUmatAekNabara
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

English
22
1.5K
3K
69.6K
Bor retweetledi
DiaryTrader
DiaryTrader@WOLF_of_IHSG·
Buset baca reply, ada logika yang bilang gini; “ BNI juga korban di sini karena ada oknum yang mencatut nama BNI demi memuluskan aksi jahatnya; tanpa sepengetahuan dan seijin BNI “ HAAAAHHH????👀
Indonesia
160
302
2.5K
96.2K
Bor retweetledi
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., yang juga Uskup Bandung buka suara terkait pegawai @BNI yg maling uang umat Katolik Paroki Aek Nabara - Sumut. Sebentar lagi sampai ke telinga Kardinal Ignatius Suharyo & Paus Leo IV. Mohon @bumn_idn @BNI segera kembalikan uang tersebut🙏
Indonesia
116
1.1K
3K
400.7K
Bor retweetledi
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Klo BNI ga balikin total, sebaiknya semua org tutup rekening yg ada sangkut paut dengan BNI, mulai dari payroll, KPR sampai rekening koran. Najis mughalladah berurusan dengan BNI. Mulai dari gw. Senen gw bakal tutup rekening dan ajuin proses over KPR gw dari BNI.
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.

Indonesia
37
726
3K
102.4K
Bor retweetledi
Pria Boga Rasa
Pria Boga Rasa@PriaBogaRasa·
@mhuseinali @BNI Dikembalikan, tapi ga semuanya. Parah sih ini mah ckck Pelaku udah keluar dari BNI, tapi pas melancarkan aksinya, tuh pelaku statusnya masih karyawan BNI. Berarti ada yang salah sama pengawasan BNI, sampe ada oknum karyawan jahat kya gitu. Nih muka pelakunya. Tandain! 🫵
Pria Boga Rasa tweet media
Indonesia
107
1.1K
7.1K
241.9K
Bor retweetledi
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Ga cuma umat Katolik, semua org. Senin bareng2 tutup rekening BNI. Yg karyawan tutup rekening koran. Yg pengusaha pindahin Payroll. Yg investor, cabut dari BIONS. Yg trader, lepas semua BBNI. Yg nyicil rumah, oper kredit. Mulai Senin.
Billy@Billy_Naravit

Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.

Indonesia
267
7.8K
26.2K
693.1K
Bor retweetledi
eng-Ky
eng-Ky@KWETlAW·
Bye @BNI Gue udah nggak pake lu lagi. Lu menyelesaikan masalah dengan matiin komen di sosmed 🤣
eng-Ky tweet mediaeng-Ky tweet mediaeng-Ky tweet media
Indonesia
188
4K
18K
623.5K
Bor retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Halo @BNI Kalau kasus Suster Natalia uang jemaatnya gak bisa dikembaliin, saya tutup rekening ya.
Indonesia
656
12.4K
60.1K
2.2M