ً

17.6K posts

ً banner
ً

ً

@vIookup

comme ça

Katılım Aralık 2019
124 Takip Edilen122 Takipçiler
ً retweetledi
Seputar Tetangga
Seputar Tetangga@SeputarTetangga·
Ada remaja lagi berenang di Lake Königssee, Jerman, nemu emas batangan 500 gram di dasar danau. Temuannya dia serahkan dan laporkan secara resmi ke pihak berwenang. Emas tersebut diselidiki selama 6 bulan. Gak ada laporan pencurian atau kehilangan soal emas ini. Gak ada juga yg dateng ngeklaim. Jadi, sesuai hukum di Jerman, barang dikembalikan ke penemunya 😁.
Seputar Tetangga tweet media
Indonesia
502
1.9K
24.6K
1.5M
ً retweetledi
TBNews
TBNews@TBNewsFr·
🚩Un rare chat colocolo a été aperçu au Chili.
TBNews tweet mediaTBNews tweet media
Français
129
3.5K
50.3K
1.6M
ً
ً@vIookup·
@chickenincrisis get out of here pls, you don't deserve this kind of cruelity :( but i mean... that's yum
English
0
0
2
4.5K
ً
ً@vIookup·
@LambeSahamjja gue paham bgt lagi pov maia. cewe yang udah biasa kerja biasa megang duit sendiri, bakal takut disuruh stop, sekaya apapun laki lu. ditambah dengan histori dia pernah "dibuang" laki, makin makin takut ga megang duit.
Indonesia
1
18
361
29.4K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Maia Estianty baru ngomong sesuatu yang menurut gua adalah salah satu jawaban paling jujur dan paling tidak basa-basi yang pernah keluar dari mulut selebritis Indonesia soal uang dan kerja. Dia ditanya sudah kaya raya, suami tajir anak-anak sukses semua, kenapa masih ngejer cuan sampai live shopping tiap hari? Jawabannya simpel banget tapi sangat dalam. Dia bilang yang dia takutin di dunia ini cuma satu hal. Bukan tua. Bukan sakit. Bukan ditinggal orang. Tapi tidak punya uang. Itu satu-satunya hal yang genuinely bikin dia takut. Dan dari rasa takut itulah seluruh etos kerjanya lahir bukan karena butuh, tapi karena kecintaan terhadap proses menghasilkan sesuatu dari dirinya sendiri itu tidak bisa digantikan oleh uang dari siapapun termasuk dari suami yang sekaya apapun. Dan ini yang paling menarik. Maia bilang kalau Mas Irwan melarang dia kerja dia bilang dengan sangat santai mendingan gua cari yang lain daripada harus berhenti kerja. Bukan gertakan. Tapi pernyataan tentang identitas. Kerja baginya bukan soal finansial. Kerja adalah cara dia membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa dia capable. Bahwa pencapaiannya adalah miliknya bukan pemberian siapapun. Ini yang bikin pola hidupnya sangat berbeda dari ekspektasi orang tentang istri orang kaya. Perawatan ratusan juta per bulan? Tidak ada. Shopping tiap bulan? Hampir tidak pernah. Tas mewah? Tidak tertarik. Maia bilang kalau sepatu masih bisa dipakai dia tidak akan beli yang baru. Kalau pakaian sudah ada dari suami dia tidak belanja. Dan kesenangan terbesarnya setiap hari adalah jajan makanan via ojek online. Itu saja. Tapi di sisi lain dia adalah orang yang kalau dapat uang langsung putar lagi ke usaha. Filosofinya sangat jelas uang harus bekerja untuk mencari uang. Bukan disimpan diam di deposito. Bukan ditaruh di saham atau kripto yang pernah dia coba dan hasilnya rungkat semua. Tapi diputar di bisnis yang dia pegang sendiri dia kontrol sendiri dia pahami dari dalam sampai luar. Dan dia bilang satu kalimat tentang orang-orang sukses yang dia temui di atas usianya yang menurut gua adalah kalimat paling tepat untuk menggambarkan mentalitas orang yang benar-benar kaya bukan hanya secara finansial. Dia bilang semua orang sukses yang dia kenal yang uangnya sudah cukup untuk tujuh turunan tetap datang ke kantor. Tetap mau kerja. Bukan karena butuh uangnya. Tapi karena sudah tidak bisa tidak kerja. Kerja sudah jadi bagian dari cara mereka bernafas. Dan di umur 50 tahun Maia bilang dia tidak punya batas produktif. Sampai menutup mata. Karena baginya diam itu bukan istirahat diam itu stres. Intinya guys orang yang benar-benar tidak takut miskin bukan yang sudah punya banyak dan santai-santai. Justru yang paling tidak takut miskin adalah yang sudah terlalu terlatih untuk tidak bisa berhenti menghasilkan. Dan itu bukan tentang keserakahan. Itu tentang identitas.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
89
770
4.4K
576.2K
ً
ً@vIookup·
@tehbotoltears @empty__core suka ga suka, mtk itu basic skill dlm kehidupan sehari2. ga perlu lu ampe jago kalkulus, tapi kalo lu ampe ga paham basic mtk, chance lu ketipu orang jauh lebih besar drpd rata2 orang lainnya. dan sedihnya, banyak bgt contoh anak2 jaman sekarang ga paham basic mtk.
Indonesia
0
0
40
2.4K
courtney
courtney@tehbotoltears·
@empty__core yg herannya tu sampe skrg kenapa ya ukuran "pinter" tu kalo jago mtk? oke lah mtk emg susah ga semua org khatam, but c'mon guys kepintaran seseorang gak hanya karna mtk doang
Indonesia
58
264
7.6K
289K
ً retweetledi
the shirt of taeyang
the shirt of taeyang@donghaelover22·
Fujii Kaze covers Bad Boy by BIGBANG in the second week of Coachella
English
21
5.3K
18K
483.9K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Update nih guys.... Ada sedikit berita baik ..... Harus masalah ini udah nyampe ke pak prabowo Rizky Irmansyah ini Sekretaris Pribadi sekaligus ajudan Presiden Prabowo Btw bank himbara sekarang di bawah danantara karena kolom komentar bank BNI ditutup boleh mampir ramein ke bos2 danantara nih biar ke upp cepattt Ceo - Rosan Roeslani : instagram.com/rosanroeslani?… COO - Dony Oskaria : privat CIO - Pandu Sjahrir : instagram.com/pandusjahrir?u…
Lambe Saham tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
90
405
2.8K
642.7K
ً retweetledi
Ancy, CCE, CBP, HMN, BALM
Ancy, CCE, CBP, HMN, BALM@AnalisaCrypto·
- Iran buka selat Hormuz puluhan tahun tanpa bayar - Israel & US menyerang Iran (alasan nuklir). - Iran tutup selat Hormuz, minta biaya penjagaan kalau lewat - Trump bilang Iran jahat - Trump bilang bayar ke mereka aja biar dijagain - Iran buka selat Hormuz gratis - Trump bilang selat dibuka karena mereka - Trump minta bayaran kalau lewat - Iran nutup selat Hormuz lagi 🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿
Indonesia
173
3.2K
14K
581.6K
Goo913
Goo913@Goo9le_Fiv3·
Kronologinya yg punya hutang sering kabur, jadi pas keluarga yg punya hutang ada yg meninggal, mereka (orang2 yg dihutangin) kompak datengin ke rumah duka karena kemungkinan yg berhutang ada disitu, korbannya banyak dan jumlahnya juga ditotal ratusan juta.
Indonesia
160
375
2.4K
458.6K
ً retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.2K
102.4K
10.8M