
Red Bull Propaganda
425 posts





Unpopular opinion tentang Monosodium Glutamate/MSG alias micin.



#PICTURES: Crown Prince Mohammed bin Salman performs Eid Al-Fitr prayer at the Grand Mosque in Makkah

**Concept Cars** 🇫🇷 1988 Peugeot Oxia V6 Concept 1 of 2 functional cars The 1988 Peugeot Oxia is a high-performance concept car, unveiled at the Paris Motor Show as a "race car for the road," featuring a 670-horsepower, 2.8-liter twin-turbo V6 engine. This carbon fiber/kevlar supercar achieved top speeds over 217 mph (350 kph), utilizing all-wheel drive, four-wheel steering, and advanced, ahead-of-its-time technology, though it never entered production. Performance: The engine was a mid-mounted PRV-V6, originally derived from Peugeot's Le Mans racing program, delivering 670-680 hp. It featured a 6-speed manual transmission. Design & Engineering: Designed by Jean-Pierre Ploué, it featured a lightweight carbon fiber and Kevlar body with active aerodynamics. It utilized four-wheel drive and four-wheel steering for maximum grip. Technology & Features: The interior was remarkably advanced for 1988, featuring a personal computer with a color screen, floppy disc drive, radio-telephone, and a rudimentary satellite navigation system. Legacy: Positioned as a rival to the Ferrari F40 and Porsche 959, the Oxia remains a famous "what if" in automotive history, symbolizing Peugeot's late-80s engineering. Both cars are supposed to be in museum’s 📷 Credit to all the photographers 👏🏻👏🏻 @peugeotsport @Peugeot #cars #carporn #concept

Lee Kuan Yew talks about talent spotting candidates: he was so inspired by how the Apollo 13 astronauts salvaged the 1970 lunar mission that he adopted NASA’s psychological assessment tests for the Singaporean government.


@innovacommunity pertanyaan min, knp jepang selalu mahal bgt? sedangkan produksi sama banyaknya?

🚨LAPS COMPLETED BY ENGINE Mercedes: 1.134 Ferrari: 991 RBPT-Ford: 624 Audi: 240 Honda: 66 🗞️@SoyMotor



Only Adrian Newey could raise the rear of the car that much!😯🚀 Like the old days! 👌


Black Neighborhood In North Carolina, 1938.





Secara komparatif, kelas pengusaha Indonesia jelek, bodoh, dan gaptek. Alasannya, mereka muncul bukan lewat kompetisi Darwin, tetapi lewat kroni-kronian. Salah satu keluarga terkaya adalah keturunan maling yang dulu merampok kayu bulat di Jawa Tengah bareng Kolonel Soeharto. Setelah Reformasi, terjadi deindustrialisasi dan commodity boom dan sepertinya tren ini malah semakin parah. Kelas pengusaha pribumi yang muncul malah lebih busuk, lebih rampok, lebih malas, dan lebih gaptek. Ciri khas pengusaha-pengusaha payah, bodoh, dan gaptek ini adalah sangat sibuk di parpol dan politik, karena hanya dari situlah mereka bisa mendapat uang, proyek, dan tanah. Mereka tidak bisa untung lewat cara lain. Hari ini lebih dari separuh anggota DPR adalah pengusaha semacam ini. Misal, barangkali ada pengusaha perusahaan pesawat yang kualitas maskapainya sungguh jelek dan menyedihkan, sehingga satu-satunya cara bertahan adalah menjadi waketum partai dan mendirikan monopoli lewat situ seperti mafia. Beberapa seperti di Cilegon malah secara langsung merampok pengusaha dan bisnis yang datang. Mereka secara praktis sudah bukan lagi pengusaha, melainkan preman yang hanya bisa merampok dan memalak. Entah mengapa preman-preman semacam ini malah iseng masuk ke asosiasi-asosiasi pengusaha. Mereka tidak mampu dan tidak mau berkompetisi dan berinovasi di pasar yang bebas. Alasannya karena mereka payah, bodoh, lamban, tidak kreatif, dan gaptek. Orang-orang payah dan lamban seperti ini akan langsung dilindas gepeng oleh kegesitan dan kecerdikan kelas pengusaha, kelas STEM, dan kelas manajerial China dari China, yang lahir dari tiga kombinasi maut antara neraka kompetisi Darwin yang tanpa ampun, dukungan kebijakan industri, dan sistem pendidikan.


Free Maduro now. #freemaduro

It must be exhausting being a liberal. One day you’re defending Somali daycare fraudsters. The next day you’re defending a narco-terrorist communist dictator. And it’s all driven by one thing: their hatred of Donald Trump.
























