By

11K posts

By banner
By

By

@user_aya1

🦋 Jg.Idn 📝 https://t.co/Bd17ssUW5w ⛑️

Indonesia Katılım Haziran 2015
1.3K Takip Edilen1.1K Takipçiler
By retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
"Salah satu alasan kenapa kita masih hidup hari ini yaitu Allah masih nungguin kita bertaubat"🥹
Indonesia
29
1.4K
6.1K
58.7K
By retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
#CATET Bagus nih pertanyaannya! Klo punya tekanan darah rendah, harus gmn pola hidupnya biar g gampang kambuh? 1. Banyakin minum air mineral 2. Naikin dikit2 asupan garam, tp jgn sampai melebihi anjuran total harian 3. Konsisten olahraga rutin sesuai kondisi masing2 4. Jgn begadang! Cukup tidur 7–8 jam 5. Makan teratur, porsi kecil tp frekuensi diseringin 6. Makan tetap seimbang, jgn kebanyakan lemak/gorengan 7. Ga usah ngide makan sate banyak2 krn ga ngefek, malah numpuk kolesterol nanti kamu, apalagi klo cara masak & olahnya ga bener INGET! Tekanan darah rendah tetep diatasi berdasarkan penyebabnya ya So, penyebabnya dicari dulu, baru deh perawatannya disesuaikan
yowa@helloyolaa

@afrkml kalo tensi rendah apa ners?

Indonesia
12
86
389
20.8K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 SERIUS TANYA. EMANGNYA HARGA PLASTIK LAGI MAHAL ATAU GIMANE NEH?
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
1.8K
1.7K
37.9K
2.1M
By retweetledi
Eta
Eta@ivangcandra·
Definisi Savana Afrikanya Jawa. Sampe sini pas all on point semua. Ada rusa lewat ada merak ada kera ada banteng. Rumput ga terlalu hijau dan ga gersang. Cuaca nya cerah tapi sejuk. Cakep banget 📍TN Baluran
Eta tweet mediaEta tweet mediaEta tweet mediaEta tweet media
Indonesia
34
39
506
39.7K
Kaaa
Kaaa@fillahrakaa·
butuh inspirasi
Kaaa tweet media
Indonesia
1
0
3
37
By retweetledi
•
@Al__Quraan·
One day in’ShaAllah
• tweet media
English
22
530
3.5K
40K
By retweetledi
Kinan 🧚🏻
Kinan 🧚🏻@cheese_nastar·
Baca setiap kali lepas Subuh. Pendek tapi 'power'. ✨ "Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi‘an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan." insyaAllah rezeki datang dari arah yang tak disangka-sangka. 🤲🏻
Indonesia
7
6K
19.2K
224.8K
By retweetledi
🌿 Emmy🌿
🌿 Emmy🌿@R4h4yu_12·
Yang sering dengar istilah: anak kualat sama ortunya . Tapi faktanya ada lho orang tuanya kualat sama anaknya. Gus Baha pernah berceramah: 👇🏿 "Sampai saya mati, saya tidak akan bosan mengatakan: kalau orang tua itu harus hormat kepada anak. Dalam kitab Mizan Kubra dijelaskan "wa min adabil anbiyai takrimul aulad" adabnya para nabi adalah memuliakan anak".
🌿 Emmy🌿 tweet media
Indonesia
3
73
386
41.4K
By retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Orangtua kadang lupa, - anak tdk meminta dilahirkan, orangtualah yang ingin melahirkan anaknya. - anak ibarat tamu yang diundang ortu ke dunia. Maka, memuliakan tamu (merawat, menyekolahkan anak dsb) sdh jadi kewajiban. Shgga aneh jika ujung2nya anak yg digashlight krn ga paham.
MFajar@ceh_fajar

Setuju, Mas. Padahal yg hilang bukan cuma uang THR atau sepeda, tp 'trust' anak ke orang tuanya. Kepercayaan itu fondasi, kalau dari kecil sudah merasa suaranya gak didengar, nanti pas gede dia bakal cari tempat lain buat bersandar. Memang jadi orang tua itu proses belajar seumur hidup buat lebih banyak mendengar daripada sekadar memerintah.

Indonesia
9
735
2.1K
111.9K
By retweetledi
al
al@alj0urney·
dulu doaku "ya Allah sibukkan aku dalam kebaikan sampe aku ga ovt sama hal hal ga jelas" terkabul sih, tapi ga espek sesibuk ini skrg 😭☝🏻 alhamdulillah ya Allah 😭🤲🏻
Indonesia
41
3.2K
17.1K
183.7K
By
By@user_aya1·
Sampai sekarang aku masih ketrigger sama suara keras, bentakan. Langsung merinding sebadan.
Indonesia
0
0
1
112
By
By@user_aya1·
di sumpah profesiku tidak ada mengatakan "menangani pasien dengan sukarela dan tanpa imbalan". Nakes juga pekerjaan, maka wajar kalau menuntut hak. Kalau semua orang kek lu, ya gajalan.
Berusaha Tenang@celotehtugas

@NakesPuskesmas Masalahnya yang lu protes tu duit. Padahal masalah kesehatan itu masalah kemanusiaan. Ya harusnya duit itu jadi prioritas ke sekian, yang penting itu nyawa diselamatkan dulu. Itupun kalo kalian masih ingat sama sumpah yang kalian ucapkan sendiri.

Indonesia
0
0
1
60
By
By@user_aya1·
Meminta hak setelah penanganan itu ga menyalahi sumpah. Apa boleh untuk masalah kemanusiaan tapi tidak memanusiakan manusia? wahh.
Berusaha Tenang@celotehtugas

@NakesPuskesmas Masalahnya yang lu protes tu duit. Padahal masalah kesehatan itu masalah kemanusiaan. Ya harusnya duit itu jadi prioritas ke sekian, yang penting itu nyawa diselamatkan dulu. Itupun kalo kalian masih ingat sama sumpah yang kalian ucapkan sendiri.

Indonesia
0
0
0
18
By retweetledi
TULISANKU ツ
TULISANKU ツ@kayyisa__·
demi menyelamatkan kita dari jalan yang salah, terkadang Allah mematahkan kita sepatah-patanya. Tuhan menghancurkan rencanamu, sebelum rencanamu menghancurkanmu. dan pada akhirnya takdir Allah itu indah, walaupun butuh air mata untuk menerimanya.
Indonesia
107
510
1.5K
23K
By
By@user_aya1·
hayuk double kill teros ajaaa ini game.
By tweet mediaBy tweet media
Indonesia
0
0
0
26
Issa Tyasingmada
Issa Tyasingmada@anotherissa·
The 6 years of learning and growing 🩺
Issa Tyasingmada tweet media
English
58
23
1.2K
17.7K
By retweetledi
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
26
3.9K
21.3K
386.6K
By
By@user_aya1·
Ngebuka hati sama aja, namaku Aya bukan sella. Dah lah, mari menjadi musim dingin lagi.
Indonesia
0
0
1
34