user4646 retweetledi
user4646
86 posts

user4646 retweetledi

Tau gak kalian, kalau operasi merubah alat kelamin penis ke vagina itu adalah keputusan yang membuat orang yang melakukan itu menyesal seumur hidup?
> Secara medis, vaginoplasty dianggap tubuh sebagai "luka terbuka" permanen yang akan terus-menerus berusaha menutup secara alami.
> Berbeda dengan aslinya, vagina buatan tidak punya sistem self-cleaning untuk menjaga keseimbangan pH dan kebersihan otomatis.
> Tanpa pembersihan manual yang ekstrem tiap hari, sisa kulit mati dan bakteri akan membusuk di dalam lubang dan memicu aroma menyengat (bau tai/ kotoran).
> Komplikasi fistula bisa membuat saluran usus jebol, sehingga kotoran (tinja/ tai) bocor dan keluar lewat lubang vagina buatan tersebut.
> Kesaksian netizen mengungkap aroma "bau tai" yang sangat tajam tercium jelas dari pelaku operasi ini, bahkan saat mereka hanya sekadar lewat.
> Pasien wajib melakukan "dilasi" (memasukkan silinder) setiap hari seumur hidup agar lubang operasi tidak merapat dan menutup permanen.
> Berhenti melakukan dilasi akan memicu pengerasan jaringan yang luar biasa sakit saat lubang tersebut dipaksa dibuka kembali.
> Akibat infeksi kronis dan rembesan cairan yang berbau busuk, banyak yang akhirnya terpaksa memakai popok dewasa ke mana pun mereka pergi.
> Bau tak sedap yang sulit hilang dan rasa sakit permanen ini sering kali berujung pada depresi berat hingga penyesalan mendalam.
> Operasi ini adalah jalan satu arah; sekali dilakukan, organ asli tak bisa kembali dan pasien terjebak perawatan medis yang menyiksa selamanya.




chotz@chotz666
thank you thailand. finally i am non binary. call me as billionaire/taicoon
Indonesia
user4646 retweetledi
user4646 retweetledi
user4646 retweetledi
user4646 retweetledi
user4646 retweetledi
user4646 retweetledi

tau gak kenapa banyak gen z yg terobsesi dg typing huruf kecil semua?
sEbAgAi gEn Z, saya mau jelaskan. ini ada alasannya.
fenomena ini terjadi bukan karena gen z gak tahu aturan, tapi karena mereka merasa penat dengan aturan. 😬
gen z tumbuh di dunia yg penuh dg tuntutan dan ekspektasi, maka mengetik dg lowercase dipilih sbg cara utk menyampaikan pesan: "gw gak tunduk sama aturan lama"
mereka ingin dunia tahu bahwa mereka bukan generasi yg kaku.
:: kenapa huruf kecil? ::
karena huruf kecil terdengar seperti bisikan, bukan teriakan.
karena huruf kecil menunjukkan sikap santai, tidak marah-marah.
karena huruf kecil memberi kesan jujur, intim, dan rendah hati.
karena huruf kecil itu estetik, sederhana, walaupun tidak sempurna.
itu semua adalah hal-hal yang ingin mereka tunjukkan, hal-hal yg merepresentasikan watak generasi mereka.
tapi sebetulnya, ini bukan hal baru.
tau bell hooks? dia penulis, dan memakai lowercase untuk menuliskan identitas di karyanya.
dia melakukan itu jauh sebelum fenomena typing huruf kecil ini marak oleh gen z, dan tujuannya hampir sama: sebagai bentuk penolakan terhadap ego & aturan lama.
sekarang pun, typing lowecase ini juga diadopsi banyak brand sebagai strategi branding agar terbaca lebih ramah dan inklusif, tidak kaku.
buatku pribadi, gaya ketik lowercase ini gak ada benar salahnya, sepanjang tidak dipakai di ranah formal yg mensyaratkan adanya standar penulisan.
ini hanyalah cara yg dipilih untuk berekspresi, khususnya di media sosial, dan lebih asik untuk dilihat sebagai cara berpikir sebuah generasi yang sedang bertumbuh di eranya —dengan segala masalah versi mereka.

YAPPINGFESS@yappingfess
yap! wdyt sama orng yang ngetik huruf kapital di depannya? ilfeel ga siee 😓
Indonesia







